
Mobil yang Raka supirin sudah memasuki jalanan yang cukup terjal dan sedikit sepi, Bagas masih setia bertelponan dengan Reina sambil melihat jalanan kota.
Namun dari arah berlawanan mendadak mobil pikc up menurun kan drum drum yang berisikan bensinke arah mobil yang di naiaki Bagas dan Raka.
Bagas terkejut dan langsung berteriak memberi tahu Raka yang sudah berusaha menghindari drum drum yang hampir mereka tabrak, namun dari arah persimpangan truk molen tiba tiba saja muncul.
" Raka Awaaaaaaaas" teriak Bagas yang masih terdengar Reina.
Bruuuuuuuuuk
Suara hantaman yang begitu besar terdengar di telinga Reina.
Deg.
Jantung Reina langsung berhenti berdetak saat itu juga, seluruh tubuh nya bergetar karena mendengar teriakan suaminya dan di susul benturan yang sangat kuat.
" Mas" panggil Reina dengan suara bergetar.
" Mas Bags masih dengar suara Reina kan, Mas tolong jawab Mas" ucap Reina lagi.
" Mas Bagas, MAAAAAAS" teriak Reina yang membuat seluruh orang yang ada di rumah tersebut melihat ke arahya.
" Ada apa sayang? kenapa kamu berteriak dan menagis" tanya mama Ridha yang khawatir karena melihat kondisi Reina yang sudah menangis.
" Mas Bagas Ma" ucap Reina sambil menatap mama Ridha sambil menangis.
" Kenapa dengan Bagas Rein?" tanya mama Ridha yang juga merasa kan perasaan yang tidak enak.
Belum sempat Reina memberitahu, ponsel papa Andre langsung berdering, dengan cepat papa Andre mengangkatnya dan begitu terkejut mendengar kabar yang di dengar nya saat itu.
__ADS_1
" Baiklah saya kesana sekarang?" ucap papa Andre langsung mematikan sambungan telponnya.
" Siapa Pa?" tanya mama Ridha yang melihat raut wajah suaminya menjadi tegang.
" Mobil Bagas yang di kendarai Raka masuk jurang Ma, dan saat ini Rangga sudah berada di sana melihat begaimana keadaan Bagas dan Raka" ucap papa Andre memberitahu.
Reina yang mendengar kabar yang di sampaikan papa mertuanya langsung menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya, air mata nya sudah mengalir semakin deras.
" Gak,,,gak,,Mas Bagas gak mungki kecelakan Pa, bilang sama Reina kalau ini bohong" ucap Reina dan tak lama Reina langsung tak sadar kan diri.
" Reina" teriak mama Ridha yang langsung memangku Reina agar tidak terjatuh ke lantai.
Mama Ridha tak kuasa menahan air matanya, kabar kecelakaan putraya dan kini menantu kesayangan nya terpukul karena kabar itu.
Papa Andre langsung mengangkat tubuh Reina masuk ke dalam kamar nya, mama Ridha mengikuti dari belakang, seluruh pelayan yang mendengar tuan muda mereka mengalami kecelakan juga begitu khawatir.
Mama Ridha hanya bisa menganggukkan kepala nya sambil menangis dan menatap reina yang pingsan.
Di lokasi kejadian, mobil yang di kendarai Raka sudah hancur lebur terbakar karena bahan bakar yan terus menetes keluar saat mobil masuk ke dalam jurang.
Rangga yang sudah berada di sana mendekati mobil tersebut dan melihat jejak pada mobil tersebut, Bobi mencari jejak lain untuk mencari tahu apakah ada jejak mobil lain yang menyebabkan kecelakaan pada bos mereka.
" Rangga ini sabotase, ada jejak mobil ban lain di sini, dan ini lumayan banyak, bahkan ada bekas bas truk juga di sini" ucap Boby memberitahu.
Polisi sendiri sedang melacak korban yang ada di dalam mobil, namun polisi tidak menemukan satu korban pun di dalam mobil yang sudah terbakar itu, hanya menemukan sebuah ponsel yang sudah padam dan tas kerja milik Bagas.
" Tuang Rangga, tidak ada keberadaan tuan Bagas di dalam mobil, kita hanya menemukan ponsel ini dan tas milik tuan Bagas" ucap polisi memberikan barang milik Bagas pada Rangga.
" Bisa kita bilang kalau tuan Bagas sudah terbakar bersama tuan Raka saat mobil meledak tuan" ucap Polisi menyimpulkan pengetahuannya.
__ADS_1
" Tidak ada mayat di dalam mobil itu, jadi jaga ucapan mu dengan mengatakan tuan Bagas sudah meninggal" ucap Rangga dengan tatapan membunuhnya.
Tak lama papa Andre datang dengan wajah yang di liputi kecemasan, " Gimana Ngga, Bagas dan Raka?" tanya papa Andre.
Rangga hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menujukkan barang milik Bagas pada papa Andre, Sedang kan papa Andre langsung menerima nya dengan tangan bergetar.
" Belum tentu semua yang di katakan polisi benar Bos, tidak ada mayat Bagas dan Raka di dalam mobil, bisa jadi Bagas dan raka masih hidup" ucap Rangga yang langsung di jawab anggukan kepala oleh papa Andre.
" cepat cari tahi siapa dalang di balik ini semua, hancur kan mereka saat itu juga, dan carijuga keberadaan putra ku dan Raka, aku mau hasilnya cepat" ucap papa Andre langsung pergi meninggal kan lokasi tempat mobil Bagas kecelakaan.
Di rumah mama Ridha menggosokkan minyak angin ke hidung Reina dan juga kening Reina agar Reina cepat bangun dari pingsannya, tapi entah kenapa sudah hampir dua jam Reina juga masih tak sadarkan diri.
Semnetara Reina di alam bawah sadarnya berada di dalam ruangan yang begitu gelap sendirian, dia melihat bayangan laki laki yang berjalan ke arahnya, karena Reina tidak dapat melihat wajahnyam rasa ketakutan muncul di benaknya dan keringat langsung keluar dari keningnya. Ingin Rasa nya ia berlari dari tempat itu, namun langkah kaki Reina begitu berat.
Sementara Mama Ridha yang belum melihat tanda tanda Reina akan sadar saat ini berada di dapur menyuruh para pelayan untuk membuat kan bubur agar kalau Reina sadar Reina segera makan agar tidak lemas.
Setelah mengatakan itu pada pelayan, mama Ridha kembali ke kamar Reina untuk melihat keadaan menatunya, namun saat mama Ridha membuka pintu kamar Reina dan berjalan ke arah tempat tidur terkejut melihat seseorang ada di dalam kamar tersebut.
" Kamu" ucap mama Ridha yang berdiri mematung melihat orang tersebut.
Tbc.
__ADS_1