
Sementara di sebuah praktek, Siska saat ini sedang di kuretase sacara paksa karena Siska tidak mau melahir kan anak preman yang di kandung nya.
Namun saat setengah jalan, pintu ruangan terbuka dan masuk lah anak buah Bagas dan langsung menyeret dokter Irma secara Paksa.
Siska yang sedang mengalami kesakitan akibat di kuretase lemas seketika dan darah begitu banyak keluar dari ******** nya.
Anak buah Bagas langsung membawa Siska ke rumah sakit sesuai arahan Raka, dan mereka langsung melayang kan pesan singkat pada Diana untuk memberi tahu kondisi anak nya yang sedang mengalami pendarahan.
Diana berlari di koridor rumah sakit setelah mendapat kabar kalau Siska mengalami pendarahan, saat sudah sampai di depan UGD, Diana melihat ke arah pintu dan melihat Siska yang sedang di tangani oleh dokter.
Seorang perawat sedang keluar untuk mengambil obat yang di butuh kan Siska. melihat itu Siska langsung menhadang perawat yang berjalan dengan tergesa gesa.
" Sus bagaimana keadaan anak saya?" tanya Diana dengan wajah khawatir nya.
" Pasien dalam keadaan kritis, dokter sedang berusaha menangani pasien di dalam, permisi ibu, saya harus cepat mengambil penawar nya agar anak ibu segera di tangani" jawab perawat dan pergi meninggal kan Diana.
Diana langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Muklis, walau bagaimana pun, Muklis adalah ayah biologis dari Siska.
Namun sudah beberapa kali Diana menelpon Muklis, tidak ada jawaban dari Muklis, malah Muklis dengan sengaja mematikan ponsel nya karena tidak mau di ganggu oleh Diana.
Hampir 15 menit Diana menunggu di luar dalam keadaan cemas, tak lama dokter keluar di temani perawat yang menemani sang dokter.
" Keluarga nona Siska" panggil dokter saat sudah keluar dari ruang UGD.
" Iya..saya ibu nya" ucap Diana langsung menghampiri sang dokter.
" Nona Siska saat ini sedang kritis karena kahabisan darah, dan untung nya bayi yang ada di kandungan nya masih bisa kami selamat kan walau pun saat ini kondisi nya begitu lemah" ucap sang dokter memberi tahu keadaan Siska.
" Kita membutuh kan golongan darah B untuk nona Siska secepat nya bu, dan persediaan di rumah sakit sedang kosong, kami tadi juga sudah menghubungi PMI tapi mereka mengatakan juga saat ini kosong, tolong ibu cari golongan darah yang sama dengan anak ibu, dalam waktu 2x24 jam kalau nona siska tidak segera mendapat kan donor darah, bisa di pasti kan bayi yang di kandungan nona Siska tidak selamat dan nona Siska juga mungkin akan kehilangan nyawa nya" ucap dokter tersebut dan langsung meninggal kan Diana yang berdiri mematung melihat anak nya dari balik pintu yang terbaring lemah menggunakan oksigen.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Diana langsung berlari ke luar rumah sakit menuju kediaman Muklis, Diana menyetir dengan kebut kebutan agar sampai di rumah Muklis dengan cepat.
Hampir satu jam Diana di dalam perjalanan, ahkir nya Diana telah sampai di rumah Muklis, Diana masuk ke dalam rumah Muklis dan mencari Muklis sambil meneriaki nya.
Muklis yang sedang berada di ruang kerja nya bersama anak buah nya merasa terganggu akan ulah Diana yang membuat keributan di rumah nya.
" Kau lanjut kan pekerjaan mu, aku mengurus ular betina itu dulu" ucap Muklis keluar dari ruang kerja nya.
" Ada Apa?" tanya Muklis saat melihat Diana sedang menaiki tangga.
Diana langsung menhenti kan langkah kaki nya dan menatap Muklis dengan tatapan membunuh.
" Kenapa kau tidak menjawab telpon ku, apa kau pikir saat ini aku sedang main main?" ucap Diana dengan wajah sangar nya.
" Ada apa memang nya?" tanya Muklis yang sudah berada dui hadapan Diana.
" Apa kau sama sekali tidak menyayangi darah daging mu, saat ini dia terbaring di rumah sakit dan membutuh kan golongan darah, kalau tidak nyawa nya bisa terancam" ucap Diana dengan emosi yang sudah meledak ledak.
" Tidak bisa kah kau berhenti menyalah kan ku, apa kau pikir kau adalah ayah yang baik, yang mengurus anak nya dengan kasih sayang, bahkan selama dia hadir ke dunia ini, kau tak pernah menggendong nya sama sekali sampai dia sudah dewasa" ucap Diana yang sudah tidak sanggup menahan amarah nya.
Muklis diam saja, dia tidak mau memperpanjang urusan nya, ahkir nya dia kembali bertanya pada Diana apa tujuan nya datang ke rumah nya malam malam begini.
" Lalu kau butuh apa dari ku? biaya rumah sakit? nantik aku transfer ke rekening mu? ucap Muklis dan langsung berbalik meninggal kan Diana.
Diana yang emosi langsung menarik tangan Muklis sehingga membuat Muklis hampir saja jatuh kalau saja tidak langsung memegang tangga.
Muklis langsung menatap Diana dengan begitu tajam sehingga membuat Diana ketakutan.
" Maaf kan aku, aku tidak sengaja, aku cuma tidak mau kau pergi meninggal kan di saat aku seperti ini" ucap diana agar Muklis tidak marah pada nya.
__ADS_1
" Siska saat ini sedang membutuh kan bantuan mu, dia kekurangan darah, dan gologan darah nya sama dengan mu karena dia adalah anak kandung mu, ku mohon donor kan lah darah untuk putri mu, kalau tidak Siska akan kehilangan nyawa nya" ucap Diana.
Muklis menatap Diana beberapa saat, setelah itu dia menarik nafas nya dan menhembus kan dengan perlahan.
" Pergi lah..nanti aku akan menyusul mu ke rumah sakit" ucap Muklis yang langsung membuat Diana menggeleng kan kepala nya.
" Kau tidak percaya dengan ucapan ku" tanya Muklis menatap Diana dengan manaut kan sebelah alis nya.
" Baik lah aku percaya, tapi ku mohon tepati janji mu" ucap Diana dan langsung membalik kan tubuh nya dan keluar dari rumah Muklis dan kembali ke rumah sakit.
Muklis yang melihat kepergian Diana langsung menhmebus kan nafas nya dengan kasar.
" merepot kan saja, lagian apa yang di lakukan anak bodoh itu, sampai sampai dia bisa kehabisan darah seperti ini" ucap Muklis yang kembali ke ruang kerja nya dan memberi tahu pada anak buah nya untuk melanjut kan kembali besok karena dia akan ke rumah sakit malam ini untuk mendonor kan darah nya pada seseorang.
Muklis tidak mau memberi tahu kan kalau Siska adalah anak nya pada anak buah nya, karena yang anak buah nya ketahui sampai saat ini Muklis belum pernah menikah dan tidak memiliki anak, yang mereka tahu Muklis hanya mempunyai keponakan yang saat ini sedang berusaha untuk di singkir kan Muklis.
Hanya keluarga Reina dan keluarga Kesuma lah yang tahu kalau Siska adalah anak nya Muklis.
Tbc.
__ADS_1