
Satu minggu sudah berlalu, Reina sudah hampir bisa mengusai ilmu bela diri nya, Reina begitu bersemangat demi bisa kembali menjalan kan perusahaan kedua orang tua nya.
Bagas sendiri sudah berhasil menyatu kan kedua perusahaan peninggalan orang tua Reina, Bagas di bantu Raka dan juga papa Andre, ahkir nya perusahaan besar itu sudah menjadi satu dan diberikan nama Fatahilla Corporation.
Pagi ini Reina sudah selesai dengan setelan kantor nya, Reina begitu cantik dan elegan, hari ini dia kembali datang ke perusahaan untuk mengadakan pertemuan penting para pemegang saham.
Hari ini Reina di temani oleh Rangga, karena sebelum Bagas kembali dari Jerman, Rangga yang akan menemani Reina kemana pun Reina pergi.
" Kamu sudah selesai sayang?" tanya mama Ridha saat memasuki kamar Reina dan melihat Reina duduk di tepi ranjang sambil memandangi foto kedua orang tua nya.
Lebih tepat nya kedua ibu nya dan juga ayah nya, ibu yang melahir kan Reina, dan ibu yang sudah membesar kan Reina sampai usia Reina delapan tahun.
" Sudah Ma" sahut Reina sambil meletak kan album foto orang tua nya di atas nakas di samping tempat tidur nya.
" KAmu merindukam orang tua mu sayang?" tanya mama Ridha yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Reina.
" Bagaimana setelah meeting, kita ziarah ke makan orang tua kamu sayang" ajak mama Ridha yang langsung di angguki kepala oleh Reina dengan senyuman di bibir nya.
" YAsudah kalau begitu kita sekarang turun ke bawah untuk serapan, papa sudah menunggu di bawah" ajak mama Ridha yang langsung di angguki kepala oleh Reina.
Di bawah papa Andre sedang menelpon seseorang dan wajah nya sedikit khawatir, namun saat melihat istri nya dan Reina turun dari tangga langsung mematikan sambungan telpon nya dan tersenyum menatap kedua yang di sayangi nya itu dengan senyuman.
" Kalian sudah selesai? ayo sebaik nya kita segera serapan, agar tidak telat menuju ke kantor" ucap papa ANdre yang langsung di angguki kepala oleh mama Ridha dan Reina.
Mereka makan dengan diam, mama Ridha melihat raut wajah papa Andre seperti ada yang di sembunyi kan, melihat Reina sudah selesai makan, mama Ridha langsung menyuruh Reina untuk segera pergi ke kantor bersama Rangga.
" Sayang kalau kamu sudah selesai, sebaik nya kamu segera pergi ke kantor sekarang, Rangga sudah menunggu kamu di depan" ucap mama Ridha.
" Iya ma, Rein pamit ke kantor dulu ya ma, pa" pamit Reina sambil mencium punggung tangan kedua calon mertua nya.
Di luar, Rangga sudah bersandar di mobil sambil memain kan ponsel nya, dia melihat Reina keluar dari dalam dan membuat mata nya menatap Reina sejenak, setelah itu Rangga langsung membuang pandangan nya ke ponsel nya kembali.
__ADS_1
Sadar Rangga, dia milik sahabat mu sekaligus bos mu, jangan main main dengan perasaan Ngaa, batin Rangga.
" Ayo kita berangkat" ucap Reina saat sudah sampai di dekat Rangga.
" Heem" sahut Rangga.
Reina yang mendengar suara Rangga hanya berdeham langsung menatap Rangga dengan tatapan jengah.
Rangga hendak membuka mobil untuk masuk ke dalam mobil, namun tangan nya terhenti saat mendengar suara Reina yang berdiri di belakang nya.
" Apa kau gak bisa membuka pintu mobil untuk saya terlebih dahulu" ucap Reina dengan suara judes nya.
Rangga yang mendengar ucapan Reina membalik kan tubuh nya dan menatap Reina dengan tatapan sebelah mata nya di naik kan satu.
" Kau punya tangan bukan? maka guna kan lah tangan itu" ucap Rangga dengan datar kemudian langsung membuka kan pintu mobil nya dan masuk ke dalam mobil duduk di belakang kemudi menunggu Reina masuk.
Reina yang mendengar ucapan Rangga mendadak sebal, ingin sekali Reina menjambak rambut nya dan membentur kan kepala nya ke mobil saat itu juga.
Saat melihat Reina sudah masuk ke dalam mobil, Rangga langsung melaju kan mobil nya menuju perusahaan.
" Apa yang papa sembunyi kan dari mama?" tanya mama Ridha sambil membantu suami nya memakai kan dasi.
" Ternyata mama bisa melihat kekhawatiran di wajah papa?" ucap papa Andre yang langsung di angguki kepala oleh mama Ridha.
Papa Andre menarik nafas nya perlahan, kemudian membuang nya secara perlahan juga, di tatap nya wajah istri tercinta nya, setelah itu papa Andre membawa mama Ridha untuk duduk di tepi ranjang tempat tidur mereka.
" Papa tadi mendapat kabar dari anak buah kita kalau Muklis sudah kembali ke sini saat dia mengetahui kalau perusahaan orang tua Reina sudah di satu kan menjadi Fatahilla Corporation" ucap papa Andre memberi tahu.
" Muklis murka, Sedang kan Diana sendiri sudah mengamuk, mereka berdua sepakat akan segera menghancur kan Reina dan merebut kembali perusahaan itu" sambung papa Andre.
" Lantas apa yang papa takut kan, Reina di kelilingi oleh orang orang yang bisa melindungi nya Pa, dan Reina sendiri saja sudah bisa mengusai ilmu bela diri" tanya papa Ridha.
__ADS_1
" Hanya itu saja tidak cukup Ma, kamu tahu sendiri bukan Muklis itu orang nya begitu licik, dia pasti membuat berbagai cara untuk menghancur kan reina dan juga Bagas, apa lagi Muklis sampai saat ini tidak bisa membuat Bagas celaka saat di Jerman, sehingga ia semakin Murka karena semua rencana nya gagal" ucap papa Andre.
" Jadi apa yang harus kita lakukan Pa?" tanya mama Ridha.
" Kita harus suruh Bagas kembali ke Indonesia dan menikah kan Reina, sudah tidak ada waktu lagi ma, mereka harus di satu kan, agar mereka bisa saling melindungi" ucap papa Andre yang langsung di angguki kepala oleh mama Ridha.
Dengan cepat papa Andre langsung menghubungi Bagas, Bagas yang masih di Jerman pun terkejut saat mendengar cerita papa Bagas, hingga Ia langsung pulang saat itu juga saat papa Bagas memberi tahu kan semua apa yang terjadi di Indonesia.
Setelah selesai memberi kan semua informasi pada Bagas, papa Andre langsung menghubungi Rangga dan menanya kan apakah mereka sudah sampai di kantor atau belum.
Namun papa Andre tidak dapat jawaban dari Rangga, mama Ridha pun mencoba membantu menlepon Reina, tapi hasil nya nihil, sama sama tidak ada jawaban.
Papa Andre dan mama Ridha mencoba para bodygard yang mengikuti mobil Rangga dan Reina, namun mereka mengatakan masih mencari keberadaan Rangga dan Reina karena mereka melihat mobil yang di kenderai Rangga terparkir di jalan yang cukup sunyi di dekat daerah hutan.
Papa andre yang mendapat informasi dari anak buah nya langsung mengerah kan anak buah nya untuk mencari keberadaan Rangga dan Reina.
Boby yang langsung di beri kabar oleh bos nya langsung mencari Rangga dan Reina melalui GPS yang sudah di pasang di kalung yang Reina pakai, dan juga ponsel Rangga.
Namun Boby tidak bisa melihat keberdaan mereka dimana, Boby terus melacak nya, namun hasil nya nihil.
Tbc.
Nah looh.. kemana pergi nya Rangga dan Reina.
Tanya Author dulu deh...hehehehe..
Atau kita cari sama sama.
Para readers yang tercinta, ayo dong kasih dukungan buat karya author yang ini, padahal author sudah Up setiap hari looh, tapi entah kenapa dukungan nya sedikit sekali, dan yang lebih sakit ada juga yang komentar nya membuat author jadi sedih.
__ADS_1
Author hanya penulis yang masih butuh belajar lagi, jadi kasih semangat dong Author.
Dan author mohon dukungan nya untuk Author ya, plissssss.