
Sudah satu minggu kepergian ayah Budi, dan tahlilan juga sudah di lakukan sampai malam ke tujuh, kini Reina berada di ruang kerja ayah nya, Reina sudah ingin tahu rahasia apa yang di sembunyi kan ayah nya.
Dengan di temani Bagas, Reina sekarang sudah berada di ruang kerja Ayah nya, dengan tangan bergetar, Reina membuka laci yang di beritahu kan oleh nya.
Di lihat nya ada brangkas yang di beri tahu nya,Reina mengangkat brangkas itu dan meletak kan nya di atas meja.
Sebelum membuka brangkas yang ada di hadapan nya, Reina menatap Bagas sejanak, Bagas yang berdiri di hadapan nya pun langsung mengangguk kan kepala nya tanda setuju kalau Reina harus membuka brangkas itu.
Dengan membuka kalung yang ada di leher nya, Reina melihat kode yang terselip di balik liontin kecil yang sudah di beri kan ayah nya saat sebelum pergi ke Makasar.
Reina memutar sesuai kode yang tertera di kalung nya, dengan hitungan detik brangkas tersebut langsung terbuka.
Reina membuka perlahan penutup brangkas dan melihat isi nya, sebuah amplop berwarna coklat kekemasan, dengan perlahan tangan Reina mengambil nya dan membuka amplop tersebut.
di dalam nya ada sebuah surat dan foto yang masih terbalik, Reina dan Bagas belum melihat foto siapa yang ada di hadapan mereka.
Dengan perlahan Reina membalik foto tersebut, begitu terkejut nya Reina dan Bagas saat melihat foto seorang lelaki dan foto dua orang gadis memakai baju sekolah putih abu abu sambil berpelukan dan tersenyum manis.
" Mama" ucap Bagas dan Reina berbarengan.
" Siapa foto lelaki ini" tanya Bagas yang mendapat gelengen dari Reina.
" Rein coba kamu baca surat nya" ucap Bagas dan langsung di angguki kepala oleh Reina.
Reina mengambil surat yang sebelum nya di letak kan di ats meja, dengan perlahan dia membuka kertas yang lumayan panjang dan berisikan begitu banyak kata kata.
Untuk anak ku Reina.
__ADS_1
Ayah yakin kamu akan terkejut saat mengetahui ini semua nak, tapi ayah harus memberi tahu kan mu.
kamu tidak sendirian nak, sebenar nya kamu masih mempunyai saudara, dia adalah paman mu, kakak sepupu dari ibu mu, dan foto lelaki yang ada bersama surat ini adalah foto paman mu yang sekarang masih hidup.
Paman mu begitu marah pada ibu mu dan ayah saat apa yang di ingin kan nya tidak tercapai, bukan cuma harta peninggalan kakek dan nenek mu saja nak, tapi ibu mu tidak pernah mau merestui kalau tante Ridha yang saat ini dekat dengan mu adalah wanita yang begitu di cintai paman mu.
Paman mu adalah sudah mendapat harta peninggalan nenek mu, tapi dia merasa tidak puas, ibu kandung nya yang tak lain adalah adik kakek mu begitu marah sampai meninggal di hadpan nya tepat pernikahan tante Ridha dan om Andre, dan malam itu merupakan malam yang begitu kejam untuk nya, hingga dia bersumpah di depan ayah dan ibu mu kalau dia kan membalas kan semua dendam nya pada kita.
Dan soal kematian ibu mu, sebenar nya ibu tidak punya penyakit apa pun nak, ibu mu tertusuk saat ingin menyelamat bayi laki laki yang baru di lahir kan oleh tante Ridha, dan bayi itu adalah nak Bagas.
Paman mu ingin membunuh keturunan Kesuma karena seharus nya anak yang lahir dari tante Ridha adalah anak nya, tapi samua itu bisa di henti kan ibu mu. tapi saat itu ibu mu kecelakaan dan menyebab kan ginjal nya harus di angkat satu karena rusak parah akibat benturan di pinggang belakang nya.
Saat itu ayah begitu terpukul, padahal kami saat itu sedang program agar bisa mendapat keturunan, tapi ibu meyakin kan ayah kalau dia masih bisa hamil walau pun hanya mempunyai satu ginjal.
Dan takdir itu memang nyata sayang, kamu hadir setelah lima tahun kami berjuang kesana kemari, namun kondisi ibu mu semakin parah setelah melahir kan kamu, hingga dokter meyaran kan agar rahim ibu mu di angkat juga karena berpengaruh saat kecelakaan itu.
Tapi Setelah di operasi ternyata kesehatan ibu selalu saja bermasalah, hingga umur kamu 8 tahun, ibu mupergi meninggal kan kita.
Saat itu ayah menolak karena ayah rasa itu hanya semua gertakan saja, tapi ternyata itu semua benar sayang, kamu di culik dan di kaki mu di pasang alat peledak, hingga kalau ayah menolak keinginan nya dia dengan senang hati memencet tombol dan bom itu akan langsung meledak.
Karena ayah tidak mau kehilangan mu setelah ayah kehilangan ibu mu, ayah menyetujui permintaan nya, walau pun sampai saat ini ayah tidak pernah bertemu dengan paman mu.
Tapi setelah menikah, ayah tidak pernah menyentuh ibu tiri mu nak, karena ayah masih setia dengan ibu kandung mu.
Dan satu yang harus kamu ingat nak, kalau Siska adalah saudara sepupu mu, dia adalah anak dari paman mu, walau pun mereka tidak menikah, tapi kenyataan nya kalau siska adalah anak dari paman mu.
Berhati hati lah saat ini nak, karena saat ini ayah yakin kalau paman mu akan kembali akan mengambil harta peninggalan kakek dan nenek mu, dan ayah yakin kalau dia juga akan membalas dendam pada keluarga Kesuma.
__ADS_1
Ayah begitu menyayangi mu nak, dan menikah lah dengan nak Bagas, dia lelaki yang baik, mungkin Allah telah menyatu kan kalian lewat takdir yang sudah di dekat kan untuk kalian saat ibu mu menyelamat kan nya dulu saat baru lahir.
Ayah yakin kamu akan bahagia bersama Bagas, walau pun banyak yang akan menghancur kan kebahgian kalian, tapi ingat lah selalu kata kata ayah nak, bahwa akan ada pelangi setelah hujan.
Salam sayang ayah untuk putri tercinta ayah.
Budi.
Air mata Reina menetes membaca surat yang ada di tangan nya, Sedangkan Bagas tidak percaya kalau ternyata mama dan papa nya ternyata sudah mengenal ayah Budi.
" Kenapa kita tidak di beri Tahu Rein, kalau ternyata orang tua kita saling mengenal" tanya Bagas Reina.
Saat Reina akan menjawab, pintu ruang kerja Ayah budi terbuka, masuk lah Papa Andre dan mama Ridha beserta Raka yang setia menemani bos besar nya.
" Papa..Mama" panggil Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh kedua nya.
Sudah terbongar misteri nya kan siapa musuh keluarga kesuma..
Ayo jangan lupa untuk share novel author ya, agar makin banyak yang mampir ke sini.
Dan jangan lupa jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya, dan kasih komentar yang positif, biar author semangat buat nulis nya.
terima kasih banyak.
Love You.
__ADS_1
Tbc.