La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#129


__ADS_3

Hampir 15 menit Reina di periksa dan tak lama pintu terbuka, keluar lah Dana dengan wajah yang tak bisa di baca oleh Bagas.


" Dan, apa yang terjadi? kenapa wajah mu membuat kalau terjadi sesuatu terjadi pada istriku?" tanya Bagas dengan jantung yang sudah berdetak tak karuan.


Dana hanya bisa menatap wajah Bagas dengan iba, dia melihat ke belakang dimana para dokter masih bekerja memeriksa keadaan Reina.


" Maaf aku Gas, tapi aku harus menyampaikan ini sama padamu" ucap Dana.


" Katakan?" ucap Bagas yang sudah tak sabar ingin tahu tentang kondisi istrinya.


"Bayi kalian harus di keluarkan dari perut Reina karena saat ini bayi kalian sudah tidak bernyawa" ucap Bagas.


Deg


Bagas terdiam beberapa saat, dia mundur beberapa langkah, menatap dana tidak percaya sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gak, ini gak benar kan dan, anak ku pasti masih bisa di selamat kan, dia bayi yang kuat sama seperti mamanya" ucap Bagas yang masih tidak percaya.


" Tapi itulah kenyataan nya Gas, kami harus operasi Reina saat ini juga, kalau tidak akan bahaya pada kondisi Reina" sahut Dana yang lagi-lagi membuat Bagas terkejut.


Bagas terdiam dan menatap ke sembarang arah, cobaan apa ini ya Allah, itu lah yang ada di dalam pikiran Bagas saat ini.


" Lakukan yang terbaik untuk istriku" hanya itu yang bisa di ucap kan Bagas.


Dana langsung menepuk bahu Bagas sebelum Dana kembali masuk ke dalam ruangan Reina, selang beberapa menit para perawat keluar sambil mendorong brankr rumah sakit untuk membawa Reina ke ruang operasi, Bagas yang melihat keadaan istrinya langsung ikut mendorong brangkar tersebut sampai ke depan pintu operasi, di tatap nya wajah Reina yang sama sekali belum membuka matanya, dan di raba nya untuk terahkir kalinya perut buncit Reina.


Bagas terdiam duduk di depan ruangan operasi, ia berfikir apa yang harus ia katakan nanti saat Reina sadar, Bagas takut Reina begitu terpukul saat mengetahuinya nanti dan akan membuat kondisinya semakin tidak stabil.


Bagas langsung teringat dengan mimpi Reina kemarin malam, dia merasa begitu bersalah karena mengatakan itu hanya mimpi, dan ternyata apa yang ada di mimpi istrinya benar terjadi, bayi mereka tidak tertolong dan sekarang harus di keluarkan dari dalam perut Reina.


Bagas menutup matanya dengan tangannya karena tidak sanggup mengingat kejadian yang baru saja menimpa Reina.

__ADS_1


Di kediaman Kesuma, Raka menatap Ria orang yang pertama kali melihat Reina terjatuh, " jawab jujur atau kau akan tahu apa akibatnya kalau kau sampai berbohong" ucap Raka menatap Ria dengan tajam.


" Sumpah tuan, saya benar benar tidak melihat apa pun, saat itu sayang ingin menolong nona Reina saat saya melihat nya, tapi saya tidak berani menyntuh nona Reina hingga datang lah nyonya besar dan ibu Fitria" jawab Ria dengan wajah yang sengaja di buat ketakutan.


Padahal yang sebenarnya terjadi adalah Ria dengan cepat mengambil kulit jeruk tersebut dan memaukkan ke dalam kantung seragam nya karena itu tidak akan terlihat dari cctv karena posisinya dia berada di bawah meja, dan kenapa tiba-tiba ada kulit jeruk di sana, saat Reina berbicara ingin mengambil kembali buah kiwi, Ria pura-pura mengelap meja yang sudah di bersih kan sebelumnya agar tidak curiga, dan saat sudah selesai dia berjalan dimana jalan itu akan di lalui Reina dan sambil berjalan Ria menjatuhkan kulit jeruk tersebut yang sudah dia selipkan di dalam lap yang ia pegang sehingga kalau dri cctv tidakterlihat kecurigaan sama sekali.


Raka dan Meta saling lihat mendengar pertanyan Ria, dan entah kenapa disana juga tidak ada siapa-siapa yang akan di jadi kan bukti lain.


" Tolong jangan hukum saya tuan, saya benar-benar tidak tahu, sumpah tuan, tuan bisa mengecek cctv yang ada di rumah ini" ucap Ria agar dirinya tidak di curigai.


Tapi yang namanya Raka belum tentu percaya dengan hanya jawaban saja, " baiklah kau kami bebas kan, tapi jika kami dapat bukti kalau kau berbohong, aku sendiri yang kan menghukum mu" ucap Raka langsung pergi meninggal kan Ria.


Meta mengikuti Raka pergi, namun sebelum pergi Meta melihat tatapan benci pada mata Ria, ia semakin yakin ada yang di sembunyikan Ria, dan sebenarnya itu juga dapat di rasakan Raka, hanya saja Raka masih pura-pura tidak tidak. dia akan menyelediki semuanya secara diam diam.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2