
Meta berjalan mondar mandir di depan UGD karena khawatir dengan keadaan nona bosnya, di dalam Dana sedang di bantu dengan dokter lain untuk memeriksa istri dari sahabatnya itu.
" Segera panggil dokter Spog sekarang, biar langsung di periksa" perintah Dana pada seorang Suster.
Pintu ruangan terbuka, Meta langsung mengalihkan pandangannya dan berjalan mendekati Suster yang ada di depan pintu.
" Sus gimana keadaan nona saya?" tanya Meta.
" masih di periksa dokter Buk, tunggu saja dokter nanti yang memberitahu, permisi saya mau panggil dokter dulu" jawab Suster tersebut.
"Bukannya di dalam sudah ada banyak dokter? kenapa suster tadi malah memanggil dokter lagi? apa penyakit nona Reina separah itu" monolog Meta dengan menatap kepergian Susteryang sudah jauh.
Meta duduk untuk menunggu kabar dari sang dokter mmeberikan kabar, dan tak lama tiga pemuda tampan sedang berlari ke arah dimana Meta sedang duduk. Meta yang mendengar langkah kaki yang begitu serentak langsung menolehkan kepalanya ke arah asal suara. dengan cepat Meta langsung berdiri untuk menyambut bos besarnya.
" Bos" sapa Meta dengan wajah sedikit takut.
" Dimana istri saya? kenapa dia bisa pingsan?" tanya Bagas dengan suara yang begitu khawatir.
Belum sempat Meta menjawab, Suster yang tadi sempat berbicara pada Meta masuk kembali bersama seorang dokter wanita.
Bagas dan yang lainnya juga langsung melihat ke arah dokter yang mau masuk ke dalam ruangan, Dokter tersebut hanya menganggukkan kepalanya tanda permisi masuk ke dalam, begitu juga dengan suster tersebut.
__ADS_1
" Apa dokter yang memeriksa istriku baru masuk?" tanya Bagas yang sudah melihat dokter masuk ke dalam ruangan.
"Tidak bos, di dalam sudah ada dokter Dana dan tiga dokter lainnya, saya juga gak tahu kenapa ada dokter lagi yang masuk ke dalam ruangan" jawab Meta memberitahu.
Bagas langsung mengusap wajahnya dengan kasar saat mendengar apa yang di katakan oleh Meta kalau di alam sudah banyak dokter yang memeriksa istrinya.
" Tenanglah, Reina pasti baik-biak saja" ucap Rangga menenagkan Bagas.
Bagas tidak menjawab, ia hanya menatap pintu yang masih tertutup dan meyandarkan kepalanya di depan pintu. Hampir lima belas menit Bagsa dan yang lainnya menunggu, dan tak lama pintu ruangan terbuka.
Keluarlah Dana dan dokter wanita yang tadi di lihat oleh Bagas, sedangkan tiga dokter yang lainnya langsung permisi pada Bagas dan yang lainnya untuk kembali memeriksa pasien yang lainnya.
" Gimana keadaan Reina? dia tidak kenapa-napa kan?" tanya Bagas langsung.
" Gimana keadaan istri saya?" tanya Bagas langsung dengan suara tegas dan wajah tanpa expresi.
Dokter Indira hanya membalasnya dengan senyuman semanis mungkin, kemudian dia memberikan selembar kertas yang sudah di print tadi saat memeriksa Reina di dalam.
" Saya rasa bapak bisa membaca dan melihatnya langsung apa yang sedang di alami oleh istri bapak" ucap Indira mmeberikan kertas yang ada di tangannya.
Bagas langsung mengambil kertas yang ada di tangan dokter Indira dan membukanya dengan cepat, begitu kertas terbuka matanya langsung membulat dan menatap wajah dokter Indira sesaat. kemudian dia kembali melanjutkan membaca dan membalik kertasnya dan tampak lah hasil foto USG di belakangnya.
__ADS_1
" Ini benarkan?" tanya Bagas masih belum percaya.
Dokter Indira menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, Bagas langsung mengucap Syukur dan memeluk Rangga yang ada di sampingnya.
" Reina hamil" ucap Bagas dengan senangnya.
Semua yang mendengarnya juga begitu senang dan mengucap syukur ahkirnya Reina di percaya kembali untuk hamil lagi.
" Dan ada kabar yang lebih mengejutkan lagi pak" ucap Dokter Indira yang langsung mmebuat Bagas dan yang lainnya menatap dokter Indira dengan intens.
" Apa itu? apa ada kendala dari di kehamilan istri saya ini?" tanya Bagas yang tiba-tiba merasa khawatir.
" Tidak ada kendala apa pun pak, hanya saja kabar baik ini akan membuat bapak semakin senang, karena ibu Reina saat ini hamil kembar, jadi bapak akan mempunyai anak kembar nanti" jawab dokter Indira dan mmebuat Bagas langsung melongo.
" kembar?" tanya Bagas.
Doker Indira menjawab dengan senyuman dan menganggukkan kepalanya. Bagas kembali memeluk Rangga. dia begitu senang karena mendapat kabar bahagia hari ini.
Berbeda dengan Raka yang sedari tadi hanya memperhatikan dokter Indira yang berdiri tepat di hadapannya.
Dan semua itu tak luput dari pandangan Dana, dan hanya senyuman simpul yang di berikan Dana diujung bibirnya.
__ADS_1
Tbc.