
" Sebaiknya aku kasih Reina nafas buatan aja, biar Reina kembali sadar" ucap Bagas yang mau melakukan memberikan nafas buatan untuk Reina.
Saat sudah dekat, tiba tiba pintu kamar utaa terbuka, dan langsung melotot melihat aksi yang akan Bagas lakukan.
" Hei "
Bagas langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke asal suara. di lihat nya mama dan papanya yang sudah bertolak pinggang dengan wajah yang sudah garang. Sementara Rangga hanya bisa membuat muka tidak berani meihat ke arah Bagas dan Reina.
" Kamu apa apaan sih Gas, uda tahu istri lagi pingsan dan belum sadar, mau kamu sosor aja" Ucap mama Ridha marah marah.
" Isshh,, Ma tadi Reina uda bangun Ma, tapi pas lihat wajah Bagas malah pingsan lagi" ucap Bagas membela dirinya.
" Kamu kan bisa panggil mama, bukannya malah kamu sosor" sahut mama Ridha tidak percaya.
" Bagas cuma kasih nafas buatan Ma, bukan mau nyonyor, lagian kalau Bagas panggil mama yang ada para pelayan jadi tahu kalau Bagas tidak kenapa napa Ma" ucap Bagas masih tetap membela dirinya.
" Benar juga" ucap mama Ridha yang membuat papa Andre dan Rangga menggelengkan kepala mereka yang tadinya marah mara sekarang malah menyetujui apa yang di katakan Bagas.
Dengan cepat mama Ridha mengambil minyak angin yang ada di nakas, dan memberikan nya ke hidung Reina agar Reina kembali siuman.
" Seharusnya kamu beri ini pada Reina Gas, bukan nya kamu sosor seperti tadi" ucap mama Ridha lagi yang sudah kembali merepet.
__ADS_1
Dan lagi lagi papa Andre dan Rangga menghela nafas melihat tingkah mama Ridha, sedang kan Bagas hanya diam saja memperhatikan apa yang di lakukan mamanya pada istri tercinta nya.
Dan tak lama Reina kembali siuman, dengan pelan mata Reina kembali terbuka dan di lihatnya mama Ridha sedang berada di hadapannya.
" Ma" ucap Reina dengan suara lemahnya.
" Iya sayang, ahkirnya kamu sadar juga nak" sahut mama Ridha.
Reina belum menyadari kalau Bagas berada di sampingnya, dengan pelan Reina bangkit dari tidurnya dan mendudukkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.
Dengan cekatan Mama Ridha mmeberikan air putih untuk Reina, " Kamu uda enakan nak?" tanya mama Ridha setelah Reina meminum air pemberian mertua nya.
" Kamu kenapa sayang?" tanya mama Ridha.
" Ma bagaimana dengan Mas Bagas, apa yang terjadi dengan Mas Bagas Ma, Mas Bagas gak eknapa napa kan Ma? ledakan itu bukan mobil mas Bagas kan Ma, dan tadireina bermimpi kalau Mas Bagas berada di kamar ini Ma, MAs bagas meluk Reina Ma, dan semua nya seperti nyata ma, tapi ternyata itu semua hanya mimpi ma" ucap Reina dengan terisak.
Bagas yang tidak tega dengan istrinya menangis dengan tersedu sedu langsung memeluknya dan mencium kening Reina dengan lembut.
" MAs memang di sini sayan, dan kamu sedang tidak lagi bermimpi, semua nya nyata" ucap Bagas yang langsung membuat reina terdiam dan mengangkat kepalanya.
Mata Reina langsung melotot saat melihat suaminya berada di hadapanya dan sedang memeluknya dirinya.
__ADS_1
"Mas ini beneran kamu kan, aku lagi gak mimpi kan mas?" tanya Reina.
" Gak sayang, kamu lagi gak mimpi, ini beneran Mas, mas ada di sini di sedang meluk kamu" sahut Bagas yang membuat Reina langsung memeluk Bagas dengan erat dan kembali menangis.
" berjanji lah untuk tidak pernah meninggal kan Reina Mas, reina tidak sanggup kalau mas ninggalin Reina" ucap Reina yang di jawab anggukan kepala oleh Bagas.
" Pasti sayang, mas gak akan pernah ninggalin kamu, mas akan selalu berada di samping kamu" ucap Bagas kembali mencium oucuk kepala reina dan mengelus tambut Reina yang panjang.
Mama Ridha ikutan terhari melihat kesetian di mata Bagas dan Reina, rangga yang melihat itu juga hanya tersenyum walau pun hatinya sedikit nyeri, namun dirinya sudah berjanji akan selalu menjaga Bagas dan Reina sebagai adiknya, dan akan melindungi mereka selalu.
" Gas sebaiknya kamu ceritakan ke papa dan Rangga bagaimana kalian bisa samai di rumah?" tanya papa Andre dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Bagas.
Tbc.
Episode selanjutnya menceritakan bagaimana Bagas dan Raka bisa sampai di rumah ya.
Ikuti terus kelanjutan ceritanya, di jamin semakinseru dan menguras emosi.
Salam sayang author buat readers tercinta.
Love You.
__ADS_1