
Air mata Reina keluar setelah mendengar kalau Bagas tidak mau menikahi nya, entah apa yang membuat Bagas tiba tiba menjadi berubah pada nya.
" Kenapa kakak tiba tiba berubah? apa salah ku kak?" ucap reina di dalam kamar nya menagis setelah mendengar ucapan papa nya dari telpon kalau Bagas tidak mau menikahi Reina.
Sementara di kamar lain, Siska tertawa terbahak bahak setelah mendengar ucapan Ayah nya kalau Reina tidak jadi menikah dengan Bagas.
" Mampus kau Reina, sekali anak sial, pasti akan selalu sial" ucap Siska dengan wajah senang nya.
*****
"Bagas kau salah paham, maksud om Andre tidak seperti itu, dia mempunyai memang mempunyai rencana, tapi tidak ada sangkut paut nya dengan hubungan mu dengan Reina, percaya lah pada papa mu Gas" ucap Raka yang sudah capek membujuk Bagas agar terus mau mengikuti apa yang di kata kan papa nya.
" Apa kau tidak dengar apa yang di kata kan papa, kalau pernikahan ku dengan Reina hanya sebuah rencana Ka, dan aku tidak mau semua itu terjadi, kalau semua nya akan membuat Reina sakit hati nanti nya" sahut Bags emosi.
" Tapi kau tidak tahu rencana apa yang sudah di rencana kan oleh papa mu dan Reina Gas, papa mu cuma mau menyatu kan mu dengan Reina. itu semua semata mata agar Reina bisa aman berada di keluarga Kesuma" ucap Raka meyakin kan Bagas agar tidak bertindak bodoh.
" Apa kau tahu rencana apa yang masih di sembunyikan papa?" tanya Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Raka.
" Yaa...aku tau, tapi aku tidak bisa memberi tahu kan mu, karena aku takt kau tidak bisa menjalan kan ya, percaya lah, Om Andre begitu menyayangi mu dan Reina" ucap Raka yang kini membuat BAgas terdiam dan mencerna semua ucapan Raka.
Sementara Reina sudah memberes kan pakaian nya untuk pergi ke Makasar, dia sudah berniat akan pergi ke kampung halaman ibu nya untuk menetap di sana agar semua masalah nya hilang dan tidak di ganggu oleh siapa pun.
" Nak coba fikir kan lagi, Bagas sangat mencintai mu,dia pasti punya alasan kenapa sampai membatal kan pernikahan yang sudah kami bicara kan sebelum nya" ucap Ayah Budi berharap anak nya tidak berangkat ke kampung halaman ibu nya.
" Maaf Ayah, Rein cuma mau menenang kan diri Reina, di sana masih ada rumah nenek dan kakek yang sudah lama tidak di tempati bukan, lagian aku juga sudah bertahun tahun tidak ke sana semenjak ibu meninggal" ucap Reina yang terus memasuk kan baju nya ke dalam koper.
" Dan untuk perusahaan, nanti kita bicara kan lagi Yah, karena sebenar nya Reina tidak mengingin kan itu semua" ucap Reina.
Ayah Budi langsung keluar setelah gagal membujuk Reina untuk pergi, dia kembali masuk ke kamar dan mengirim pesan pada papa Andre mencerita kan kalau Reina akan meninggal kan kota Jakarta dan berniat untuk menetap di kampung halaman ibu nya Makasar.
Bruuuuk ( suara pintu di buka dengan kasar)
" Kau lihat Gas, karena ke egoisan mu yang tidak mau mengikuti apa kata papa, sekarang Reina mau pergi meninggal kan kota ini" ucap papa Andre yang sudah habis kesabaran nya.
__ADS_1
Bagas terkejut mendengar ucapan papa nya, dia langsung beranjak dari tempat tidur saat mendapat kabar kalau reina akan pergi meninggal kan nya.
" APAAAA....Reina mau pergi?" tanya Bagas menatap papa nya.
" Iyaaa...Reina mendengar percakapan papa dan ayah nya dari telpon, sehingga dia ingin memilih pergi dari kota ini agar tidak merasa kesepian, dan papa rasa ini bagus untuk nya agar dia tidak di ganggu lagi oleh wanita iblis itu bukan, dan ini yang kau mau bukan" ucap papa ingin melihat reaksi Bagas.
" Tidak...tidak Pa, aku gak akan biarin Reina pergi" ucap Bagas yang langsung mengambil kunci mobil dan langsung berlari keluar rumah menuju mobil nya untuk ke rumah Ayah Budi.
Papa Andre yang melihat itu langsung tersenyum, " Rencana ku berhasil, tak kan ku biar kan kau bisa mengusik anak ku, aku tahu pasti kau mmebantu wanita itu demi misi mu yang selalu saja tudak baik" ucap papa Andre dengan tersenyum jahat.
Raka langsung mengikuti Bagas, tak lupa bodyguart yang selalu setia mengikuti kemana bos nya pergi.
" Rein ku mohon jangan pergi, maaf kan aku" ucap Bagas yang menyetir mobil nya sudah seperi pembalap saja.
Raka yang mengikuti bos nya hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja, " Ckck....Bagas..Bagas..sudah seperti ini baru kalang kabut, malah bawa mobil negbut banget lagi, seperti punya nyawa cadangan saja" ucap Bagas sambil fokus menyetir mengikuti mobil Bagas.
Kini Bagas sudah tiba di rumah Reina, Ayah Budi yang sudah di kabari papa Andre terlebih dahulu sengaja membuka pintu nya lebar lebar agar Bagas bisa langsung masuk.
" Rein..." panggil Bagas setelah membuka paksa pintu kamar Reina.
Reina yang saat itu bar selesai memberes kan barang barang nya terkejut melihat kedatangan Bagas.
" Kak Bagas" ucap Reina dengan gugup.
Bagas langsung memeluk Reina begitu erat, " Jangan pergi, aku mohon, tetap lah di sini?" ucap Bagas masih memeluk Reina.
" Kak.." panggil Reina sambil melerai pelukan Bagas.
" jangan pergi" ucap Bagas kembali saat pelukan nya sudah terlepas.
" Reina harus pergi kak, sudah saat nya Reina menghilang kan kesedihan di sini" ucap Reina dengan air mata bahagia.
" Kita akan bahagia di sini Rein, percaya lah pada ku" ucap Bagas meyakin kan.
__ADS_1
Reina menggeleng kan kepala nya dan melepas kan pegangan tangan Bagas.
" Tidak kak, di sini tidak ada kebahagian untuk ku, setelah ibu meninggal aku selalu merasa kesedihan menghampiri ku, biar kan aku pergi kak" ucap Reina yang kembali membuat Bagas menggeleng kan kepala nya.
Di luar kamar Reina, Siska merasa senang karena Reina tetap mau pergi meninggal kan rumah ini, dan semua berita ini akan sampai ke telinga mama nya, dengan begitu mereka bisa mengambil harta Reina emakin mudah kalau hanya menyingkir kan si tua bangkutan siapa lagi kalau bukan Ayah Budi.
" Ahkir nya kau pergi juga Rein, semoga saja sekalian pergi selama lama nya, pesawat yang kau tumpangi jantuh di bawah lautan luas, dan tubuh nya habis di makan hiu, jadi tidak ada yang menghalangi mama ku untuk menhambil alih seluruh harta kekayaan mu, dan aku bisa menganti kan posisi mu untuk tuan Bagas" ucap Siska yang langsung pergi meninggal kan kamar Reina.
Dari balik tembok, Ayah Budi menatap kepergian Siska.
" Sudah ku duga kau pasti akan mencari tahu nya dan mengata kan semua nya pa ibu mu" batin Ayah Budi.
Tbc.
Wayooo Reina mau pergi tu..
Kasian Reina nya, gak bahagia bahagia..
Tapi ikuti saja cerita nya yaa....
di jamin pasti seruu dehhh...
Author cuma minta tolong untuk share cerita author saja, agar banyak yang membaca, kalau readers berkenan untuk dukung, maka Author ucap kan terima kasih banyak.
Dukungan kalian lah yang membuat Author untuk semngat buat nulis, tapidari hari ke hari pembaca nya semakin menurun Author lihat, jadi nya author sedih.
Ayo dong bantu share karya author yaa....
Salam sayang Author untuk Readres tercinta.
Love You More.
__ADS_1