
" Ck, kalau itu tidak masalah, kaluarga saya yang akan mengurusnya, asal wanita itu bisa merasakan hukuman yang setimpal" ucap Rangga dengan wajah penuh amarah.
" Dan satu lagi, saya mau kau juga ikut mengantarnya bersama dengan aku" lanjut Rangga.
" Apa? aku?" ucap Ivo terkejut.
Deg
Meta yang mendengar ajakan Rangga pada Ivo langsung lemas sekatika, rasanya saat ini ia ingin berlari sekencang-kencangnya dan berteriak sekuat mungkin agar hatinya kembali lega dan bisa bernafas dengan normal kembali.
" Gimana? kau setuju?" tanya Rangga menatap mata Ivo begitu dalam.
" Baiklah, nanti akan saya bicarakan pada atasan saya terlebih dahulu" jawab Ivo yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Rangga.
" Beritahu aku kabar kapan kita akan berangkat ke sana, biar aku yang persiapkan semuanya" ucap Rangga sebelum melangkahkan kakinya meningalkan Ivo yang masih melihatke arahnya dengan tatapan berbeda.
Namun seketika mata Ivo langsung terkejut saat melihat Meta menghapus air matanya sebelum ia juga ikut meninggalkan ruangan Ivo.
__ADS_1
" Kenapa dengan pacarna tuan Rangga? apa mereka ada masalah?" ucap Ivo bertanya-tanya.
Begitu sampai di rumah besar Kesuma, Meta langsung permisi untuk beristirahat sejenak pikiran dan hatinya, dan itu membuat Reina dan semua yang ada di sana menatapnya dengan tatapan heran karena tidak biasanya Meta bertingkah seperti ini.
" Ada apa dengannya?" tanya Bagas pada istrinya.
" Aku juga tidak tahu mas" jawab Reina yang masih mengikuti kemana arah Meta berjalan.
Namun tiba-tiba tatapan mata Reina dan Bagas langsung beralih ke arah Rangga yang sedang menikmati kopinya. Sadar akan di pandangi, Rangga langsung menoleh dan bertanya.
" Bukan kakak kan yang membuat Meta seperti itu?" tanya Reina dengan tatapan mengintimidasi.
" Aku? kenapa jadi aku, sejak pergi ke kantor polisi tadi dia sudah diam saja, jadi kalau mau tahu dia kenapa, kalian bisa tanya dengan orang yang bersangkutan langsung" jawab Rangga kemudian langsung melanjutkan minum kopinya setelah itu dia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah dimana kamarnya.
" Sepertinya ada yang tidak beres dengan Meta Mas" ucap Reina yang masih melihat ke arah tangga mengikuti kakaknya berada.
" Tidak usah kamu fikirkan sayang, biarkan itu urusan dia, yang kita fikirkan adalah kandungan kamu" sahut Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Reina.
__ADS_1
Berbeda dengan Ivo yang tiba-tiba kepikiran dengan keberangkatannya lusa bersama dengan Rangga, entah kenapa hatinya mendadak berdetak saat dirinya baru saja memberikan pesan pada Rangga kalau atasan menyutujui kepergiannya bersama dengan Rangga untuk mengantarkan Diana ke tempat yang tepat.
" Kenapa aku merasa tidak nyaman begini ya? apa aku akan pergi bersama dengan kekasih orang, dan Nona Meta mengetahuinya" monolog Ivo.
Kemudian Ivo melihat ponselnya, namun belum ada balasan dari Rangga, dia ingin bertanya pada Meta, tapi Ivo langsung mengurungkannya.
Meta sendiri saat berdiri menatap pantulan sinar bulan yang ada di dalam kolam renang, dadanya begitu sesak, berkali-kali Meta menghela nafasnya namun rasa sesak yang ada di dadanya belum juga hilang.
" Ayo lah Meta, kau harus move on, kalian itu berbeda dan dia tidak mencintai kamu sama sekali" ucap Meta sambil menutup matanya.
" Siapa yang kamu maksud?" tanya seeorang yang tiba-tiba berada di belakang Meta.
Deg
Tbc.
Wayooo kira-kira siapa ya bertanya pada Meta? ada yang bisa nebak kah para readers?"
__ADS_1