La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#88


__ADS_3

Saat ini Reina dan Bagas sedang makan malam berdua di Restoran, Reina yang begitu cantik dengan gaun yang di pilihkan Bagas, dan riasan wajahnya yang begitu natural membuat wajah Reina begitu cantik dan bersinar seperti rembulan di mata Bagas.


Bagas yang melihat Reina makan hanya bisa tersenyum menatap wajah istrinya, bahkan Reina sudah banyak memakan makanan yang ada di atas meja, sedang kan Bagas hanya menatap Reina makan saja sedari tadi.


" Apa kamu kenyang Mas dari tadi hanya menatap Reina makan?" tanya Reina sambil makan melirik Bagas sekilas.


Bagas hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Reina, dengan perlahan Bagas pindah ke kursi sofa di sebelah Reina.


" Iya sayang, mas langssung kenyang saat melihat kamu" ucap Bagas tepat di telinga Reina sehingga membuat Reina merinding seketika.


" Mas kita lagi di tempat makan, jangan aneh aneh deh, minggiran dikit lah" ucap Reina berusaha menghindar.


Bagas melihat ke sekeliling, " Tidak ada siapa siapa sayang, hanya ada kita berdua" ucap Bagas yang langsung membuat Reina juga ikut melihat ke sekeliling restoran.


Ahk iyaa, kenapa aku bisa lupa sih, ini kan ruangan nya spesial room, cuma ada kami berdua, batin Reina menatap Bagas yang sudah tersenyum penuh arti padanya.


Dengan cepat Bagas langsung mencium bibir Reina dengan lembut, di tekannya tengkuk Reina agar memperdalam ciuamannya.


Reina hanya bisa pasrah dengan kelakuan Bagas yang tiba tiba menyerangnya, setelah beberapa menit, Bagas langsung menghentikan Ciumannya.


" Enak sayang, ada rasa kejunya" ucap Bagas yang langsung dapat pukulan dari Reina di bahu Bagas.


Bagas hanya bisa terkekeh dan ikut makan di sebelah Reina dengan piring yang sama.


" Mas bagaimana dengan kabar Miranda?" tanya Reina sambil makan.


" Maksud kamu Siska sayang?" bukannya menjawab Bagas kembali membuat pertanyaan.

__ADS_1


" Ahk iyaa mas, maksud Reina Siska yang menyamar menjadi Miranda" jawab Reina.


"Belum ada pergerakan sayang, mungkin mereka menyadari kalau aku sudah mengetahui kalau dia bukan MIranda" ucap Bagas sambil makan.


Reina langsung menghentikan makannya dan mengingat kiriman pesan dari nomor yang tidak di kenal kemarin malam yang mengirim foto Siska dan Bagas di sebuah kafe.


" Apa kalian masih sering bertemu mas?" tanya Reina menatap Bagas yang asik dengan makanannya.


" Tidak juga sayang, mas menjaga jarak dengannya juga kali, tapi mas harus berakting dengan sungguh sungguh biar dia dan mamanya tidak curiga kalau sebenarnya mas sudah tahu kalau itu bukan Miranda" jawab Bagas.


" Kamu tidak usah khawatir sayang, tidak akan terjadi apa apa antara Mas dan dia, di hati mas hanya ada kamu saja" sambung Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Reina.


Di tempat lain, Siska yang sudah merubah wajahnya menjadi Miranda sedang duduk bersama salah satu rekan kerja Bagas yang begitu membenci Bagas.


" jadi apa rencana kita selanjutnya?" tanya Hendrik, kolega yang selalu kalah tander oleh perusahaan Bagas.


" Apa kau yakin rencana kita akan berhasil" tanya Hendrik kembali.


" Sangat yakin, aku sangat kenal dengan Reina, dia wanita yang begitu lembut, kau bisa mengajak nya berteman terlebih dahulu, setelah itu kau bisa menjebaknya dan buat Bagas salah paham, dengan begitu Bagas akan hancur karena di khianati oleh Reina, maka aku akan datang untuk menghibur Bagas, dan Raja bisa masuk ke dalam perangkap ku, maka apa yang kita ingin kan akan dapat kita ambil, dapat orangnya, dan dapat juga hartanya, sekali tepuk dua pulau terlampaui, bukan begitu" ucap Siska yang langsung di angguki kepala oleh Hendrik.


" Iyaa kau benar, tidak salah aku kenal dengan mu" ucap Hendrik menatap Siska.


Dari meja sebrang orang suruhan Bagas yang menyamar menjadi pelayan langsung mengirimkan bukti rekaman yang sudah di kirimnya pada tuannya setelah berhasil merekam percakapan antara Siska dan Hendrik.


Bagas yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya setelah makan malam di luar bersama istri tercintanya langsung mengambil ponsel saat ada suara notofikasi.


Bagas mendengar dengan serius suara rekaman yang baru saja di kirim oleh anak buahnya, namun tiba tiba Ia di kagetkan dengan suara Reina yang baru saja masuk kamar untuk mengambil air minum.

__ADS_1


"Mas sedang apa?" tanya Reina.


Bagas yang kaget langsung mematikan rekaman suaranya dan berjalan mendekati Reina yang berdiri di pinggir tempat tidur.


" Tidak apa apa sayang, mas hanya mengecek pekerjaan yang di kirim Raka" ucap Bagas menatap wajah reina yang begitu cantik dimatanya.


" Sekarang waktunya kita membuat Bagas junior, Mas sangat menginginkanmu" ucap Bagas tepat di telinga Reina sehingga membuat Reina merinding.


Bagas langsung mendorong pelan tubuh Reina dan membawanya ke atas tempat tidur, dengan pasrah Reina menuruti apa mau sang suami, karena akan menjadi ladang pahala untuknya.


Ahkirnya Bagas dan Reina olahraga malam hingga berjam jam sampai sampai Reina sudah tak sanggup lagi dan langsung terlelap saat mereka sudah selesai melakukan kegiatan panas mereka.


Bagas yang melihat Reina sudah terlelap sambil memeluk dadanya hanya bisa tersenyum gemas melihat wajah Reina.


" Aku akan selalu melindungi kamu sayang, bahkan mereka akan menyesal karena sudah berusaha membuat kamu dan aku akan berpisah" ucap Bagas sambil memperbaiki anak rambut yang menutupi wajah Reina.


" Gak akan aku biarkan kalian mengusik rumah tanggaku wanita ******, dan kau Hendrik, tunggu saja pembalasanku, bahkan aku akan membuat kau tidur di jalanan karena ulah mu sendiri" ucap Bagas dengan wajah nya yang begitu kejam.


 


Tbc.


readers tercinta ayo dong dukung novel Author yang berjudul La Tahzan.


Author mohon untuk share cerita Author agar semakin banyak yang mampir ke cerita Author, plissss


Dukungan kalian lah yang membuat Author semangat buat nulis.

__ADS_1


terima kasih banyak readers tercinta.


__ADS_2