
Saat ini Siska sedang di ajak jalan jalan oleh Bobi atas perintah Raka, Bobi yang mendapat perintah untuk menghancur kan Siska sedikit bingung apa maksud nya, hingga ia pun menghubungi Raka kembali dan pamit sebentar pada Siska.
" Ehhmm....Sis aku mau nelpon klien sebentar di sana ya, kamh tunggu di sini ya, kamu pesan aja makanan nya diluan" ucap Bobi dengan wajah di buat semanis mungkin.
"Kenapa gak di sini saja si sayang nelpon nya" sahut Siska dengan wajah centil nya.
" Aku gak mau ganggu kamu sayang, takut nya kamu jadi terabai kan di sini gara gara aku nelpon" ucal Bobi yang sudah mau muntah karena melihat gaya centil Siska yang di buat buat.
" Yasudah...tapi jangan lama lama ya" sahut Siska mengizin kan Bobi nelpon.
Bobi hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum geli melihat Siska yang seperti ulat keket gak mau di lepas.
Mimpi apa gua di beri kerjaan untuk dekat dekat sama wanita seperti itu, batin Bobi yang sudah merinding melihat gaya centil Siska.
Setelah di rasa cukup jauh dari Siska, Bobi pun langsung menghubungi Raka.
Raka yang saat ini masih di rumab sakit terkejut karenae dapat telpon dari Bobi.
" Ada apa? apa ada masalah?" tanya Raka to the point.
" Bukan bro, aku hanya nanyak maksud dari ucapan mu tadi untuk menghancur kan ulat keket itu,maksud nya menghancur kan apa?" tanya Bobi.
" Masa depan nya lah" ucap Raka memberi tahu.
" Loe lupa atau begok, masa depan dia uda hancur kali, sebelum gua sentuh dia, uda bobol diluan tuh anak" ucap Bobi memberi tahu.
" Ck..otak loe gak pernah berfungsi dengan baik, percuma si bos bayar loe mahal, buat dia menderita setelah kau hancur kan masa depan nya, buat dia merasa jijik dengan diri nya sendiri setalah kau hancur kan masa depan nya" ucap Raka memberi tahu.
" Karena si bos mau di menderita setelah apa yang sudah di lakukan nya tadi pada nona Reina" sambung Raka dengan suara tegas nya.
" Baik lah, serah kan semua nya padaku, semua nya akan berjalan lancar" ucap Bobi sambil menatap Siska yang kebetulan menatap diri nya.
__ADS_1
" Aku tanggu kabar nya" sahut Raka kemudian mematikan sambungan telpon nya.
Saat ini Bagas menunggu di ruang perawatan Reina dengan Raka, mama Ridha sudah pulang karena di suruh istirahat oleh Bagas.
Bagas tahu pasti mama nya capek karena tadi sempat bertarung dengan orang yang cukup banyak.
" Bagaimana? apa Bobi sudah membuat rencana untuk wanita itu" ucap Bagas saat melihat Raka sudah masuk kembali ke dalam ruangan setelah nelpon.
" Sudah bos, malam ini Bobi akan melancar kan aksi nya" sahut Raka memberi tahu.
" Bagus, aku mau memberi kan dia sedikit pelajaran dulu, kalau dia masih macem macem pada Reina, maka aku akan membuat nya untuk membuat diri nya untuk mengahkiri diri nya sendiri" ucap Bagas sambil menatap Reina yang belum juga sadar.
Raka yang mendengar ucapan bos nya langsung bergidik ngeri, dia sudah membayang kan apa yang akan di lakukan oleh bos nya kalau ada orang yang main main dengan keluarga Kesuma, orang nomor satu di Asia.
" Raka cepat panggil Dana,bilang pada nya kenapa Reina sampai sekarang belum sadar juga,padahal tadi dia bilang kalau Reina tidak kenapa napa" perintah Bagas pada Raka.
" Baik Bos" ucap Raka kemudian langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Dana.
Selang lima menit, Dana sudah tiba di ruangan Reina.
" kenapa Reina belum juga sadar,kau bilang dia tidak kenapa napa, ini sudah hampir 3 jam" ucap Bagas dengan menatap Dana dengan mata elang nya.
" Ck..kau ini, gadis mu nanti juga akan sadar kok,tapi sabar dong, saat ini dia masih di pengaruhi sama obat bius, paling nanti malam juga Reina sudah siuman" sahut Dana memberi tahu.
" Sekali lagi kau mengatakan gadis mu, ini hari terahkir kamu memijak kan kaki di rumah sakit ini" ucap Bagas yang pura pura marah.
" Jangan dong, yasudah kalau kamu tidak mau aku bilang gadis mu, biar aku bilang gadis ku saja" ucap Dana yang malah membuat mata Bagas ingin melahap Dana hidup hidup.
Dana daan Raka yang melihat itu hanya bisa menelan air liur nya dengan kasar.
*Mati gua, salah bicara ini seperti nya,batin Dana.
__ADS_1
Danaaaa....kau membangun kan singa yang lagi tidur tau gak, batin Raka*.
" Aku dengar kamu panggil itu pada Reina, kepala mu aku potong dengan samurai dan langsung aku berikan pada ikan piranha peliharaan ku" ucap Bagas dengan menatap Dana.
Dana hanya mengangguk kan kepala nya dengan cepat agar Bagas tidak semakin marah.
" Yasudah keluar kamu, aku malas lihat wajah mu" ucap Bagas pada Dana.
Dana hanga bisa memasang wajah jutek nya dan keluar dari ruangan Reina, Raka hanya bisa tersenyum mengejek Dana.
Di hotel bintang lima, lebih tepat nya di hotel milik keluarga Kesuma, Bobi membawa Siska ke hotel untuk melancar kan aksi nya.
" Sayang aku senang banget kamu ajak ke sini, kita mau happy happy kan sayang" ucap Siska sambil bergelayut manja di lengan Bobi.
" Iya sayang,aku akan membuat mu happy sampai kamu puas" sahut Bobi yang ingin muntah sebenar nya di gelayuti oleh Siska.
Bobi membawa masuk Siska masuk ke kamar yang luas, cctv sudah di atur agar ada bukti untuk menutup mulut Siska nanti nya.
Dan kamera tersembunyi juga sudah di siap kan oleh orang suruhan Bobi sebelum mereka tiba di hotel.
" Waaaaw....kamu sengaja mempersiap kan semua nya untuk kita malam ini sayang" tanya Siska yang langsung di angguki kepala oleh Bobi.
" Emmm...aku mau mandi dulu, kamu siap siap ya" ucap Bobi.
Siska langsung mengangguk kan kepala nya dengan cepat.
Bobi langsung berbalik menuju ke arah toilet, tapi sebelum masuk, Bobi langsung berbalik dan kembali berbicara pada Siska yang sudah ingin membuka kancing kemeja nya.
" Kamh langsung mati kan lampu nya ya, aku paling suka bercinta kalau lampu nya mati, setelah aku bersih bersih, aku mau lampu sudah langsung mati" ucap Bobi kembali.
" Oke sayang" jawab Siska langsung berjalan ke arah saklar lampu dan mematikan lampu kamar nya.
__ADS_1
Keadaan lampu kamar sudah gelap, Siska tersenyum begitu merekah, apa yang di ingin kan nya ahkir nya akan tercapai sebentar lagi.
Tbc.