
"Rumah sakit jiwa sepertinya sudah cocok menampung dirimu kakak ipar, karena sadari tadi aku di sini seperti duduk dengan orang gila yang senyum senyum sendiri tanpa menyahut apa yang aku ucapkan" ucap Bagas yang langsung mendapat tatapan horor dari Rangga.
" Gak usah langsung mata nya di buat kayak gendorowo gitu, gak takut akunya, lebih tampan juga genderowonya dari kakak ipar" lanjut Bagas yang langsung mendapat lemparan pulpen dari Rangga. Namun dengan cepat Bagas langsung mengelak dan pulpen mendarat tepat kena kepala Raka yang baru masuk dan berdiri di belakang Bagas
" Awwwww" suara ringisan Raka karena terkena lemparan pulpen.
" Salah target kakak ipar" ledek Bagas dengan senyuman usilnya.
" Ck, mau apa kau ke sini?" tanya Rangga ahkirnya membuka suara.
Rangga langsung duduk di sofa di susul Bagas dan juga Raka yang masih mengelus kepalanya akibat terkena lemparan pulpen dari Rangga.
" Gimana perkembangan wanita tua itu? aku gak mau sampai ini kasus jadi jalan di tempat karena kau sengaja membuat semakin lama agar kau bisa makij lama dekat dengan itu polwan" tanya Bagas to the point.
__ADS_1
Jadi benar kalau Rangga ada hati sama polwan itu? kasian Meta, padahal dia juga ada hati dengan Rangga. Batin Raka saat mendengar ucapan Bagas.
" Aku gak ada hubungan apa-apa sama dia, kita hanya sebagai rekan kerja sama aja, dia rekan kita untuk mengurus proses Diana agar mendapat hukuman gantung langsung" jawab Rangga tanpa menatap wajah Bagas.
" Ck, sok gak mau ngaku. Entar di samber polri di sana baru nyahok kau kakak ipar. dan pintu kamar ku akan ku tutup rapat rapat, gak ada sesi curhat karna kau patah hati" sahut Bagas.
" Kau kira aku cewek sampai nangis nangis kalau lagi patah hati" ucap Rangga gak terima.
" Emang, tadi masih versi orang gila nya, besok-besok bisa jadi orang versi orang patah hatinya" sahut Bagas yang lagi-lagi mendapat pelototan dari Rangga karena di sumpahi patah hati oleh adik ipar laknatnya.
Namun saat Reina ikut mengangkat kotak yang sudah di bungkus rapi, kepalanya mendadak pusing dan perutnya mendadak mual mencium bau kotak kartun yang ada di tangannya.
Meta yang melihat itu langsung menghampiri majikannya, namun baru saja sampai Reina sudah jatuh pingsan dan membuat Meta langsung panik seketika.
__ADS_1
" Nona...nona Reina..ya Allah Nona sadarlah, apa yang terjadi dengan mu Nona" ucap Meta yang sudah panik.
" Siap kan mobio cepat, dan tolong bantu saya angkat nona ke dalam mobil, kita bawa nona ke rumah sakit sekarang" teriak Meta saat semua bodigart yang membantu mengemas barang juga ikut terkejut melihat nona mereka jatuh pingsan.
Di jalan sang supir membawa Reina dan Meta dengan kecepatan penuh atas perintah dari Meta, dirinya begitu khawatir takut terjadi sesuatu pada majikannya.
Para Bodigart yang mengikut ke rumah sakit segera menghubungi Bagas.
Bagas yang sudah di beri tahu langsung ngacir ke rumah sakit, dan itu mengagetkan Rangga yang baru saja keluar dari kamar mandi menyelesaikan hajatnya.
" Kenapa dia?" tanya Rangga saat Raka masih berada di ruangan Rangga namun mau membuka pintu mengikuti Bagas.
" Kita mau ke rumah sakit tuan, nona Reina pingsan di rumah dan sekarang sedang di perjalanan menuju rumah sakit" ucap Raka memberitahu.
__ADS_1
" Apa Reina pingsan? aku ikut" ucap Rangga terkejut.
Tbc.