
Kabar Reina sudah sadar namun dengan kondisi yang begitu terpukul karena tidak terima kalau anak nya sudah tidak ada di dalam kandungan nya sudah terdengar sampai ke telinga mama dan papa Bagas, begitu juga dengan Rangga dan ibu Fitria.
Pagi ini mereka semua sudah berada di ruangan Reina, Bagas menatap keluar jendela dengan melipat tangannya di dada, dia memikir kan apa yang harus ia lakukan untuk bisa membuat Reina menerima semua ini.
Rangga menatap wajah Reina yang kemungkinan besar adalah adik kandung nya, ada rasa sakit di dada nya saat mendengar kondisi Reina.
" Papa sudah mendapat kabar, kalau memang benar ada musuh dalam selimut di rumah kita" ucap papa Andre saat melihat isi pesan yang di kirim oleh Raka.
Bagas dan Rangga langsung menoleh ke arah papa Andre duduk, " KIta harus bermain cantik kali ini, dan suruh para penjaga untuk memasang setiap sudut cctv tanpa sepengetahuan para pelayan" ucap papa Andre melanjut kan kata-katanya.
"Apa ini ada sangkut paut nya dengan pelayan yang pertama kali melihat Reina jatuh?" tanya Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh papa Andre.
" Rangga kau psti tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" tanya Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Rangga.
" Aku tidak mau membunuhnya sebelum dia mau mengakui dari mulut nya kalaulah penyebabnya jatuh nya istri ku" lanjut Bagas.
Rangga langsung melangkah kan kakinya menuju rumah besar Kesuma, namun langkah nya terhenti saat papa ndre berkata dan membuat semua nya langsung menatap papa Andre terheran mendengar nya.
" Dan kau pesan kan pada penjaga yang menjaga wanita iblis agar bukan pelayan itu lagi yang mengantar makanan untuk dia" ucap papa Andre.
" Emang ada masalah dengan makanan yang di kasih pelayan itu Pa?" tanya mama Ridha.
__ADS_1
" Setelah dia yang bertugas memberikan makanan pada Diana, kondisi tubuh Diana tiba-tiba saja nampak lebih baik, papa juga tidak bisa memastikan kepastian nya, tapi ini masih kecurigaan papa" jawab papa Andre.
Bagas langsung mengepal kan tangannya mendengar ucapan yang keluar dari mulut papanya, dengan menatap ke arah Rangga, Rangga langsung berbalik dan pergi keluar untuk kembali ke rumah besar.
Baru saja Rangga pergi, Reina kembali membuka matanya, lagi-lagi dia menatap sekliling dan tenyata masih di dalam rumah sakit.
Reina hanya diam saja, tidak ada suara yang keluar sedikit pun dari mulutnya, Ia kembali teringat dengan anak nya yang sudah tidak ada di dalam rahimnya.
Mama Ridha terkejut melihat mata Reina sudah terbuka, namun Reina hanya bisa diam saja.
" Sayang kamu sudah sadar? apa yang sakit sayang?" tanya mama Ridha.
Reina hanya diam saja, Bagas langsung mendekati Reina begiu mamanya melihat nya sudah bangun.
Reina langsung menoleh kan kepalanya, di tatapnya wajah Bagas, air mata langsung keluar dan engan cepat Reina menagis tersedu-sedu kembali mengingat anak nya yang sudah tidak ada.
" sayang jangan seperti ini terus, kasian anak kita klau kamu sedih terus, sekarang dia sudah menjadi bidadari cantik di surga sana" ucap Bagas memberikan kekuatan agar Reina ikhlas dengan kejadian ini.
" Iya sayang, kamu harus ikhlas, lagian kalian masih bisa untuk memiliki momongan lagi, jangan seperti ini sayang, lanjut kan kembali hidup kamu" ucap mama Ridha sambil mengelus kepala Reina.
Reina hanya diam saja, rasanya dirinya tak sanggup lagi untuk berbicara.
__ADS_1
Dan disinilah Rangga saat ini, di dalam sebuah ruangan yang begitu luas dan berada di ruang bawah tanah kediaman Kesuma.
Rangga sengaja mengumpulkan semua para playan yang ada di rumah besar Kesuma, termasuk kepala pelayan.
" Apa kalian tahu kenapa saya mengumpulkan kalian di sini?" tanya Rangga.
Para pelayan hanya bisa menggelengkan kepalanya menjawab tidak tahu, Rangga menatap wajah pelayan dari sudut matanya yang dicurigai kalau dia lah dalang dari jatuhnya Reina.
Meta juga melihat ke arah pelayan tersebut, tapi tidak begitu menatapnya, agar tidak terjadi lecurigaan dimatanya.
" Saya mau meroker tugas kalian, agar kalian pekerjaan kalian tidak jenuh karena pekerjaan kalian yang setiap hari itu itu saja" ucap Rangga yang membuat para pelayan menghela nafas nya dengan lega.
Rangga menatap wajah meta, dan Meta langsung mengerti dan membaca kan tugas baru untuk semua pelayan.
Begitu nama Ria di sebut dan di tugas kan untuk menjaga nona Reina setelah nona Reina keluar dari ruamh sakit, langsung membuat wajah nya terkejut, dan itu bisa di lihat oleh Rangga, Raka dan Meta.
Ini kesempatan emas untuk ku, dengan membantu merawat nona Reina, aku akan segera membalas kan dendam ku atas kematian kakak ku,untuk sementara biar kan saja dulu wanita tua itu di dalam penjara, toh sekarang fisiknya sudah sedikit membaik. batin Ria.
Sementara Rangga yang melihat wajah Ria sesaat langsung tersenyum sinis dan pergi dari ruangan tersebut setelah setelesai di baca kan tugas baru untuk para pelayan.
Permainan akan segera di mulai, gumam Rangga kemudian langsung melanjutkan langkah nya untuk pergi dari ruangan bawah tanah.
__ADS_1
Tbc.