
Papa Andre berjalan dengan lesu masuk ke dalam rumahnya, mama Ridha yang melihat kepulangan suaminya di antar oleh Rangga langsung menghampiri suaminya dan memeluk suaminya dengan erat.
" Ma maafkan papa, papa gak bisa bawa Bagas pulang ma, sampai saat ini Bagas belum bisa di temukan, dan menurut hasil yang di dapat dari pihak polisi kalau Bagas dan Raka sudah meninggal karena terbakar bersama meledaknya mobil yanh di naiaki mereka" ucap papa Andre air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Mama Ridha ikut menangis mendengar ucapan suaminya, namun ia tidak bisa berkata kalau Bagas dan juga Raka masih hidup, mama Ridha ingat perkataan Bagas kalau mama Ridha harus merahasia kan kalau dirinya masih hidup.
Dan soal papa Andre dan Rangga biar dirinya saja yang memberitahu nanti, yang penting seluruh pelayan penghuni rumah besar Kesuma tidak boleh ada yang tahu.
" Pa ayo ikut mama, kamu juga Ngga" ajak mama Ridha.
Papa Andre tidak menjawab, namun sedikit aneh dengan sikap istrinya, tapi ia tetap mengikuti langkah kaki istrinya,begitu juga dengan Rangga.
Sesampai nya mereka di depan kamar tamu, mama Ridha membuka kamar tersebut dengan pelan, dan menarik papa Andre untuk masuk, begitu juga dengan Rangga.
Begitu mereka masuk, dan mama Ridha menutup dan mengunci pintunya, dan menunjuk ke arah tempat tidur, papa Andre dan Rangga langsung terkejut melihat Raka yang terbaring di atas tempat tidur dengan tertidur lelap.
" Ma" ucap papa Andre meminta penjelasan.
__ADS_1
" Pasti kalian kaget kan, sama...mama juga tadi seperti itu" ucap mama Ridha.
" Tiba tiba saat mama melihat keadaan Reina, Bagas sudah berada di kamar mereka sambil memeluk Reina yang masih belum sadar, Bagas bilang ke mama kalau kita harus merahasia kan kalau meraka masih hidup, dan biar kan kabar tentang kematian Bagas dan Raka tersebar, agar lebih mudah untuk mebalas dalang di balim semua ini" ucap mama Ridha menceritakan.
" Papa sudah menangis karena begitu sakit melihat bentuk mobil mereka, ehh tau taunya merak malah enak enakkan tidur di rumah, dasar anak kurang asem" ucap papa Andre yang di sambut tawa oleh Rangga dan mama Ridha.
" Tapi tan, gimana mereka tiba tiba berada di sini?" tanya Rangga.
" Nanti kita akan di ceritakan Bagas dan Raka, tapi mereka mau istirahat terlebih dahulu, karena katanya badan mereka sakit semua" ucap mama Ridha dan di jawab anggukan kepala oleh papa Andre dan juga Rangga.
Air mata Reina kembali mengalir mengingat suara dentuman besar saat ia dan Bagas telponan beberapan jam tadi.
" Mas Bagas, kamu dimana? bahkan aku masih bisa merasakan pelukan mu saat ini, dan aroma tubuh mu juga begitu terasa di hidup Reina Mas" ucap Reina sambil terisak.
Bagas yang mendengar istri tercintanya menagis, malah semakin erat memeluk tubuh Reina. Reina yang merasakan tubuhnya di tarik dan pelukannya semakin erat langsung menolehkan kepalanya dan begitu terkejut melihat Bagas yang tertidur di sampingnya.
" Mas Bagas, ini beneran kamu kan? Reina lagi gak mimpikan?" tanya Reina sambil meraba wajah Bagas yang terlihat separuh akibat Bagas tidur nya menyamping.
__ADS_1
Bagas membuka matanya secara perlahan, dan nampak lah senyuman manis Bagas dan membuat Reina dapat melihat nya kalau saat ini suaminya berada di hadapannya, namu sesaat kemudian kesadaran Reina tiba tiba menghilang dan Reina kembali pingsan karena terkejut Bagas berada di hadapannya.
" Sayang,,,sayang kamu kenapa?" ucap Bagas yang sudah memeluk Reina.
" Ya Allah kenapa kamu pingsan lagi sayang, yang kamu lihat ini suami kamu sayang, bukan hantu" ucap Bagas sambil menggaruk kepalanya karena bingung melihat istrinya yang malah pingsan kembali.
" Aku harus panggil mama, tapi gak mungkin aku keluar, orang orang akan tahu kalau masih hidup" ucap Bagas berbicara sendiri.
Namun tiba tiba ia tersenyum seketika, ia menatap wajah cantik istrinya dan menatap bibir merah muda milik Reina.
" Sebaiknya aku kasih Reina nafas buatan aja, biar Reina kembali sadar" ucap Bagas yang mau melakukan memberikan nafas buatan untuk Reina.
Saat sudah dekat, tiba tiba pintu kamar utaa terbuka, dan langsung melotot melihat aksi yang akan Bagas lakukan.
" Hei "
Tbc.
__ADS_1