La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#73


__ADS_3

Setelah selesai melakukan ijab kabul, kini Bagas dan Reina sedang duduk bersama di atas pelaminan sederhana yang sudah di persiapkan oleh Raka kemarin.


Bagas tak henti hentinya menampilkan senyuman di wajahnya dengan terus menggenggam tangan Reina, dari kejauhan Rangga yang melihat itu semua hanya bisa menarik nafas dengan dalam karena merasa sesak di dada nya.


Sedang kan papa Andre saat ini sedang menerima telpon dari anak buahnya yang melaporkan kalau tadi di rumah besarnya telah terjadi keributan yang di lakukan oleh paman Reina dan Diana karena sudah menculik pengantin palsu yang sudah di persiapkan papa Andre dan Rangga untuk mengelabui Muklis dan juga Diana.


3 jam sebelumnya di kediaman Kesuma


"Kau lihat Diana, betapa bodohnya mereka mmebuat acara tanpa memikirkan kalau kita akan merusaknya" ucap Muklis dengan wajah percaya dirinya.


Diana tidak menyahut ucapan Muklis, entah kenapa hari ini adalah hari yang paling baik untuknya karena akan merusak acara pernikahan mantan anak tirinya yang begitu di bencinya, dan yang pastinya sebentar lagi dia bisa menyelamatkan putrinya Siska yang saat ini masih di sekap oleh keluarga Kesuma.


Muklis menyuruh menelpon anak buahnya untuk langsung melakukan tugas yang sudah di beritahu Muklis pagi tadi sebelum berangkat ke kediaman Kesuma.


" Kerja kan tugas kalian sekarang, ingat jangan sampai gagal" ucap Muklis dari telponnya.


Saat ini Muklis dan Diana sedang menunggu dari kejauhan dengan wajah yang di penuhi dengan senyuman, sementara anak buah Muklis langsung melempar api obor ke dalam rumah besar Kesuma agar terjadi kebakaran.


Dan benar saja, dalam hitungan detik seluruh dekorasi yang sudah di persiapkan untuk mengelabui Muklis dan Diana sudah hangus terbakar.


Seluruh anak buah papa Andre dan Bagas langsung bertindak cepat memadamkan api agar tidak semakin membesar.


Dan kesempatan itu digunakan dengan cepat oleh anak buah Muklis untuk menculik pengantin wanita, setelah berhasil mereka langsung meninggalkan kediaman Kesuma dengan membawa pengantin palsu yang sudah di persiapkan oleh papa Andre dan juga Rangga.


*****


" Ada apa Pa?" tanya Bagas yang saat ini sedang tersenyum di depan Vila sambil menatap ponselnya.


" Kita telah berhasil mengecohkan Muklis dan Diana, pasti mereka saat ini sedang mengamuk karena apa yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan" ucap papa Andre memberitahu pada Bagas.


Bagas juga ikut tersenyum senang, dia bahagia di hari pernikahannya para musuh tidak bisa mengagalkan acara pernikahannya.

__ADS_1


" Setelah Bagas kembali ke kesana nanti, Bagas akan membalas perbuatan mereka Pa, kalau mereka semua sudah musnah di tangan Bagas, maka Bagas akan mengadakan resepsi pernikahan Bagas dengan Reina Pa" ucap Bagas yang langsung di angguki oleh papa Andre.


Sementara di gudang tua, wanita yang saat ini sedang di ikat dan di tutup wajah nya dengan menggunakan pakaian pengantin berontak untuk segera di lepaskan.


Pintu ruangan terbuka dan masuklah Muklis dan Diana kedalam ruangan yang pengap penuh dengan debu di kawal oleh anak buah mereka.


" Apa kabar keponakanku tersayang, gimana surpise yang om berikan untukmu? kau senang bukan" ucap Mukils yang saat ini berdiri di hadapan wanita yang di kira Muklis adalah Reina.


Wanita itu hanya bisa berontak sedikit ketakutan karena masih di ikat dan juga di tutup kepalanya.


" Kau tau keponakanku, pasti saat ini si Bagas itu sedang marah sebesar besarnya karena wanitanya sudah hilang di hari pernikahannya" ucap Muklis lagi setelah itu di sambung tertawa yang menggelegar di susul oleh tawa Diana dan juga anak buah mereka.


" Dan aku mau dia semakin marah karena akan melihat wanitanya akan mejadi mayat" sambung Muklis kembali dengan tatapan mata yang begitu tajam.


Wanita yang ada di hadapan Muklis dan Diana hanya bisa diam tanpa menyahut apa yang di ucapkan Muklis, dan itu membuat Mulklis merasa di atas awan karena berfikir kalau Reina merasa begitu ketakutan.


" Kenapa kau diam saja keponakan ku tersayang? apa kau takut? bukankah paman mu ini telah berbaik hati akan mengirimkan mu pada ayah dan ibumu yang sekarang sudah membusuk di tanah itu" ucap Muklis.


" Buka penutup kepalanya, aku mau melihat wajah ketakutan dari keponakan ku sebelum dia menyusul ayah dan ibu nya yang sudah jadi bangkai itu" perintah muklis pada anak buahnya.


Tapi saat sedikit lagi anak buah Muklis mau membuka penutup kepala wanita yang di sangka Reina, Diana menghentikan anak buahnya sejenak.


" Tunggu sebenatar" ucap Diana yang membuat anak buahnya langsung menghentikan gerakan tangan nya melihat ke arah bos wanitanya, begitu juga dengan Muklis yang langsung menatap ke arah Diana.


" Ada apa? kenapa kau menghentkan nya?" tanya Muklis dengan wajah datarnya.


" Aku ingin menghubungi Ridha dahulu untuk mmeberitahu kalau calon menantunya yang akan pergi menyusul ayah dan ibunya" ucap Diana sambil mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya dan langsung menghubungi Ridha dengan sambungan video call.


Tak lama menunggu muncul lah Ridha di layar ponsel Diana dan menatapnya dengan tatapan tajam.


" Ada apa kau menghubungiku?" tanya Ridha dengan wajah tajamnya.

__ADS_1


" Tidak usah kejam begitu wajah nya nyonya Ridha, aku tahu saat ini kau dan keluarga mu sedang panik karena calon menantu kesayanagan mu hilang bukan" ucap Diana dengan tersenyum mengembang di bibirnya.


Mama Ridha yang mendengar perkataan Diana hanya bisa menahan senymnya saja, padahal jelas jelas saat ini dia sedang bersama Reina.


" Tapi tenang saja Ridha, aku akan membuat kalian menangis darah karena menerima paketan mayat calon menantu tersayangmu itu, dan pastinya anak lelaki kesayangan mu akan gila karena calon istrinya sudah merenggang nyawa" ucap Diana dengan tertawa terbahak bahak di susul oleh Muklis di sebelahnya.


Mama Ridha hanya bisa terdiam agar tmelihat wajah Diana yang begitu senangnya.


" Sudah puas tertawanya" tanya mama Ridha.


Diana langsung menghentikan tawanya dan menatap Ridha kembali.


" Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, tapi ingat Diana, putri kesayangan mu yang saat ini sedang mengandung masih berada di tangan ku, sekali saja kau menyakiti wanita yang ada di hadapan mu itu, maka aku akan melakukan hal yang sama pada putrimu" ucap mama Ridha yang langsung mematikan sambungan telponnya.


Diana langsung menatap wajah Muklis saat mendengar ucapan Ridha barusan, dan muklis langsung menepuk bahu Diana.


" Tidak usah khawatir, anak buahku sedang berusaha membebas kan Siska,kau tenang saja" ucap Muklis dan kembali menatap wanita yang di sangka Reina.


" Buka tutup kepalanya sekarang" perintah Muklis pada anak buahnya yang masih berada di samping wanita yang di sangka Reina.


Dan dengan perlahan anak buah Muklis membuka penutup kepala wanita yang di sangka Reina, senyuman Muklis sudah mengembang saat  ingin melihat wajah ketaktannya Reina.


Dan saat penutup kepala sudah terbuka


1


2


3


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2