
Bagas membawa Reina duduk di ruang keluarga, tak lupa pula Bagas menyuruh pelayan untuk mengambil kan Reina minum.
" Sudah jangan takut lah, kakak ada di sini dan selalu melindungi kamu?" ucap Bagas sambil mengelus punggung Reina.
Semua itu tak luput dari pandangan Raka sang asisten, mama Ridha dan papa Andre, sedang kan Pak Budi yang baru saja masuk hanya melihat keluarga kaya ini sedang mengelilingi anak nya.
" Permisi" ucap ayah Budi agar pemilik rumah besar ini tahu kedatangan nya.
Semua tatapan mata tertuju pada Ayah Budi yang berdiri di depan ruang keluarga.
" Ayah" ucap Reina pelan dan air mata yang sudah mengalir kembali di pipi mulus nya.
Kerinduan yang begitu teramat pada ayah nya membuat Reina tak kuasa langsung berlari ke pelukan ayah nya dan menangis sejadi jadi nya.
" Reina putri ayah" ucap ayah Budi yang juga menagis karena bertemu dengan putri nya.
" Maaf kan ayah nak, ayah bukan ayah yang baik yang tidak bisa menjaga mu dan juga tidak bisa melindungi kamu sayang" ucap Ayah Budi sambil mencium kepala Reina dan kembali memeluk anak nya dengan erat.
Bagas dan yang lain nya melihat ayah dan anak yang menderita selama bertahun tahun merasa iba, mama Ridha bahkan tak kuasa untuk menahan air mata nya.
Dia begitu salut pada Riena karena sanggup menjalani kehidupan seperti di neraka selama bertahun tahun lama nya.
" Tuan...Nyonya..tuan muda terima kasih telah menolong anak saya, kalau tidak ada kalian, aku tidak tahu anak ku seperti apa waktu berhsil keluar dari rumah kami" ucap ayah Bayu sambil mengatup kan tangan nya di depan dada.
" Reina sudah aku anggap sebagai putri ku juga Pak Budi, dan berterima kasih lah pada Bagas, karena dia lah yang sebenar nya yang menolong Reina malam itu" ucap papa Andre.
kini tatapan mata Reina beralih pada Bagas yang juga sedang menatap nya, entah kenapa Reina merasa begitu nyaman saat berada di dekat Bagas dan merasa takut kalau jauh dari Bagas.
" Karena sekarang sudah lebih baik, izin kan saya membawa putri saya pulang tuan, urusan Diana saya serah kan pada tuan muda, dan tuan Raka, tolong tindak lanjuti istri saya" ucap ayah Budi yang masih memeluk Reina.
Ada rasa tidak rela saat Reina ingin di bawa pulang oleh ayah nya, Bagas takut Reina kenapa napa saat berada di rumah neraka itu lagi.
" Saya rasa Reina akan tetap tinggal di sini pak Budi, itu akan lebih baik dengan keselamatan nya" ucap Bagas alasan agar Reina tetap tinggal di rumah utama.
Mama Ridha, papa Andre dan Raka langsung menatap Bagas dengan tatapan berbeda, dan Bagas yang di tatap pun langsung bertanya karena merasa aneh.
" Ada apa? apa ada yang salah dengan ucapan ku?" tanya Bagas.
__ADS_1
" Ya jelas salah lah sayang, Reina berhak menentukan pilihan nya mau tinggal dimana? dia juga sudah merasa lebih aman karena ibu tiri nya sudah endapat ganjaran bukan, jadi dia bisa tinggal kembali dengan ayah nya, kecuali..." ucap mama Ridha dan mengantung kan ucapan nya.
" Kecuali apa Ma" tanya Bagas langsung.
" Kecuali kamu nikahi Reina, maka mama Rasa Reina berhak tinggal di sini, atau pun di rmah kamu nanti nya" ucap mama Ridha dengan senyuman mengembang di wajah nya.
Wajah Bagas langsung memerah kala mendengar ucapan mama nya, dia menatap Reina sesaat, setelah itu dia menunduk kan wajah nya karena malu.
Sementara Reina merasa kalau Bagas tidak setuju dengan apa yang di kata kan tante Ridha untuk menikahi diri nya. Dia menatap wajah ayah nya yang tersenyum pada nya.
" Mari kita pulang ayah" ucap Reina yang langsung membuat Bagas mengangkat kepala nya.
Jujur Bagas ingin sekali mengatakan jangan pergi pada Reina, tapi entah kenapa mulut nya tidak mampu utuk berkata, Raka sebenar nya mengerti dengan kondisi bos nya sekarang, tapi Raka senagja diam, agar bos nya yang langsung berbicara.
" Tante..Om..makasih banyak karena sudah mau menampung Reina selama ini, Reina mohon maaf ya Om, Tante kalau Reina malam membuat om dan tante jadi repot" ucap Reina sebelum pamit.
" Tidak sayang...kamu tidak merepot kan kami sama sekali kok, kamu nanti hati hati ya di sana, kalau ada apa apa jangan sungkan sungkan untuk kasih tau tante" ucap mama Ridha yang sudah memeluk Reina dengan lembut.
" Sering sering main ke si sini ya nak" ucap papa Andre.
Reina menatap Bagas yang juga menatap nya, Reina tersenyum kemudian berjalan mendekati Bagas.
" Reina pamit ya kak, dan terima kasih karena kakak sudah mau menolong Reina dan membantu Reina selama Reina di sini dan di rumah sakit" ucap Reina dengan mata berkaca.
Bagas hanya mengangguk kan kepala nya saja, Bagas tahu kalau Reina ingin menangis, tdan Bagas ingin sekali memeluk nya, tapi gengsi yang besar dan takut kalau Reina tidka mau di peluk nya, ahkir nya Bagas hanya bisa diam saja.
Reina masih berdiri menunggu Bagas memeluk nya, tapi karena tak kujung di peluk, Reina berbalik dan berjalan ke arah ayah nya berdiri.
" Kami pamit tuan, nyonya, tuan muda, sekali lagi terima kasih banyak" ucap Ayah budi dan langsung berbalik dan menarik tangan putri nya.
Reina berjalan dan masih menatap ke arag Bagas, Bags hanya menatap nya dengan tatapan datar karena sebenar nya tidak rela kalau Reina pergi dari rumah nya, beda dengan pikiran Reina yang mengira kalau Bagas malah senang kalau dia pergi dari rumah besar nya karena melihat dari tatapan mata dan wajah nya yang biasa saja.
Setelah Reina tidak terlihat lagi, Bagas langsung naik ke kamar nya tanpa pamit pada mama dan papa nya.
Mama dan papa melihat kepergian Bagas hanya bisa menatap nya dengan senyuman saja, sebenar nya mereka sudah tahu kalau Bagas tidak rela kalau Reina tidak pergi dari rumah ini, tapi mereka hanya diam saja.
__ADS_1
" Ahhhhhhrggg.....kenapa kamu harus pergi Reina, apa kau tidak bisa tinggal di sini saja dan menolak ajakan ayah mu" ucap Bagas saat sudah sampai di dalam kamar nya.
Sementara Reina saat ini yang sudah berada di dalam mobil hanya diam saja, air mata nya mengalir tapi langsung di hapus nya agar ayah nya tidak melihat diri nya menangis.
Aku kira kak Bagas akan mencegah aku untuk pergi dari rumah itu, tapi kak Bagas diam saja, seperti nya kak Bagas hanya menganggap ku adik selama ini, batin Reina.
Raka masuk ke kamar tuan nya untuk melihat tuan nya, tapi saat masuk Raka di sungguh kan dengan sang Bos yang melamun di depan jendela.
Heeeeemmmm.....begini nih kalau jatuh cinta tapi gegsi di gedein, sekarang merasa seperti dunia hampa kan, batin Raka melihat sang bos.
" Apa aku tidak boleh merasa kan jatuh cinta Raka" tanya Bagas aat tahu kalau raka masuk ke dalam kamar nya.
Raka yang terkejut pun hanya bisa diam saja.
" Ehkk..." ucap Raka terkejut mendengar pertanyaan sang bos.
" Sekarang dia sudah pergi Ka, aku gak bisa menahan langkah kaki nya ,aku gak bisa menahan kepergian nya tadi, bahkan saat dia hampir menagis, aku tidak bisa memeluk nya" ucap Bagas sambil menatap kaluar jendela.
Tbc.
jangan lupa untuk dukungan nya yaa
Dengan Like,komen yang positif dan Vote yang banyak.
kasih bunga dan kopi yang banyak juga yaa readers tercinta nya author.
terima kasih banyak
Love You More.
__ADS_1