La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#82


__ADS_3

" Bagas awas" teriak Rangga dengan kuat.


Dor


Dor


Semua orang yang ada dibandara begitu terkejut dan berteriak  ketakutan saat mendengar suara tembakan.


Sementara Reina yang berdiri tepat di samping Bagas langsung terdiam mematung, pegangan tanganya terlepas begitu saja dari tangan Bagas.


Reina Terdiam dengan air mata melihat darah yang sudah terciprat ke baju dan tanganya.


Bagas sendiri masih diam mematung dengan menatap Reina dan Rangga secara bergantian, namun Bagas langsung tersadar dari kediamanya saat mendengar anak buahnya mendekatinya.


" Bos tidak apa apa?" tanya anak buah Bagas.


Bagas tidak menjawab dan langsung menarik Rangga dari depan tubuh Reina, Bagas langsung memeluk Reina agar Reina tidak merasa ketakutan.


" Gas bawa Reina pergi dari sini cepat" ucap Rangga sambil memegang tanganya yang terkena tembakan.


" Tapi kau terluka" tanya Bagas.


" Ini hanya luka kecil, aku tidak apa apa, keselamatan Reina lebih penting bukan" ucap Rangga menatap Reina yang masih terdiam karena syok akibat tembakan yang hampir saja mengenai dirinya kalau saja Rangga tidak berhasil berada di hadapannya saat itu.


Saat Bagas akab pergi membawa Reina keluar dari Bandara, Raka datang sambil berlari ke arah Bagas.


" Maaf bos saya telat" ucap Raka sambil mengatur nafasnya.


Bagas langsung mentap Raka dengan tatapan tajamnya, " Dari mana saja kau, apa kau tidak bisa lebih cepat sedikit hahk, kenapa kau sudah seperti sifut sekarang, begitu lambat" ucap Bagas dengan emosi.


" Gas tidak ada waktu untuk marah saat ini, cepat bawa Reina pergi ke rumah besar sekarang, atau reina dalam bahaya" ucap Rangga yang langsung membuat Raka beralih menatap dirinya.


Apa yang terjadi, kenapa Rangga terkana luka tembak, batin Raka yang langsung melihat ke sekeliling Bandara namun tidak menemukan apa apa.

__ADS_1


Tanpa basa basi Bagas langsung membawa Reina keluar dari bandara diikuti oleh Raka, Rangga hanya bisa menatap kepergian Bagas yang membawa Reina pergi.


Aku akan melindungimu Rein, walau pun nyawa ku taruhannya, batin Rangga.


Suasana di bandara kembali normal saat anak buah Rangga mengamankan pengunjung agar tidak merasa ketakutan, Rangga sendiri langsung ke klinik yang berada di bandara untuk segera mengeluarkan peluru yang masih berada di lengan Rangga.


Di dalam mobil Reina masih terdiam dengan menatap ke arah luar jendela, Bagas yang berada di samping Reina hanya bisa menggenggam tangan Reina dan menarik nafasnya dengan dalam.


Kenapa harus Rangga yang menyelamatkan Reina, kenapa bukan aku, aku memang suami yang tidak peka, kenapa aku tidak melihat keadaan sekitar tadi,


Raka hanya bisa diam saja melihat kebisuan antara bos dan nona bosnya, ia yang tidak tahu terjadi apa di bandara tadi hanya bisa diam dan takut untuk bertanya pada bos nya, sesekali Raka melihat dari kaca spion mobilnya untuk melihat keadaan bos dan nona bosnya.


Tidak ada percakapan di mobil sampai mobil tiba di rumah besar keluarga Kesuma, Reina langsung turun begitu saja tanpa melihat Bagas. Bagas sendiri yang melihat keadaan istrinya yang malah mendiamkan nya dan tidak mau melihat wajahnya malah merasa takut kalau Reina marah padanya karena tidak bisa melindunginya saat di bandara tadi.


Mama Ridha yang melihat wajah Reina yang kusut dan mata Reina yang sedikit bengkak langsung menhampiri Reina dan bertanya ada apa yang terjadi.


" Sayang kenapa wajahnya kusut? kan baru pulang bulan madu?" tanya mama Ridha yang berhasil membuat Reina menghentikan langkahnya dan berjalan ke arah mama Ridha dan langsung memeluk mama Ridha dan kembali menangis di pelukan mama Ridha.


" Apa yang terjadi sayang?" tanya mama Ridha terkejut melihat kelakuan Reina.


" Apa yang terjadi Gas?" tanya mma Ridha saat melihat putranya sudah berada di hadapannya.


" Rangga tertembak di bandara Ma, dia menyelamatkan Reina, dan Bagas tidak bisa melindungi Reina tadi, maafkan Bagas Ma" ucap Bagas dengan raut wajah sedih.


Reina langsung melepas pelukannya saat mendengar suara suaminya, Reina malah berjalan ke arah Bagas dan memeluk tubuh Bagas karena merasa bersalah sudah mendiamkan suaminya dari kejadian di bandara tadi.


" Maafkan Reina mas, bukan bermaksud Reina mendiamkan mas dari tadi, hanya saja Reina merasa semua yang ada di dekat Reina akan mengalami hal seperti tadi" ucap Reina yang masih berada di dalam pelukan Bagas.


Kini mama Ridha sudah paham dengan keadaan menantunya, Ia kembali mendekati Reina yang masih berada di dalam pelukan Bagas.


" Jangan menyalahkan diri sendiri sayang, dan jangan pernah berkata seperti itu lagi mulai dari sekarang" ucap mama Ridha sambil mengelus punggung Reina.


" Bik tolong bawa Reina ke kamar, biar Reina istirahat dulu" perintah mama Ridha pada ART nya.

__ADS_1


Dengan cepat ART di rumah besar Kesuma langsung mmebawa Reina naik ke atas, Reina menatap Bagas sejenak, " kamu istirahat di kamar duluan sayang, nanti Mas nyusul" ucap Bagas sambil mencium kening Reina dengan lembut.


Setelah kepergian Reina, kini Bagas, Raka, mama Ridha dan papa Andre yang sedari tadi diam menyaksikan Reina yang menagis di pelukan istri dan putra nya langsung menatap Bagas yang sudah berada di hadapannya.


" Apa Reina tahu kalau ini ulah pamannya?" tanya papa Andre yang langsung mendapat gelengan kepala oleh Bagas.


" Kita harus melakukan sesuatu Pa. Bagas gak mau kalau Reina seperti ini terus, Bagas sudah berjanji akan membahagia kan Reina, dan tidak ada lagi kesedihan untuk Reina" ucap Bagas.


" Dengan ilmu bela diri yang sudah kita berikan pada Reina, Bagas yakin dia juga bisa bertindak saat ada musuh yang menyerangnya Pa. dan Bagas pasti akan selalu ada untuknya, untuk menjaganya Pa" sambung Bagas lagi.


" Kita susun strageti yang matang agar tidak terjadi apa apa pada Reina, dan Rangga. dia bisa menjadi tembol untuk melindungi Reina" ucap papa Andre yang membuat Bagas langsung menoleh ke arah papanya.


" Pa kenapa harus Rangga, kenapa bukan aku saja Pa, aku suaminya" ucap Bags tak terima.


" Tapi orang orang tidak tahu kalau kamu adalah suami Reina Gas" sahut papa Andre menatap wajah putranya.


Bagas hanya bisa diam karena ucapan papanya ada benarnya.


" rencana kita akan kita mulai nanti malam, dan mama di sini yang akan menjaga Reina, begitu juga dengan Rangga" ucap papa Andre langsung meninggalkan ruang keluarga masuk ke dalam ruang kerjanya, di ikuti oleh Raka yang di ajak oleh papa Andre.


Bagas hanya bisa terdiam menatap kepergian papanya, ada rasa cemburu di hati Bagas saat papanya menyurh Rangga yang menjadi pelindung untuk istrinya.


Mama Ridha yang melihat Bagas cemburu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan beranjak untuk melihat keadaan menantunya di kamar.


 


Tbc.


Kira kira apa ya yang akan di di rencanakan papa Andre, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya.


dan jangan lupa untuk selalu dukungannya.


Terima kasih

__ADS_1


Love You.


__ADS_2