
Saat ini Reina dan mama Ridha sedang berada di butik mama Ridha, mama Ridha mengambil baju untuk Reina begitu banyak, padahal Reina sudah menolak, tapi tetap saja mama Ridha tidak perduli, dia tetap memberi kan baju yang terbaik untuk Reina, agar Reina semakin tampil cantik.
" Tan...ini sudah banyak sekali baju baju nya, sudah ya tan..Reina takut jadi nya mubajir kalau terlalu banyak jadi tapi tidak di pakai nanti nya" ucap Reina menghenti kan kegiatan mama Ridha yang sedang mencari kan Reina pakaian terus.
Mama Reina hanya tersenyum, dia pun langsung beralih ke sepatu dan sendal untuk di gunakan Reina.
Reina tidak bisa berbicara lagi, dia hanya bisa menarik nafas kemudian mengeluar kan nya secara pelan.
Saat sedang asik mencoba sendal dan sepatu yang pas di kaki Reina, tanpa mereka sadari, Siska yang yang kebetulan ada di butik itu juga untuk membeli gaun melihat Reina yang di perlakukan seperti tuan putri.
Siska pun tidak terima, karena semua baju dan sepatu yang di beri kan pada Reina berharga fantastis.
" Aku gak akan biar kan kamu bahagia Rein" ucap Siska yang langsung keluar dari butik iti dengan wajah penuh amarah.
Siska baru sekali menginjak kan kaki nya ke butik mama Ridha, karena dia baru saja mendapat kan black card dari orang suruhan Bagas yang sekarang menyamar menjadi orang kaya untuk mengelabui Siska dan ibu nya Diana.
Tapi saat baru memilih baju, Siska melihat Reina yng sedang di pilih kan baju baju yang mahal, tentu saja Siska tak terima dengan semua itu.
Kini mama Ridha dan Reina sudah keluar dari butik, karena hari sudah siang menjelang sore, mama Ridha mengajak Reina untuk makan dulu.
" Sayang kita makan sejenak ya, soal nya tante laper banget" ucap mama Ridha pada Reina.
" Emmmm...Reina tunggu di mobil saja ya tan, soal nya Reina gak laper" sahut Reina menolak.
Reina bukan nya gak mau di ajak makan, sejujur nya Reina memang sudah lapar, tapi Reina takut bertemu dengan ibu nya atau pun anak buah ibu nya.
" Mana mungkin kamu tidak lapar sayang, kita belum ada makan dari tadi kan, sudah kamu tidak usah khawatir, Tidak akan terjadi apa apa kok" ucap Mama Ridha menarik Reina untuk keluar mobil.
Ahkir nya mau tak mau Reina ikut turun dari mobil dan masuk ke restoran.
Di ujung jalan, mobil yang mengikuti mobil mama Ridha menunggu mama Ridha dan Reina keluar dari restoran.
__ADS_1
Sang supir mama Ridha dari tadi sebenar nya sudah memperhati kan gerak gerik mobil yang ada di ujung jalan, tapi dia merasa kalau mobil itu hanya parkir saja.
Selang satu jam, mama Ridha dan Reina keluar dari restoran kemudian langsung mobil untul segera pulang.
Tapi saat di tengah jalan yang sunyi, ban mobil yang di kendarai mama Ridha dan Reina di tembak oleh oramg suruhan ibu Diana.
Ahkir nya mobil mama Ridha pun oleng dan berhenti, supir mama Ridha langsung keluar dan melihat van mobil yang sudah pecah.
Beda dengan Reina yang sudah sangat ketakutan walau sudah di tenang kan oleh mama Ridha di dalam mobil.
" Tenang sayang, tidak akan terjadi apa apa" ucap mama Ridha menenang kan Reina.
Orang suruhan Ibu Diana langsung keluar dari mobil dan memukul supir pribadi mama Ridha, ahkit nya sang supir pun sudah terkapar tak berdaya.
Mama Ridha langsung menghubungi anak buah nya yang lain, tapi karena jarak mereka yang cukup jauh dari tempat kejadian mama Ridha dan Reina, ahkir nya Mama Ridha langsung mengambil pistol yang selali di bawa nya kemana mana.
" Sayang kamu tetap diam di sini ya, jangan keluar, biar mama yang hadapai mereka semua" ucap mama Ridha yang sudah mengeluar kan pistol kesayangan nya.
" Kamu tenang saja sayang, tidak akan terjadi apa apa pada tante, mereka semua semut bagi tante" ucap Mama Ridha kemudian langsung keluar dari mobil.
" Kenapa kalian menghadang jalan ku" ucap mama Ridha dengan wajah angkuh nya.
Bukan nya menjawab, semua orang suruhan ibi Diana langsung tertawa terbahak bahak.
" Kita gak salah mau hadapi siapa ini, hanya seorang tante tante yang hobi nya ngabisin uang suami..hahahahaba...sekali tendang pasti ngadu ke suami nya" ucap salah satu anak buah Diana.
" Jangan banyak bicara, lawan saja kalau kau bisa menang melawan aku" ucap mama Ridha kemudian langsung menembak salah satu anak buah Diana dan mengenai bahu kanan nya.
Karna tidak terima ahkir nya baku hantam pun terjadi, mama Ridha melawan dengan begiti mudah karena ilmu bela diri nya memang sudah tinggi, tapi anak buah Diana yang lain membuka pintu mobil dan menarik Reina keluar dari mobil.
mama Ridha pun langsung mengambil alih pistol nya dan menembak orang yang akan membawa Reina pergi.
__ADS_1
Dor
Tembakan mama Ridha tepat mengenai kaki orang suruhan Diana sehingga pegangan Reina terlepas.
" Rein lari...." teriak mama Ridha sambil berkelahi melawan anak buah Diana.
Tapi naas...saat Reina lari, Reina malah di tembak oleh orang suruhan Diana dan mengenai bahu kanan Reina.
Reina pun langsung jatuh dan memegang bahu nya yang sudah banyak mengeluar kan darah.
Mama Ridha pun langasung emosi dan menembaki anak buah Diana, dengan sekejab semua nya tumbang, tak lama anak buah mama Ridha datang dan melihat semua nya sudab terkapar di jalan.
" Maaf nyonya kami terlambat" ucap anak buah mama Rida sambil menunduk kepala.
" Tidak apa apa, beres kan semut semut kecil itu, dan bawa mereka ke gudang, sementara yang lain bawa antar saya ke rumah sakit sekarang" ucap mama Ridha yang berlari ke arah Reina yang sudah terbaring di jalan.
" Reina maafin tante, gara gara tante kamu jadi seperti ini, kita ke rumah sakit sekarang ya, kamu harus kuat" ucap mama Ridha.
Anak buah mama Ridha langsung mengangkat Reina ke dalam mobil, tak lama mobil pun langsung berjalan begitu cepat ke Kesuma Hospital agar Reina tak kehabisan darah.
Bagaa yang saat itu masih di kantor yang mendapat kabar kalau Reina tertembak langsung menahan amarah nya.
" Raka kita kerumah sakiy sekarang" ajak Bagas yang langsung meninggal kan pekerjaan nya.
" Baik Bos" sahut Raka langsung mengikuti bos nya dari belakang.
Bagas begitu khawatir setelah mendengar kalau Reina tertembak, kenapa Reina bisa tertembak semua mya masih ada di dalam benak pikiran Bagas, dan jantung Bagas pun mendadak langsung nyeri saat mendapat kabar Reina tertembak dari anak buah nya.
" Cepat lah sedikit Raka, kenapa kamu malah mendadak lamban begini" bentak Bagas pada Raka.
" Ino sudah kecepetan di atas rata rata bos" sahut Raka yang bingung melihay bos nya yang tiba tiba marah.
__ADS_1
Tbc