
Setelah tiga hari Reina di rumah sakit, ahkir nya hari ini Reina bisa kembali pulang ke rumah keluarga Kesuma, walau pun tangan Reina yang bekas tembakan masih sedikit sakit, tapi Reina sudah di perboleh kan untuk pulang.
" Sudah semua di bawa semua barang nya" tanya Bagas pada Reina yang baru saja masuk ke ruangan Reina untuk menjemput Reina pulang.
Reina yang mendengar suara bariton orang yang begitu di kenali nya langsung menoleh dan tersenyum manis dengan Bagas, membuat Bagas menjadi salah tingkah dan semua itu dapat di lihat oleh Raka sang asisten.
" Sudah kak, tadi malam juga di bantu sama tante, jadi ini tinggal bawa saja" ucap Reina sambil menunjuk kan tas yang sudah berada di samping lemari.
" Raka kasih paperbag yang kamu pegang pada Reina" ucap Bagas memerintah.
Raka langsung memberi kan paperbag yang di pegang nya pada Reina.
Reina sendiri bingung menerima paperbag itu, kemudian dia melihat wajah Bagas pertanda meminta penjelasan.
" Kamu gunakan saja apa yang ada di dalam paperbag itu" ucap Bagas memberi tahu.
Reina dengan segera mengeluar kan isi paperbag itu, Reina sedikit heran dengan isi paperbag yang berisi kan rambut palsu, kaca mata tebal dan tai lalat palsu.
" Ini semua buat apa kak, kenapa kakak menyuruh Rein buat memakai ini?" tanya Reina sesikit bingung.
Bagas berjalan mendekati Reina dan mengambil rambut palsu yang ada di genggaman tangan Reina.
" Rein...saat ini di luar sana kamu lagi tidak aman, kakak berusaha mungkin agar kamu tidak dalam bahaya seperti kejadian yang kemarin, maka dari itu kakak menyuruh mu untuk memakai semua ini, agar orang orang yang sedang mencari mu tidak mengenali mu saat kamu di luar nanti" ucap Bagas memberi tahu maksud dari semua barang yang di berikan pada Reina.
Reina pun langsung mengangguk kan kepala nya dan tersenyum, kemudia Reina langsung menggulung rambut asli nya, agar mudah memakai rambut palsu yang di belikan Bagas.
Bagas dengan sabar membantu Reina memakai rambut palsu nya karena tangan Reina belum bisa di angkat terlalu tinggi,setelah selesai memakai rambut palsu, Reina mengambil kaca mata tebal yang ada di atas tempat tidur dan langsung memakai nya.
Reina memegang tai lalat palsu dan kembali menatap Bagas, Sedang kan Bagas yang di tatap langsung bertanya.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Bagas mengerti dari arti tatapan Reina.
" Dimana Reina harus meletak kan tai lalat palsu ini kak?" tanya Reina karena sejujur nya dia pun tak tahu dimana harus meletak kan tai lalat palsu nya.
Bagas memperhati kan wajah Reina lekat lekat, kemudian dia menatap Raka untuk memberi solusi dimana Reina harus meletak kan tai lalat palsu itu.
" Dimana bagus nya Raka menurut mu?" tanya Bagas pada Raka.
" Menurut saya di dekat bibir nona saja bos, agar nona terlihat lebih judes, jadi wajah lembut nona bisa tertutupi" ucap Bagas mengasih saran.
Bagas langsung mengambil tai lalat palsu itu dan menempel kan nya di bawah bibir sudut kanan.
Bagas dan Raka melihat Reina dari atas sampai bawah, Reina benar benar berubah, orang orang paati tidak akan mengenali Reina yang dulu dengan yang sekarang.
Rambut sebahu, kaca mata tebal dan tai lalat palsu membuat diri nya seperti gadis culun tapi terlihat sedikit judes.
" Bagaimana menurut mu Raka?" tanya Bagas melihat penampilan Reina sekarang.
Tapi Bagas tidak terima kalau mulut Raka menyebut kata cantik dan manis keluar dari mulut nya, sehingga mata elang Bagas melihat ke arah Raka seperti ingin membunuh saja, Raka yang di pandang pun langsung mengerti dan meminta maaf.
" Maaf bos, saya kelepasan" ucap Raka dan Bagas pun langsung mengajak Reina untuk segera pulang ke rumah nya karena mama dan papa nya sudah menunggu di rumah.
Tapi baru ingin melangkah, Dana datang ke ruangan Reina untuk mengantar kepulangan Reina sampai lobi rumah sakit, tapi saat Dana tidak melihat Reina melainkan malah melihat gadis culun yang berdiri di belakang Bagas pun langsung bertanya.
" Loh loh Reina mana, kan dia hari ini mau pulang, kok gak kelihatan, terua siapa gadia culun yang ada di belakang mu Gas" tanya Dana dengan wajah tanpa doaa nya.
Bagas hanya diam saja, sedang kan Raka sudah menarik nafas dalam dalam karena sudah pasti tau kalau bos nya pasti akan marah, tapi tidak dengan Reina, dia langsung berbicara.
" Rein...." ucapan Reina terputus karena Bagas langsung memotong nya.
__ADS_1
" Ayo kita segera pergi, biar kan saja dokter ini cari tahu sendiri" ucap Bagas dan langsung melanjut kan langkah nya dan di ikuti Raka dan Reina.
Dana hanya diam saja melihat kepergian Bagas dan yang lain nya.
" Siapa gadia itu? tapi suara nya tadi mirip dengan Reina, apa jangan jangan itu Reina? tapi kenapa dia malah menjadi culun begitu? tidak secantik dan semanis Reina yang biasa aku lihat" ucap Dana berbicara sendiri dengan kebingungan nya.
Sementara di luar rumah sakit, anak buah Diana sudah berpencar mencari keberadaan Reina, di dalam rumah sakit mereka sudah menanyakan resepsionis, tapi tidak ada data pasien yang bernama Reina.
Anak buah Diana pun tidak mau diam, mereka mencari di setiap sudut rumah sakit, baik dalam mau pun luar, di setiap ruangan pun mereka cari, tapi tetap tidak menemukan Reina.
Sementara Reina yang berjalan di belakang Bagas merasa ketakutan ketika melihat anak buah Diana yang berkeliaran di parkiran rumah sakit.
Bagas yang mengerti melihat wajah Reina yang ketakutan pun langsung memegang tangan Reina dan membisik kan sesuatu ke telingan Reina.
" Jangan takut, ada aku di sini, lagian mereka tidak mengenali wajah mu sekarang" ucap Bagas berbisik.
Reina hanya mengangangguk kan kepala nya, kemudian langsung bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa.
Salah satu anak buah Diana memperhati kan Reina yang berjalan di belakang Bagas, dia pun langsung menghampiri Reina.
" Tunggu sebentar" ucap anak buah Diana memberhentikan langkah Reina.
Reina yang awal nya ketakutan langsung mendadak beranu setelah menatap mata Bagas yang mengisyarat kan tidak akan terjadi apa apa.
" Ada apa" ucap Reina dengan suara ketus.
Anak buah Diana langsung terkejut mendengar suara Reina, tapi dia masih tetap memperhati kan wajah Reina dengan lekat.
" Ada apa kau memberhenti kan jalan ku, apa kau tidak lihat hari sangat panas di sini, aku tidak mau gara gara kau kulit ku menghitam" ucap Reina dengan nada cerewet nya.
__ADS_1
Tbc.