
Mama Ridha dan papa Andre saling pandang saat Baga sudah mencerita kan semua yang dia dapat kabar dari anak buah nya saat di rumah sakit tadi.
" Jadi kamu sudah mengetahui nya Gas?" tanya papa Andre yang membuat Bagas dan Raka terkejut mendengar nya.
" Papa dan mama sudah tahu soal ini?" tanya Bagas yang langsung di angguki kepala oleh mama dan papa.
" Ma, Pa, kenapa banyak sekali rahasia yang kalian sembunyi kan, rahasia apa lagi yang kalian sembunyi kan dari ku, semenjak kehadiran Reina, mama dan papa penuh misteri yang tidak bisa aku baca sedikit pun" ucap Bagas yang sudah marah pada mama dan papa nya.
" Tenang lah dulu Gas, mama dan papa punya alasan kenapa menyembunyi kan semua ini pada mu, mama dan papa cuma tidak mau kalau kamu kelepasan dan menjauhi Reina saat kamu tahu kalau Reina sebenar nya bukan anak kandung Budi dan Rindi" ucap papa Andre dengan suara keras nya dan langsung mengejut kan Reina yang kebetulan sudah bangun dari turun ke bawah untuk mengambil minum.
CETAAAAR
Bunyi gelas yang di pegang Reina langsung spontan terjatuh saat mendengar ucapan papa Andre.
Air mata nya langsung menetes saat itu juga saat mengetahui kebenaran nya kalau dia sebenar nya bukan anak kandung dari Budi dan Rindi.
__ADS_1
" Reina" ucap Bagas menatap Reina dengan tatapan begitu dalam.
Reina berjalan mendekati Papa Andre yang sudah berdiri kaku menatap Reina, sedang kan mama Ridha sudah menangis karena rahasia yang mereka simpan selama ini akan terbongkar.
" Pa" ucap mama Ridha yang langsung menggeleng kan kepala nya tanda jangan di beri tahu.
Papa Andre sendiri langsung memegang tangan istri nya, " Sudah saat nya Reina tahu Ma, dia sudah besar, papa yakin Reina pasti paham dengan semua ini" ucap papa Andre menatap wajah istri nya.
Bagas yang melihat keraguan di mata mama nya semakin tidak mengerti, di tatap nya Reina yang sudah berdiri tepat di hadapan papa andre.
Bagas yang melihat Reina ingin sekali memeluk nya, namun saat ini dia juga ingin tahu apa yang terjadi sebenar nya.
" Papa akan cerita kan semua nya, tapi kamu berjanji harus terima semua nya dengan ikhlas" ucap papa Andre dan langsung di angguki kepala oleh Reina.
Mama Ridha langsung membawa Reina untuk duduk, dia mengelus kepala Reina sebelum suami nya mencerita kan semua nya pada gadis yang ada di samping nya.
__ADS_1
" kejadian nya sekitar 20 tahun yang lalu, dimana ibu mu Rindi di nyata kan hamil saat Ayah mu dan Rindi sudah berobat kesana kemari, ibu mu begitu senang, tapi tidak dengan ayah mu, diam diam dia mendatangi dokter kandungan yang memeriksa ibu mu, dan menanyakan apakah kehamilan ibu mu tidak bahaya, mengingat ibu mu mengalami penyakit yang lumayan serius saat dia dulu berhasil menyelamat kan nyawa anak kami Bagas" ucap papa Andre memulai cerita.
Papa Andre menjeda cerita nya dan menatap Bagas putra nya, kemudian dia memandang istri nya dan mama Ridha langsung mengangguk kan kepala nya agar suami nya kembali melanjut kan cerita nya.
" Dokter mengatakan kalau sebenar nya ibu mu Rindi akan akan mengalami masalah kehamilan yang lumayan rentan karena penyakit yang di derita nya, kami yang mendengar itu merasa bersalah karena karena anak kami, ibu mu yang mengalami penderitaan ini." ucap papa Andre melanjut kan cerita nya.
" Ahkir nya mau tidak mau kami menyuruh ayah mu Budi untuk berhubungan dengan salah sahabat kami yang mau membantu masalah ini, dia rela mengandung benih dari Ayah mu, agar Rindi senang bisa mempunyai keturunan dan harta nya bisa di serah kan pada hak waris nya nanti, karena kalau sampai Rindi tidak bisa melahir kan seorang anak, maka seluruh harta yang di cari dari keringat ibu sendiri akan di sedekah kan pada paman mu Muklis, padahal paman mu sudah mendapat bagian dari kakek dan nenek mu" sambung papa Andre.
" Hingga hari persalinan itu tiba, ibu mu melahir kan dengan cara di cesar, kami awal nya terkejut karena dokter yang menagani ibu mu bilang kalau keadaan ibu mu stabil dan bayi yang ibu mu kandung tidak terjadi apa apa, tidak seperti apa yang di kata kan nya dulu saat awal awal kehamila, dan ahkir nya mengatakan pada dokter kalau Rindi melahir kan bayi kembar, namun saat bayi yang di kandung oleh ibu mu lahir, tiba tiba paman mu menyuruh seorang dokter perempuanĀ menyuntik kan sesuatu pada bayi yang tidak berdosa itu, hingga ahkir nya bayu ibu mu meninggal saat itu juga" ucap papa Andre.
" Aya mu terpukul, namun saat itu kami masih mempunyai satu bayi lagi, dan bayi itu adalah kamu, ibu mu meninggal saaat melahir kamu karena kehabisan darah, sementara paman mu tidak tahu kalau kamu adalah darah daging Budi juga, ahkir nya kami menyuruh seorang dokter untuk mengatakan kalau kamu adalah anak kembar dari bayi yang dikandung Rindi dan mengatakan kalau bayi yang satu nya dilari kan oleh seseorang, dan bayi yang satu nya lagi meninggal".
" Ibu mu histeris, saat tahu kalau bayi nya meninggal dan dia berjanji akan melindungi kamu, paman mu murka saaat tahu masih ada pewaris dari keluarga ibu mu, dan dia berusaha menyingkir kamu, namun ibu mu membawa mu pergi, sampai ibu mu menghembus kan nafas nya yag terahkir, saat ibu mu di makam kan dan usia mu masih delapan tahun, Diana datang dan mengancam ayah mu untuk menikahi mu kalau tidak Rkamu akan di bunuh dan menyusul ibu mu dan mengatakan pada paman mu kalau kamu masih hidup" ucap papa Andre yang menatap Reina sudah bergelimang air mata.
" jadi inti nya kamu tetap anak ayah Budi nak, walau pun ibu mu bukan ibu Rindi, dan Diana sudah berhasil mengatakan nya pada Muklis paman mu, sehingga kamu saat ini menjadi incaran paman mu itu, dan mengenai dokter itu, dia tidak bersalah, hanya saja dia yang menyuntik kan racun ke dalam tubuh bayi laki laki yang harus nya menjadi kakak mu, dan yang menyuruh nya adalah Muklis, sehingga dokter itu merasa tersudut kan di tambah dia sering malukan aborsi yang tidak di ketahui pihak rumah sakit" ucap mama Ridha.
__ADS_1
Tbc.