La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#51


__ADS_3

" Tapi kenapa dokter itu tidak di penjara kan Pa, dia kan sudah bersalah" ucap Bagas.


" Kami senagaja tidak memenajara kan nya, karena dia lah yang mengetahui tentang Reina, karena dia yang membantu Reina lahir ke dunia ini, dan kalian juga harus tau, kalau Diana juga mengetahui ini semua, dia diam diam mendengar kan percakapan kami saat kami berada di rumah sakit waktu itu" ucap papa Andre.


" Kamu tenang saja nak, ibu kandung mu yang asli juga wanita baik, kami sudah kenal begitu lama, dan rahasia inisudah kami pendam bersama darah daging kami, tapi entah kenapa kalian mengetahui nya" ucap mama Ridha menatap Bagas.


" Siska tahu karena dia yang mengancam dokter itu, dan menujuk kan video itu pada dokter itu" ucap Bagas yang membuat papa Andre memijit pelipis nya.


" Kita harus menghapus Video itu dari tangan Diana dan anak nya Ma, kalau tidak Muklis akan mengetahui semua nya, dan akan membahaya kan Reina" ucap papa Andre dan di angguki kepala oleh mama Ridha.


" Itu muda Ma, Pa. Rangga sudah aku suruh untuk datang ke sini, dia pasti bisa meretas ponsel wanita ular itu dan menhapus video dari sana, asal mereka tidak menyimpan nya di tempat lain lagi" ucap Bagas mentap Reina yang masih mematung.


Reina memikir kan begitu pahit liku liku kehidupan nya, ibu kandung yang di kira nya ibu yang sudah melahir kan nya ternyata bukan, ayah nya yang tidak perduli pada nya setelah ibu Rindi meninggal kan, ternyata selama ini menyanyangi nya, hanya karena ancaman, ahkir nya membuat Reina menjadi menderita.


Reina langsung mengepal kan tangan nya, dia benci dengan orang orang yang sudah memisah kan diri nya dengan ibu kandung dan ibu Rindi yang sudah mengurus nya dari bayi.


mengingat nama Diana, Siska dan Muklis, entah kenapa membuat kepala nya mendadak menjadi panas.


" Rein kamu tidak apa apa kan?" tanya Bagas yang melihat wajah Reina tiba tiba menjadi merah.


" Aku tidak apa apa, aku hanya ingin membalas sakit hati ku pada orang orang yang sudah membuat hidup ku menderita sedari aku lahir" ucap Reina dengan tangisan yang begitu pilu.


" Apa salah ku, sampai sampai dari bayi saja aku sudah ingin dilenyap kan" ucap Reina yang sudah terisak.


" Hanya karena harta yang aku pun tidak mengingin kan semua itu" sambung Reina.


Mama Ridha langsung memeluk Reina dengan erat, " sabar sayang, kamu tidak boleh seperti ini, ingat kata kata mama, jangan bersedih cuma karena mereka, bangikit lah sekarang" ucap mama Ridha mengelus lembut kepala Reina.

__ADS_1


Bagas dan yang lain nya melihat Reina begitu pilu, dia langsung ingin segera menghalal kan Reina agar hidup Reina bisa bahagia bersama dengan nya.


Bagas bangkir dari duduk nya dan duduk di samping Reina, mama Ridha yang melihat anak nya duduk di samping Reina langsung melepas kan pelukan nya.


" Rein" panggil Bagas dengan lembut.


Reina langsung menghadap ke arah Bagas dan menatap Bagas yang saat ini menatap nya dengan begitu dalam.


" Will you merry me" ucap Bagas di depan papa,mama dan Raka.


Mama dan papa langsung tersenyum saat anak nya melamar wanita yang di cintai nya, Raka juga terharu karena bos nya sudah berhasil meminta Reina untuk menikahi nya, walau pun tanpa Bagas mengata kan itu Reina akan tetap menjadi istri nya juga.


" Kak Bagas" ucap Reina karena terkejut bercampur malu.


Bagas memegang tangan Reina, menatap wajah Reina yang sudah sembab akibat menangis.


" Rein...izin kan aku menjadi suami mu, agar aku bisa selalu bisa melindungi kamu, dimana pun kamu berada dan kapan pun itu" lanjut Bagas.


Mama dan papa yang melihat itu langsung berpindah tempat duduk ke belakang Bagas agar tidak menganggu momen romantis anak nya.


Raka sendiri sibuk memvideo bos nya untuk menjadi kenang kenangan bos nya nanti, dan yang membuat Raka tersenyum adalah, entah dari mana bos nya bisa tahu kata kata romantis yang bisa membuat wanita yang mendengar nya menjadi meleleh.


Reina yang di tanya seperti itu langsung mengangguk kan kepala nya, karena jujur diri nya juga begitu mencintai Bagas.


" Iya aku mau, aku mau menjadi suami kakak, aku mau selalu di lindungi kakak, dan aku mau menua bersama kakak" ucap Reina dengan tangisan yang bahagia yang keluar dari mata nya.


" Alhamdulillah" ucap mama, papa dan Raka secara bersamaan.

__ADS_1


Mama langsung melepas kan pegangan tangan Reina dari tangan Bagas, dan mama Ridha langsung memeluk Reina tanpa memprduli kan Bagas yang tidak terima genggaman tangan nya di lepas begitu saja.


" Selamat ya sayang, ahkir nya anak mama yang dingin itu bisa juga melamar kamu dan mengucap kan kata kata romantis" ucap mama Ridha begitu senang.


" Iya nak, papa senang ahkir nya kalian akan segera menikah, dan papa mau kamu terus menjaga menantu papa ini ya Gas" ucap papa Andre.


" Iya Pa, tapi Bagas mau pernikahan ini harus di rahasia kan, aku tidak mau publik tahu dan akan membahaya kan nyawa Reina nanti nya" ucap Bagas yang di angguki kepala oleh mama dan papa.


Reina yang mendengar nya hanya bisa mendesah saja, padahal dia ingin sekali menjadi ratu sehari saat di hari pernikahan ya, namun apa lah dayah, situasi saat ini tidak mengizin kan nya untuk keinginan nya itu.


 


Sementara di sebuah praktek, Siska saat ini sedang di kuretase sacara paksa karena Siska tidak mau melahir kan anak preman yang di kandung nya.


Namun saat setengah jalan, pintu ruangan terbuka dan masuk lah anak buah Bagas dan langsung menyeret dokter Irma secara Paksa.


Siska yang sedang mengalami kesakitan akibat di kuretase lemas seketika dan drah begitu banyak keluar dari ******** nya.


Anak buah Bagas langsung membawa Siska ke rumah sakit sesuai arahan Raka, dan mereka langsung melayang kan pesan singkat pada Diana untuk memberi tahu kondisi anak nya yang sedang mengalami pendarahan.


Tbc.


Ayo dong bantu Author dengan Like,Komen yang positif agar Author semangat buat nulis nya.


Bantu share agar cerita author di baca readers yang lebih banyak lagi.


Makasih yang sudah mendukung cerita autthor.

__ADS_1


Salam sayang dari author.


__ADS_2