
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, kini mobil mewah yang di supirin Rangga sudah masuk ke dalam rumah besar Kesuma.
Setelah mobil berhenti, Reina langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah tanpa menunggu suaminya yang meneriaki nya karena di tinggal begitu saja.
"Sayang kenapa mas di tinggal sih" teriak Bagas yang masih berada di dalam mobil.
" Lebay banget sih kamu, tinggal susulin uda beres sih, gak perlu teriak-teriak begitu lah, bising aku dengar nya" ucap Rangga yang juga masih berada di dalam mobil.
Bagas langsung menatap Rangga dengan tatapan tajamnya, Rangga sama sekali tak merasa takut, malah dia langsung keluar dan menyusul Reina masuk ke dalam.
" Ck, awas saja kamu Ngga, kamu juga sayang, tunggu pembalasan dari aku nanti" ucap Bagas yang langsung menyusul Reina dan Rangga masuk ke dalam rumah.
Sementara Reina sendiri yang sudah berada di dalam rumah berteriak memanggil mama Ridha dan papa Andre dengan begitu semangat.
" Mama, Papa, Reina sudah pulang ini" teriak Reina.
Rangga yang melihat kelakuan Reina yang seperti anak kecil hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja, dan saat ia ingin masuk ke ruang kerja, Rangga baru teringat seharus nya Bagas tidak masuk melalui pintu depan, karena belum saat nya Bagas di ketahui para pelayan kalau dia sebenar nya masih hidup.
Dengan secepat kilat Rangga berlari ke arah pintu masuk.
" Cepat masuk" Dengan Rangga menyeret Bagas kembali masuk ke dalam mobil.
" Apaan sih? aku mau nyusul Reina" tolak Bagas.
" Kamu tidak boleh masuk Gas, keberadaan mu belum di ketahui sama para pelayan untuk saat ini" tarik Rangga dan membawa nya kembali masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Bagas langsung terdiam dan mengikuti tarikan Rangga begitu saja untuk masuk ke dalam mobil, dengan cepat Rangga melakukan kembali mobilnya menuju jalanan ke ruang bawah tanah.
Di dalam rumah, mama Ridha yang mendengar teriakan menantunya langsung keluar dari dalam kamar, begitu juga dengan papa Andre.
Reina begitu melihat mamanya keluar dari kamar langsung tersenyum dan berlari ke arah mama Ridha dan memeluk nya dengan erat.
" Mama" panggil Reina dengan senyuman yang tak lepas dari bibir nya.
" Sayang, ahkirnya kamu kembali juga, mama begitu merindukan mu" ucap mama Ridha setelah pelukan mereka lepas.
" Reina juga begitu merindukan mama dan papa, Reina bawa sesuatu buat mama dan papa ni, ayo kita lihat sama-sama" ajak Reina untuk duduk di ruang keluarga.
Namun langkah nya terhenti saat tidak melihat keberadaan suaminya dimana.
" Ada apa sayang?" tanya mama Ridha.
Mama Ridha ikut melihat ke arah pintu masuk mencari dimana keberadaan anaknya, sedangkan papa Andre yang melihat ada pelayan yang berada di dekat mereka langsung berakting agar pelayan tersebut tidak curiga.
" Nak apa kamu lupa, kalau suami kamu sudah tidak ada" ucap papa Andre namun mata nya melirik ke arah pelayan yang sedang mengelap guci-guci mahal.
Mama Ridha yang mengerti maksud suaminya langsung memeluk Reina dan membisik kan sesuatu agar pelayan yang berada di dekat mereka tidak curiga.
" Belum saatnya suami keluar saat ini sayang, pasti Bagas saat ini berada di ruang bawah tanah" bisik mama Ridha yang langsung membuat Reina memasang wajah sedih.
Dengan tarikan nafas dan mengeluarkan nya dengan perlahan Reina langsung menganggukkan kepalanya dengan pelan dan memasang wajah sedih.
__ADS_1
Sampai kapan aku dan suamiku harus main kucing-kucingan begini, aku pikir setelah pulang dari holiday semuanya akan berakhir, tapi ternyata masih sama seperti sebelumnya, batin Reina.
" Kamu yang sabar ya nak" ucap papa Andre mengelus punggung Reina.
Reina hanya mampu menjawab dengan anggukan kepala saja.
Sementara di ruang bawah tanah, Bagas masuk kedalam dengan wajah yang dongkol, harusnya saat ini dirinya menceritakan pada semuanya tentang bulan madunya bersama istri tercinta nya, namun semua nya hanya angan Bagas saja, karena saat dirinya masih harus berada di ruang bawah tanah sampai apa yang di rencanakan mereka semuanya berhasil.
" Sabar lah Gas, hanya tinggal sebentar lagi, aku tahu bagaimana perasaan mu saat ini" ucap Rangga yang mengetahui perasaan Bagas saat ini.
" Heemmmmm" hanya deheman jawaban dari Bagas.
" Dimana Raka? kenapa dia tidak menyambut ku" tanya Bagas.
" Saat ini Bagas sedang berada di ruangan berlatih, dia sedang menyusun rencana bersama anggota kita yang mengetahui kalau kalian masih hidup, karena besok atraksi kita akan segera di mulai bukan" ucap Rangga yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Bagas.
Dengan cepat Bagas langsung menyusul Raka ke ruang berlatih untuk bergabung dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan besok untuk membalas kan dendam wanita ular dan juga anaknya.
Sedangkan Diana saat ini sedang susah payah membersihkan rumah lamanya sebelum dirinya menikah dengan ayah Reina, setelah Diana masuk kedalam rumah besar Kesuma dan membuat keributan dengan mencoba menembak mama Ridha, kini Diana langsung di usir dari apartemen yang sudah berganti nama menjadi milik Reina.
Dan saat ini Diana kembali ke rumah petak kecil yang sudah belasan tahun tidak ia tempati.
" Kenapa masih ku seperti ini, kembali ke rumah kumuh ini, dan sekarang aku harus merasakan sakit di tangan ku" ucap Diana dengan wajah yang begitu emosi.
" Gak akan aku biar kan kalian senang di atas penderitaan ku, akan ku balas kalian semua dengan tangan ku sendiri" ucap Diana dengan amarah dan dendam yang begitu dalam.
__ADS_1
Tbc.