La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#128


__ADS_3

Di sebuah ruangan, dimana seorang wanita sedang menatap foto keluarga yang tampak begitu harmonis, dengan senyuman yang begitu cantik dan tampan di setiap wajah mereka.


" Kalian bisa tersenyum senang setelah apa yang kalian lakukan pada kakak ku, dan membuat aku menjadi hidup menderita" ucapnya sambil meremas kain lap dengan begitu kuat.


Namun tiba-tiba dia di kejutkan dengan suara kepala pelayan karena melihatnya tidak bekerja malah melamun sambil memegang foto keluarga Kesuma.


" Ria apa yang kau lakukan, di sini tidak ada yang lamban untuk bekerja, kenapa kau malah menatap foto keluarga ini dan menagkat bingkai foto itu, kalau rusak kau tidak akan bisa mengganti nya karena gaji mu berbulan bulan belum bisa menggantinya" ucap kepala pelayan yang langsung membuat Ria terkejut.


" Maaf, saya akan melanjut kan pekerjaan saya" jawab Ria yang langsung meletakkan kembali bingkai foto keluarga Kesuma.


Ria yang sudah selesai dengan pekerjaan nya langsung berjalan menuju ke ruang bawah tanah, dia dengan telaten membawa kan makanan untuk Diana yang memang sekarang menajdi tugas nya.


" Tolong buka pintu nya, saya mau mengasih makan tahanan yang ada di dalam" ucap Ria dengan penajaga yang ada di depan pintu.


" Silahkan" jawab penjaga dan langsung membuka pintu.


Ria melihat Diana yang terduduk di atas sehelai kain untuk megurangi rasa dinginnya, dengan senyuman sedikit Ria masuk ke dalam penjara dan memberikan makanan yang itu itu saja setiap harinya.


" Makan lah" ucap Ria.


Diana menatap Ria sesaat, kemudian dia langsung memakan nasi yang hanya bercampur dengan dua buah kerupuk dan satu gelas air putih.


Dan tanpa ada yang curiga, Ria selalu mencampur obat ke dalam nasi dan minuman yang di minum Diana, hingga beberapa hari ini Diana keliahtan sehat berkat obat yang di campur kan Ria, dan Diana sebenar nya tau, tapi dia pura-pura tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, Ria langsung mengakat piring bekas makan Diana dan keluar dari dalam penjara, tatapan mata mereka bertemu, dengan sekilas Ria tersenyum tipis agar tidak ada yang melihat, Diana hanya merasa heran, siapa sebenar nya wanita yang ada di hadapannya saat ini, kenapa dia begitu baik pada dirinya sampai sampai memberikan obat di campuran nasinya.


Di Rumah sakit, Bagas masih begitu setia dengan Reina, setelah dia menghubungi Raka untuk mencari tahu kejadian yang lebih detail lagi dan mencerita kan pada kedua orang tua nya tentang jatuh nya Reina, papa Andre juga langsung bertindak untuk mencari tahu.


*****


Satu malam sudah berlalu, namun tidak ada tanda-tanda Reina akan membuka matanya, Rangga juga sudah mencari tahu dari cctv yang ada di rumah besar Kesuma, dia juga sudah melacak setiap para pelayan di rumah, tapi entah bagaimana caranya Ria bisa terlewat kan saat pemeriksaan.


" Apa mama melihat kulit jeruk saat Reina terjatuh?" tanya Bagas karena baru kali ini dirinya merasa tidak menadapat kan hasil dengan kejadian yang enimpa istrinya.


" Tidak Gas, bahkan mama dan ibu Fitria tidak tahu kenapa Reina sampai terjatuh dan kepala nya sampai mebentur ujung tangga" jawab mama Ridha yang juga sudah melihat cctv dan kulit jeruk yang di pijak Reina.


" Siapa yang pertama kali berada di tempat kejadian saat Reina jatuh?" tanya Rangga.


" Periksa kembali pelayan itu, entah kenapa aku yakin kalau dia tahu soal kulit jeruk itu" ucap Bagas yang langsung di jawab oleh Raka dan Meta.


Kini semua yang ada di ruangan Reina keluar, termasuk dengan kedua orang tua Bagas, sedang kan Rangga dan Ibu Fitria kembali ke perusahaan karena begitu banyak yang harus di kerjakan, begitu juga dengan papa Andre dan mama Ridha yang membantu Bagas untuk mengurus perusahaan, sedang kan Raka dan Meta mencari tahu seluk beluk yang belum terjawab.


Di rumah besar kesuma, "sepertinya saat ini aku sudah tidak begitu aman, tapi apa yang aku ingin kan belum berhasil, dan wanita yang ada di penjara itu juga belum bisa aku keluarkan, aku harus lakukan sesuat agar mereka tidak curiga denganku" ucap Ria yang saat ini berada di kamar mandi.


Saat ini Reina sedang berjalan sambil menatap hamparan bunga yang begitu luas sambil mengelus perutnya yang sudah sedikit membesar.


Namun tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dan Reina langsung berbalik dan terkejut melihat siapa yanga da di hadapannya saat ini.

__ADS_1


" Ayah, Ibu...ini beneran kalian, Rein beneran kan, Rein gak mimpi kan?" ucap Reina.


" Iya sayang, ini bener ibu dan ayah" jawab Ayah Reina.


" Ibu dan Ayah ke sini karena mau mengambil anak kamu sayang, dia akan menjadi teman kami di sini" ucap Ibu Reina langsung yang membuat senyuman di bibir Reina langsung menghilang.


Dan dengan cepat Reina mundur beberapa langkah, " Gak Yah, Bu..ini anak Reina, buah cinta Reina dan mas Bagas, tolong jangan ambil dia dari Reina" ucap Reina memohon sambil memegang perutnya.


" Kamu nanti akan mendapat penggantinya lagi sayang, lagian kamu nanti akan mendapat kejutan, ayah dan ibu di sini begitu kesepian, maka dari itu, biar kan lah anak kamu ibu dan ayah yang jaga di sini" ucap Ibu Reina kembali.


" Gak ya, tolong jangan pisah kan Reina dengan bayi Reina" teriak Reina ingin berlari namun entah kenapa langakh kakinya terasa susah untuk ia gerak kan.


Dan saat bersamaan bunyi detak jantung Reina berdetak tidak stabil, Bagas yang ada di sana langsung terkejut, " Sayang ada apa dengan mu, kenapa kamu tiba-tiba menjadi seperti ini" ucap Bagas degan begitu khawatir.


Dengan cepat Bagas langsung memencet tombol darurat agar dokter segera masuk, dan benar saja belumada satu menit para dokter langsung masuk dengan perawat.


" Dan apa yang terjadi, kenapa Reina tiba-tiba seeprti itu?" tanya Bagas saat para dokter sibuk memeriksa Reina.


" Tenang lah Gas, dan aku mohon kau keluar kah dulu, aku akan usaha kan agar Reina kembali normal" ucap Dana.


Bagas langsung keluar, Ia begitu khawatir dengan kondisi Reina, " Ya Allah tolong berikan yang terbaik untuk istri dan calon bayi kami" ucap Bagas dalam doanya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2