La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#74


__ADS_3

" Buka petutup kepalanya sekarang" perintah Muklis pada anak buahnya yang masih berada di samping wanita yang di sangka Reina.


Dan dengan perlahan anak buah Muklis membuka penutup kepala wanita yang di sangka Reina, senyuman Muklis sudah mengembang saat  ingin melihat wajah ketakutannya Reina.


Dan saat penutup kepala sudah terbuka


1


2


3


"Baaaaaaa" ucap seorang wanita dengan senyuman di wajahnya.


Muklis dan Diana beserta anak buah mereka begitu terkejut melihat wanita yang ada di hadapan mereka saat ini bukanlah Reina.


" Siapa wanita ini? kenapa kalian tidak melihat dulu wanita yang kalian tangkap" teriak Muklis pada anak buahnya yang sudah pada ketakutan.


" Suuuuussst jangan bising, bentar lagi aku mau nikah, aku mau nikah, yeeeee" ucap wanita yang setengah waras dengan wajah yang begitu gembira.


Diana yang melihat wanita di hadapanya adalah orang gila begitu susah menelan salivanya, ia hanya bisa mentap wanita yang ada di hadapannya degan begitu geram.


" Kurang ajar, bisa bisanya mereka menukar Reina dengan wanita gila seperti ini, aku tidak terima telah di permainkan seperti ini, akan ku balas ini semua" ucap Muklis dengan begitu emosi.


Diana dan anak buah mereka hanya bisa diam sambil menatap wanita gila yang duduk di hadapan mereka masih dengan tangan di ikat.


Semua anak buah Muklis dan Diana begitu heran kenapa mereka bisa menangkap wanita gila ini, padahal di kediaman rumah besar Kesuma hanya ada satu pengantin saja saat itu.


" Bos sepertinya mereka sengaja melakukan acara pernikahan palsu agar bos tidak merusak acara pernikahan yang sebenarnya" ucap salah satu anak buah Muklis.


Diana dan Muklis langsung saling pandang, setelah itu mereka kembali melihat wanita gila yang sedang berbicara sendiri sambil tersenyum bahagia,


" Nikah,,nikah,,nikah..aaaa aku mau nikah, hore,,hore,,horee" ucap wanita gila dengan senyuman.


Saat sedang menatap wanita gila yang ada di hadapan mereka, ponsel Muklis berbunyi an terlhat nama papa Andre yang sedang menghubunginya.


" Muklis,,,bagaimana kejutan yang kau dapatkan hari ini? apa kau akan tetap membunuh wanita yang tak berdosa yang ada dihadapanmu saat ini" ucap papa Andre dengan wajah senyum sadisnya.

__ADS_1


Muklis tidak menjawab, ia hanya mengepalkan tangannya dengan menatap wajah papa Andre yang ada dilayar ponselnya.


"Aku rasa kau masih punya hati untuk tidak membunuh wanita yang tidak berdosa itu, tapi kalau kau masih ingin tetap menyakitinya, maka siap siap lah kau akan bernasib sama seperti wanita itu karena kau akan di hantyi olehnya karena sudah menyakiri wanita yang tidak berdosa seperti dia" ucap papa Andre setelah itu langsung memutuskan panggilan telponnya begitu saja.


"Kurang ajar kau Andre" ucap Muklis dengan suara keras setelah itu langsung membanting ponsel nya ke lantai dengan kasar.


PRAAAAAANK (anggap saja seperti itu suaranya ya readers)


Wanita gila yang ada di hadapan Muklis begitu terkejut,begitu juga dengan Diana dan juga seleuruh anak buah Muklis.


" Hiikss..hiikkss jahat, kenapa main lempar lemparan di hari pernikahan ku, dasar jahat, jahat,,kamu jahat" ucap wanita gila sambil menangis.


Muklis yang melihat wanita gila yang ada di hadapannya menangis langsung membentaknya.


" DIAAAAAAM,,,atau kau akan ku bunuh detik ini juga" ucap Muklis dengan wajah yang begitu kejam.


Sontak saja wanita gila tersebut langsung terdiam, namun sesaat kemudian dia kembali tersenyum dan mengucapkan kata nikah kembali.


" Aku bisa gila kalau berada di sini lama lama" ucap Muklis.


" Kalian cari tahu dimana keberadaan Reina saat ini, aku akan membalas semua ini dengan begitu kejam pada mereka" sambung Muklis lagi setelah itu dia langsung meninggalkan tempat itu.


Entah kenapa melihat wanita itu Diana langsung memikirkan keadaan Siska yang saat ini masih di sekap oleh keluarga Kesuma.


" Muklis tunggu" ucap Diana saat Muklis hendak masuk ke mobil.


" Apa lagi" tanya Muklis dengan wajah yang masih emosi.


" Sebaiknya dengan kita menunggu kabar dimana keberadaan mereka saat ini, kita juga membantu membebaskan putri kita yang masih di sekap mereka, apa kau tidak ada rasa khawatir sedikit pun pada putrimu" ucap Diana.


" Dia akan baik baik saja, lagian itu kesalahanya mu sendiri, kenapa kau malah meninggalkan dia sat sedang mengandung sendirian di apertemen, aku tidak banyak waktu untuk mengurusinya, pekerjaan ku masih banyak" ucap Muklis yang langsung masuk ke dalam mobil begitu saja.


Diana hanya bisa menghela nafas dengan kasar, setelah itu dia langsung mengikuti Muklis masuk ke dalam mobil dan Muklis pun langsung melajukan mobilnya dengan kecapatan yang begitu kencang karena masih begitu emosi atas apa yang di lakukan keluarga Kesuma padanya.


Sementara di sebuah vila di kota Bandung, Saat ini Reina sedang berdiri di Balkon kamarnya dan menatap kebun teh yang begitu indah di tambah dengan cahaya matahari yang hampir terbenam.


Bagas yang baru saja masuk ke dalam kamar langsung mencari keberadaan istrinya yang tidak terlihat di dalam kamar, namun Bagas melhat bayangan Reina yang berada di balkon kamarnya.

__ADS_1


Dengan melangkah perlahan, Bagas langsung menyusul Reina, Bagas terdiam terpaku melihat Reina yang saat ini baru saja selesai mandi, karena Reina berdiri sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah sambil menatap pemandangan indah di hadapanya.


Bagas meneguk kasar salivanya saat melihat Reina memakai celana hotpans dan kemeja putih yang tidak terkacing di bagian dadanya dan memperlihat kan sedikit pakaian dalaman Reina dan kulit putih mulus salah satu dada Reina yang belum pernah di jamah sama sekali.


Dengan melangkah perlahan, Bagas langsung mendekati Reina dan memeluk Reina dari belakang, menundukkan kepalanya di ceruk leher Reina dan menciumnya dengan begitu lembut.


Reina yang di peluk tiba tiba begitu terkejut langsung menjatuhkan handuk yang ia pegang dan berbalik menghadap Bagas yang saat ini masih menatap dirinya.


"Kakak mengagetkan ku" ucap Reina.


Namun Bagas tidak menjawab, ia langsung mendekat kan wajah nya ke wajah Reina dan langsung mencium bibir Reina dengan lembut, Reina yang begitu terkejut hanya bisa diam dan sedikit berani membalas ciuman Bagas.


Karena Bagas begitu menikmati ciumannya bersama Reina, sehingga Bagas dan Reina tidak mendengar kalau pintu bolak balik di ketuk dari luar.


" Ck,,ini si bos kemana sih? masa ia gak dengar aku dari tadi ketuk pintu bolak balik" ucap Raka yang masih berada di depan pintu kamar bosnya.


" Gak mungkin mereka lagi cetak ponakan kan? uda mau magrib juga" ucap Raka yang masih berbicara sendiri.


Dengan sabar Raka mencoba mengetuk kembali pintu kamar bosnya dengan sedikit keras agar bosnya mendengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok


Tok


Tok


Reina yang mendengar suara ketukan pintu langsung mendorong tubuh Bagas dan terlepaslah ciuman panas mereka.


Reina menatap wajah Bagas yang sudah begitu sayu, Reina tahu arti dari tatapan itu, dia langsung tersenyum manis sambil membelai lembut wajah tampan suaminya yang saat ini sedang menatanya sedikit tajam karena melepaskan begitu saja ciuman mereka.


" Ehhmmm..ada yang ketuk pintu kak, dan sebentar lagi sudah mau magrib, sebeiknya kakak segera mandi agar kita bisa sholat magrib berjamaah, aku mau buka pintu dulu' ucap Reina dengan wajah sedikit takut.


" Tunggu" ucap Bagas yang langsung menghentikan langkah kaki Reina.


" Biar kakak saja yang buka, apa kamu mau memperlihatkan paha mulus kamu itu, dan kancing baju kemeja kamu sampai atas kalau kamu tidak mau membangun macan yang hampir saja bangun" ucap Bagas langsung berjalan ke arah pintu melewati Reina begitu saja.


Sebelum Bagas membuka pintunya, Ia menetralkan nafasnya sejenak yang masih terlihat sedikit ngosngosan akibat ciuman panasnya tadi.

__ADS_1


Siapa yang sudah berani mengangguku, lihat saja kalau tidak penting, akan ku cincang tubuhnya bulat bulat, batin Bagas langsung mebuka pintunya.


Tbc.


__ADS_2