La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#48


__ADS_3

Sementara anak buah Bagas yang mengikuti Siska terdiam sesaat saat mendengar percakapan antara Siska dan dokter kandungan yang di temui Siska.


" Seperti nya ada yang tida beres, aku harus kasih tahu si Bos sekarang juga dan menujukan video yang aku rekam tadi" ucap nya dan langsung pergi meninggal kan rumah sakit.


Di kediaman Kesuma. Muklis datang ke rumah besar Kesuma karena mengetahui kalau papa Andre tidak ada di rumah saat ini.


Namun saat baru sampai di depan gerbang kediaman Kesuma, Muklis sudah di cegah untuk masuk oleh para bodiguard yang bertugas menjaga rumah besar kediaman Kesuma.


" Maaf tuan anda tidak boleh masuk" ucap para Bodyguard menhalangi langkah Muklis.


" Kau melarang ku masuk, kau tidak tahu siapa aku? apa pemilik rumah ini tidak memberi tahu pada kalian siapa aku?" ucap Muklis yang tidak di tanggapi sama sekali oleh para bodiguard.


" Siapa pun anda, kami tidak perduli, karena kalau anda memang tamu dari bos kami, bos kami akan memberi tahu kami kalau anda adalah tamu mereka" ucap bodyguard yang menghalangi langkah Muklis untuk masuk.


" Baik lah kalau saya tidak bisa dengan cara halus, saya akan lakukan dengan cara kasar" ucap Muklis dan mundur perlahan menatap satu persatu para Bodyguar yang berjumpah empat orang.


Namun saat Muklis ingin masuk mobil, Muklis dengan cepat mengeluar kan pistol kecil nya yang di letak nya di saku jas nya, dengan cepat dia melayang kan tembakan ke empat para bodyguar tersebut tepat di otak mereka.


Door


Door


Door


Door


Para Bodyguar yang lain nya yang bertugas di sekeliling rumah besar Kesuma langsung berlari ke depan gerbang dan melihat tim mereka sudah mati terkapar dengan darah berceceran dimana mana.


Mama Ridha yang mendengar suara tembakan langsung melihat cctv dan terkejut saat melihat Muklis ada di depan rumah saat ini.

__ADS_1


" Muklis....dia ada di sini, ahkir nya dia keluar juga setelah beberapa tahun berda di balik layar" ucap mama Ridha yang masih menatap layar cctv yang ada di hadapan nya.


Di depan gerbang Muklis ingin masuk namun kembali di hadang oleh para Bodyguar yang ada di sana.


" Jangan maju atau nyawa anda hilang saat ini juga" ucap para Bodiguard yang sudah ancang ancang mengarah kan pistol tepat ke arah Muklis.


" Hahahaha...kalian tidak salah mengancam saya, bukan nya nyawa saya yang menghilang, tapi nyawa kalian semua yang lenyap di tangan ku" ucap Muklis menatap mereka dengan tatapan membunuh satu persatu.


Para bodyguar tidak menanggapi ucapan Muklis sama sekali, mereka semua dengan gencar mengarah kan pistol ke arah Muklis, dan dengan cepat Muklis juga mengarah kan pistol ke arah para Bodyguart.


" Menyerah lah kalian semua, karena dimata ku kalian ini hanya lah semut" ucap Muklis dan langsung menekan pelatuk untuk menembak.


Dooor


Dooor


Dooor


Para Bodyguard melihat kearah atas rumah kediaman bos nya, terlihat lah nyonya mereka sedang berdiri sambil memegang pistol yang di rakit oleh mama Ridha sendiri.


" Apa tembakan ku kurang muklis" ucap Mama Ridha dari atap rumah nya.


Muklis langsung melihat ke atap rumah dan melihat pujaan hati nya berada di sana, dia tersenyum sambil memegang tangan nya yang sudah banyak mengeluar kan darah.


" Ini belum seberapa Ridha, karena ini malah salam pertemuan kita setelah kita bertemu lagi" ucap Muklis sambil mencium bekas tembakan di tangan nya.


" Nyonya,,nyonya tidak kenapa napa?" ucap salah satu Bodyguard.


" Saya tidak kenapa napa, lebih baik kalian makam kan mereka yang sudah tidak bernyawa dan hubungi seluruh keluarga nya, kasih uang untuk meninggal nya keluarga mereka" ucap mama Ridha yang sedih menatap kematian anak buah nya.

__ADS_1


Mama Ridha kembali menatap muklis dengan tatapan membunuh.


" Untuk apa kau ke sini, apa kau mau mengantar nyawa mu, berani sekali kau menginjak kan kaki mu di kediaman ku" ucap mama Ridha dengan nada angkuh nya.


" Ridha ,,,,Ridha..kau tidak perna berubah, padahal aku laki laki yang pantas berada di sisi mu, bukan si Andre yang malah menganjar kan mu  untuk memegang barang yang tidak pantas itu" ucap Muklis sambil menujuk pistol yang di pegang Ridha.


" Aku malah beruntung karena suami ku mengajar kan ku untuk memegang barang ini, dan aku malah senang hati kalau salah satu peluru yang ada di sini menembus kepala mu" ucap Mama Ridha sambil menunjuk kan pistol di kepala tangan nya.


" Untuk hari ini kita sampai di sini dulu Ridha, nanti aku kembali lagi untuk menjemput mu, aku harus mengobati tangan dan kaki ku, kalau tidak darah ku akan habis" ucap Muklis langsung masuk ke dalam mobil meninggal kan kediaman Kesuma.


Mama Ridha yang melihat kepergian Muklis langsung menarik nafas nya dengan dalam.


" Aku malah bersumpah kau akan kehabisan darah dan mati saat ini juga" ucap Mama Ridha sambil masuk ke dalam rumah nya.


*****


Di Gudang, Reina sudah tidak sanggup melihat Bagas dan Raka yang sedikit demi sedikit menguliti anak buah Muklis agar mau berbicara siapa yang sudah menyuruh nya.


" Apa kau tetap tidak mau bicara?" ucap Bagas.


" Tidak akan, karena aku sudah bersumpah akan setia pada bos ku" ucap nya menahan sakit karena di kuliti.


" Kuliti dengan kasar" ucap Bagas.


Para Bodyguar Bagas langsung menyobek kulit dari daging musuh yang ada di hadapan nya dengan kasar, reina yang melihat itu semua langsung menutup mata nya.


Jujur sebenar nya anak buah Muklis sudah tidak tahan karena begitu sakit nya tubuh nya saat ini, namun dia sendir memilih mati dengan cari mengenas kan dari pada keluarga nya yang mati secara mengenas kan, karena kalau saja dia berkata siapa yang mennyuruh nya, maka tidka mungkin Muklis akan membunuh keluarga nya dengan cara tragis, dan itu lah yang membuat dia bertahan untuk tutup mulut, walau pun dia menahan sakit yang begitu luar biasa, ingin sekali dia meminta untuk langsung di tembak mati dari pada harus di siksa seperti ini.


Bagas sendiri melihat Reina yang menutup mata nya karena ketakutan pun langsung memeluk Reina dengan erat.

__ADS_1


" Jangan takut dan biasa kan lah untuk melihat seperti ini, karena musuh kita di luar sana begitu banyak dan kejam" ucap Bagas dan langsung mendapat jawaban anggukan kepala oleh Reina.


Tbc.


__ADS_2