
Braaakkkk
Dengan keras Rangga menndang pintu kamar yang saat ini sedang di tempati oleh Hendrik, orang yang telah membantu Diana dan Miranda membuat Bags dan Raka kecelakaan.
Hendrik dan wanita malam yang sedang bersama nya terkejut saat mendengar pintu kamar mereka di tendang dan terbuka dengan paksa.
Dengan wajah sedikit mengantuk akibat kelelahan setelah adegan panas yang mereka lakukan, Hendrik langsung bangkit dari tempat tidurnya tanpa memakai baju, hanya boxer pendek yang masih ia pakai.
Sedangkan wanita malam yang bersamanya dengan cepat langsung cabut karena ketakutan melihat wajah Rangga yang begitu seram di matanya walau pun tampan.
" Ada apa kau kesini? bukannya kau sedang berduka karena bos mu sudah di jempu malaikat maut?" tanya Hendrik menatap Rangga dengan tatapan tak suka.
Rangga hanya diam saja, dengan lirikan mata, Rangga menyuruh anak buahnya untuk segera membawa Hedrik ke markas mereka untuk di berikan pelajaran.
Hendrik yang tidak punya persiapan hanya bisa berontak tanpa bisa melepaskan diri dari pegangan anak buah Rangga yang begitu kuat.
" Lepas kan, kalian taunya hanya main keroyok, kau pengecut Rangga" teriak Hendrik karena di seret paksa begitu saja dengan anak buah Rangga.
Rangga yang mendegar itu langsung menghentikan langkah kakinya karena tidak terima.
" Seandainya aku sendiri pun yang ada di sini, kau pasti tidak bisa melawan ku manusia bodoh, lagi pula aku tidak mau menyentuh kulit manusia hina seperti mu" ucap Rangga langsung melanjut kan langkahnya tanpa menata1p hendrik sedikit pun.
" Bedebah kau Rangga, ingat aku akan membuat mu di jemput malaikat maut sama seperti bos dan asistennya itu" teriak Hendrik sebelum di bawa masuk ke dalam mobil.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam 30 menit, kini Hendrik sudah sampai di markas ruang bawah tanah di kediaman Kesuma.
Kepala Hendrik sengaja di tutup agar Hendrik terkejut melihat Bagas dan Raka berada di hadapannya, dengan di ikat di kursi, Hendrik hanya bisa berontak agar anak buah Rangga melepaskan dirinya.
" Apa kabar Hendrik?" tanya Bagas yang langsung membuat Hendrik terdiam dari ingin melepaskan dirinya.
Deg
__ADS_1
*Suara itu? suara itu seperti suara Bagas\, tapi bukannya dia sudah mati\, bahkan keluarganya sudah mengadakan tahlilan\, lalu itu suara siapa? apa mungkin Bagas menjadi hantu karena kematiannya tidak wajar?*batin Hendrik yang masih terdiam menerka nerka.
" Kenapa kau jadi diam saja Hendrik? apa kau takut dengan kehadiran ku yang sekarang ini ada di hadapanmu?" tanya Bagas lagi.
" Siapa kau?" tanya balik Hendrik yang masih tidak percaya kalau suara orang yang ada di hadapannya adalah Bagas.
" Siapa aku? apa kau lupa dengan suara ku? baiklah, aku akan membuka penutup kepala mu agar lau bisa melihat wajah tampan ku" ucap Bagas yang langsung menyuruh anak buahnya membuka penutup kepala Hendrik.
Kini penutup kepala di buka paksa oleh anak buah Bagas dan langsung membuat Hendrik memejam kan matanya karena sinar lampu yang begitu terang membuat matanya silau, tapi dengan perlahan Hendrik membuka matanya untuk melihat siapa orang yang suaranya begitu mirip dengan Bagas.
Deg
" Gak,,gak mungkin, gak mungkin, Bagas dan asisten bodohnya itu sudah mati, siapa kalian?" tanya Hendrik tidak percaya dan sedikit ketakutan.
Bagas tertawa melihat Hendrik yang ketakutan," kau benar benar lupa siaa aku Hendrik, kenapa kau mendadak pikun, aku Bagas lah, orang yang sudah mengambil alih perusahaan mu sehingga kau langsung dendam padaku dan mebuat aku kecelakaan dan merenggut nyawa ku" ucap Bagas sengaja mengingat kan Hendrik.
" Bagas sudah mati, polisi sendiri yang mengatakan itu, kau bukan Bagas, pasti kau anak buah Bagas yang senagaja mengubah wajah mu agar menyerupai Bagas" teriak Hendrik.
" Kalian buat dia menjadi gila karena menyangka aku masih hidup, aku juga tidak mau mengotori tangan ku untuk melenyapkan nyawanya,biar dia sendiri yang mengahkiri hidupnya karena ketakutan akan perbuatannya" ucap Bagas [ada anak buahnya dan langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa Hendrik ke penjara yang ada di ruang bawah tanah.
Setelah Hendrik di bawa dan di masukkan ke dalam penjara, Bagas tersenyum melihatnya, " Kini tingga dua kelinci lagi yang akan aku singkirkan, setelah itu hidup ku dengan Reina akan segera menuju kebahagian" ucap Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Rangga dan Raka.
" Kalian terus teror kedua wanita itu, buat mereka ketakutan karena menyangka aku menjadi hantu sama seperti proa bodoh tadi" ucap Bagas menyuruh Rangga dan Raka.
Namun dekat lirikan mata saja, Rangga langsung melihat ke arah Boby, dengan cepat Boby menjawab maksud dari bos nya itu.
" Siap bos, kerjaan pasti aman dan kalian akan puas melihat hasilnya" ucap Boby yang mebuat Bagas tersenyum bagai raja iblis, bahkan yang melihat Bagas tersenyum pun langsung merinding seketika.
Kini Bagas melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, Ia langsung menyuruh Rangga untuk membawa Reina ke tempat yang sudah di bicara kan sebelumnya.
" Sudah saat nya aku pergi, kau bawa Reina ke tempat yang sudah aku katakan, aku dan Raka menunggu di sana karena aku ingin membuat Reina mulai saat ini akan selalu tersenyum seterusnya" ucap Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Rangga.
__ADS_1
Bagas dan Raka juga langsung pergi dari jalan yang tidak di ketahui oleh semua pelayan yang ada di rumah besar Kesuma, hanya orang orang yang di percaya saja lah yang mengetahui jalan itu.
Reina saat ini sedang pamit pada kedua mertuanya, " Reina pamit Ma, Pa" ucap Reina langsung memeluk kedua mertua nya dengan bergantian.
" Iya sayang" kamu hati hati di sana, dan jemput lah kebahagian kamu yang sudah di depan mata, mama yakin setelah ini tidak akan ada yang menganggu kebahagian kamu lagi sayang" ucap mama Ridha mengelus lembut bahu Reina.
" Iya sayang, biar papa dan mama yang mengurus sisanya, sekarang giliran kamu untuk menjemput kebahagian kamu" ucap papa Andre menimpali omongan istrinya.
Reina hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dengan cepat Rangga menyeret koper yang sudah di siapkan oleh para pelayan.
Para pelayan yang melihat kepergian Reina bertanya tanya, kemana akan perginya nona mereka, apa lagi mereka melihat koper yang di bawa begitu banyak dan ukuran yang besar.
Para pelayan membantu Rangga membawa masuk 4 koper ukuran besar yang isinya barang barang Reina dan juga Bagas.
Setelah sudah masuk semua, Reina langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di tunggu Rangga di balik kemudi, dengan lambaian tangan dari kedua mertuanya, mobil Reina langsung bergerak meninggalkan rumah besar Kesuma.
Sementara di mobil lain Bagas yang di supirin Raka juga tersenyum begitu senang karena akan pergi liburan membawa istrinya ke berbagai negara.
" Aku sangat senang Ka, ahkirnya aku bisa membawa Reina liburan dan jauh dari kata musuh yang selalu membuat aku dan Reina selalu tidak bebas, tapi kali ini aku akan membuat Reina selalu tersenyum" ucap Bagas yang selalu tersenyum.
Raka yang mendengar nya juga tersenyum, " Jangan oleh oleh bos setelah pulang dari sana nanti" ucap Raka dengan menatap Bos nya dari spion mobil.
" Oleh-oleh, gak biasanya kamu minta oleh-oleh saat aku pergi liburan Ka, tapi tak apa, nanti aku akan membelikan nya untuk mu dan juga Rangga" sahut Bagas.
" Bukan barang yang aku makasud bos, kalau barang aku dan Rangga juga bisa membeli nya sendiri, karena gaji yang bos berikan begitu banyak" ucap Raka yang membuat Bagas bingung.
" Jadi oleh-oleh apa yang kamu maksud Ka? kalau bukan Barang lantas apa?" tanya Bagas.
" Bagas junior Bos, agar rumah besar semakin ramai dengan hadir nya Bagas junior" ucap Raka.
Deg.
__ADS_1
Tbc.