La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#12


__ADS_3

Reina berjalan ke ruang tamu dimana ia melihat ada seorang wanita yang duduk di sofa dan lelaki bertubuh tegap dengan pakaian serba hitam berdiri di samping sofa.


" Maaf ada apa ya mencari saya" ucap Reina dengan suara pelan.


Tria langsung melihat ke arah Reina yang berdiri di ujung sofa dengan tangan saling menyatu, dan wajah nya masih cemong akibat menanam bunga.


Lelaki yang berdiri langsung membungkuk kan tubuh nya memberi hormat, Tria melihat itu hanya bisa diam saja dan memperhati kan penampilan Reina dari atas sampai bawah.


Siapa wanita ini, ada hubungan apa dia dengan keluarga Kesuma, tapi di lihat dari wajah nya dia begitu cantik dan manis, walau pun wajah nya kotor, batin Tria.


" Maaf ada apa Nona mencari saya, apa sebelum nya kita perna bertemu?" tanya Reina ada sedikit rasa takut.


Reina takut kalau orang yang ada di hadapan saat ini adalah orang orang suruhan mama tiri nya, Reina sangat tahu bagaimana kelakuan mama tiri nya.


" Saya hanya ingin memberi kan semua belanjaan ini pada Nona, ini semua titipan tuan Bagas" ucap Tria dan menyuruh bodigart Bagas untuk memberi kan semua paperbag nya pada Reina.


Reina yang melihat begitu banyak paperbag di atas meja melotot kan mata nya, Reina kembali melihat Tria, rapi Tria hanya diam saja masih memperhati kan Reina begitu dalam.


" Tapi kenapa sebanyak ini, saya tidak perna minta barang ini semua" ucap Reina pada Tria.


" Saya hanya menjalan kan tugas dari Tuan Bagas saja Nona, karena barang nya sudah sampai, saya permisi mau kembali ke kantor" pamit Tria dan langsung keluar dari rumah besar Kesuma, tapi dia masih sempat melihat sekali lagi Reina sebelum keluar dari rumah.


Reina hanya bisa terbengong melihat begitu banyak belanjaan yang di berikan Bagas, salah satu pelayan datang menghampiri Reina.


" Nona Reina, mari saya bawa kan semua belanjaan nya ke kamar nona, bisa saya beres kan" ucap sang pelayan dan mengaget kan Reina.


" Ahk..iyaa Bi, bantu saya ya Bi, saya mau menerus kan menanam tanaman lagi, lagian saya masih kotor Bi, takut nya barang yang di kirim sama Kak Bagas jadi kotor" ucap Reina dengan suara lembut nya.

__ADS_1


" Baik Non" sahut sang pelayan kemudian langsung mengambil semua paperbag yang ada di atas meja dan membawa nya ke lantai atas tempat nya di kamar Reina.


Reina pun kembali melanjut kan menanam tanaman nya di taman belakang, dia begitu senang, tapi walau pun begitu dia masih sering kepikiran ayah nya.


🌸🌸🌸🌸


Bagas dan Raka saat ini sedang berada di kafe, mereka baru selesai bertemu dengan seseorang, dan saat mereka masih duduk di kafe, seorang wanita masuk ke dalam kafe dengan pakaian yang cukup seksi.


Mata Raka langsung tertuju pada wanita itu, dia melihat penampilan wanita itu dari atas ke bawah, bukan nya menarik di mata Raka, tapi Raka malah ilfil dengan wanita itu.


" Bos target sudah datang" ucap Raka pada Bagas.


Bagas langsunv mengangkat kepala nya setelah mendengar ucapan asisten nya.


" Yang mana orang nya?" tanya Bagas melihat sekelliling Kafe dengan mata elang nya.


Bagas melihat arah yang di tunjuk oleh Raka, dia melihat wanita itu dengan seksama, bukan nya terpesona, yang ada Bagas ingin muntah.


" Cantikan Reina kemana mana walau pun Reina tidak berdandan sekali pun" ucap Bagas tanpa sadar.


Raka yang mendengar ucapan Bos nya hanya bisa menarik sedikit ujung bibir nya tersenyum, hanya sedikit sehingga siapa pun yang melihat tidak akan tahu kalau Raka sedang tersentum.


Seperti nya nanti si bos akan jatuh cinta dengan nona Reina, siapa yang tidak terpesona dengan nona Reina, bahkan dengan wajah yang lebam lebam saja masih terlihat begitu cantik, batin Raka.


" Sekarang kamu ke meja wanita itu, kita jalan kan rencana kita" ucap Bagas menyuruh Raka untuk menemui wanita yang sedang duduk di meja nomor 13.


" Maaf bos, bukan nya saya menolak, tapi alangkah lebih baik Bos yang melakukan nya, agar rencana kita lebih maksimal bos" tolak Raka.

__ADS_1


Sebenar nya Raka bisa saja menarik perhatian wanita itu, tapi dia sudah merasa jijik diluan, kali ini biar lah si bos yang turun tangan.


" Ck kenapa harus aku sih, di sini bos nya siapa, lagian mana orang suruhan kita yang semalam kamu permak, biar dia saja yang jalan kan rencana nya sampai selesai, aku tidak mau dekat dekat dengan wanita itu, penampilan nya saja seperti dakocan" ucap Bagas menolak suruhan sang asisten.


Raka hanya tersenyum sedikit mendengar penolakan bos nya, Raka yakin bos nya juga tidak akan mau drkat dekat wanita seperti itu.


Raka langsung menghubungi orang suruhan nya, dia pun langsung menyuruh orang suruhan nya yang bernama Bobi untuk segera datang ke kafe.


Tak lama Bobi datang dengan penampilan yang begitu menakjub kan, Bobi datang ke meja dimana Bagas dan Raka duduk, semua mata melihat ke arah meja Bagas, Bagas dan Raka tidak peduli dengan suara suara yang mengagumi ketampanan mereka, beda dengan Bobi yang langsung tebar pesona di sana.


" Sebaik nya kamu jalan kan rencana nya sekarang, dan ingat cari tahu semua nya dengan lengkap, ini kartu nama untuk mu, kamu bisa menujuk kan ini pada wanita rubah itu, agar dia yakin kalau kamu seorang pengusaha sukses" ucap Bagas memberi kan kartu nama yang sudah di siap kan Raka terlebih dulu.


" Baik bos, saya tidak akan mengecewa kan bos" ucap Bobi.


Bagas hanya mengangguk kan kepala nya, kemudian dia langsung pergi meninggal kan kafe melalui jalan samping, Bagas tidak mau kalau Wanita yang menjadi target nya sekarang melihat diri nya, bisa bisa wanita itu malah mengejar ngejear Bagas, mengingat Bagas orang nomor satu se Asia, dan masih banyak lagi perusahaan nya di luar negri.


Sebelum Raka pergi mengikuti bos nya, Rala memberi kan kartu black cart untuk Bobi, agar mangsa semakin percaya kalau Bobi memang seorang pengusaha sukses.


" Jalan kan secepat nya, terserah kamu bagaimana cara nya, yang penting kamu dapat kan apa yang di minta oleh si Bos" ucap Raka kemudian langsung beranjak dari kursi nya meninggal kafe dan berjalan menuju mobil bos nya yang di parkir.


Raka melihat Bos nya sudah duduk di kursi belakang menunggu kedatangan diri nya.


" Maaf bos tadi saya menyerah kan kartu black cart dulu pada Bobi, dan memberi tahu kan tugas untuk nya" ucap Raka.


" Hmmmmm...kita pulang saja, aku sudah malas ke kantor, lagian sudah tidak ada pekerjaan lagi" ucap Bagas dan langsung di angguki kepala oleh Raka.


Raka pun langsung melaju kan mobil nya menuju kediaman Kesuma.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2