La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#66


__ADS_3

Bagas sudah sampai di Bandara, para Bodyguard sudah berada di Bandara untuk menjemput tuan nya, Bagas angsung menuju ke mobil agar segera cepat sampai di rumah untuk menemui Reina karena saat di pesawat Bagas sudah tak sbar ingin bertemu dengan Reina dan mengetahui keadaan Reina.


Di kediaman Kesuma, mama Ridha dan papa Andre belum mendapat kabar tentang Reina dan Rangga, entah kenapa mereka hilang bagai di telan bumi, tidak bisa di lacak sama sekali.


Ancaman mama Ridha pada Diana juga tidak ada balasan sama sekali, mama Ridha berfikir entah memang DIana tidak perduli pada putri nya atau memang ini siasat mereka.


" kemana Rangga membawa Reina Pa? kenapa sampai saat ini kita tidak bisa melacak keberadaan mereka" ucap mama Ridha di ruang tamu.


Tanpa mereka tahu kalau Bagas mendengar ucapan mama Ridha dan langsung menghenti kan langkah nya. Bagas diam mematung, jantung nya mendadak berhenti, darah nya mendadak membeku saat mendengar kalau Reina sudah dua hari telah hilang.


" Kata kan yang Bagas dengar tadi tidak benar" ucap Bagas yang langsung membuat mama Ridha dan papa Andre terkejut dan melihat Bagas sudah berdiri di belakang mereka bersama Raka dan Jaka.


Mama Ridha dan papa Andre terdiam tidak menjawab pertanyaan anak nya, Bagas yang tidak mendapat jawaban sama sekali dari mama dan papa nya bertanya sekali.


" Kata kan ma, pa kalau apa yang aku dengar tadi tidak benar?" ucap Bagas lagi.


Mama Ridha langsung berjalan mendekati Bagas dan memegang tangan putra nya.


" Sayang, tenang kan diri mu, kamu baru saja tiba dari perjalanan jauh, nanti kita bicara kan lagi tenang Reina, sekarang kamu istirahat dulu" ucap mama Ridha dengan lembut.


" Bagaimana aku bisa istirahat dengan tenang Ma, di saat papa mengabari aku soal kebusukan Muklis dan Diana aku sudah begitu khawatir pada Reina, dan saat ini aku mendengar kalau Reina hilang dan itu sudah dua hari lama nya" teriak Bagas yang membuat mama Ridha menangis melihat anak nya begitu terpukul.

__ADS_1


Papa Andre hanya bisa menenag kan Bagas dan memberi kan ketenangan agar Bagas tbisa lebihbtenang dan berfikir lebih tenang untuk mencari keberadaan Reina.


" Tenang lah nak, papa yakin Reina tidak apa apa, anak buah kita sudah menyebar mencari Reina, lagian Reina bukan wanita yang lemah" ucap papa Andre.


" Rangga...dimana Rangga? kenapa dia tidak bisa menjaga Reina?" teriak Bagas.


Boby dan Jaa langsung bekerja di ruang keluarga kediaman Kesuma untuk melacak keberadaan Rangga dan reina.


Namun sama sekali tidak berhasil, entah apa yang terjadi pada Reina dan Rangga. Anak buah papa andre juga sudah menelusuri hutan tempat terparkir nya mobil yang dikendarai Rangga, naum tidak adatanda tanda jejak kaki dari Ranga dan Reina di dalam hutan sekali pun.


Bagas menagis pilu di pelukan mama nya, dia sendiri tidak tahu dimana mencari Reina, Raka melihat layar laptop dimana GPS mobil Rangga berhenti di titik terahkir.


" Disana hanya ada hutan, tidak ada perairan sama sekali, dan hutan itu juga tidak terlalu besar, kalau mereka bersembunyi di sana karena menghindari para musuh, pasti anak buah kita sudah menemukan nya" ucap rangga yang masih menatap layar laptop milik Boby.


" Aku yakin telah mereka pasti masih di sekitar sana, Rangga pasti membawa Reina ke tempat yang aman, aku tahu bagaiaman Rangga" ucap Raka yang di angguki kepala oleh Papa Andre.


Bagas hanya diam, dia tidak bisa bicara lagi, fikiran nyas udah kalut dimana dan bagaimana keberdaan Reina saat ini, baru saja dua minggu dia meninggal kan Reina, namun malah seperti ini jadi nya.


Raka, Boby dan Jaka langsung bergerak ingin pergi dimana mobil Rangga terparkir, Bagas yang melihat Raka ingin pergi langsung bergerak.


" Aku ikut" ucap Bagas dan langsung di angguki Raka dan Boby.

__ADS_1


Mereka pergi ke lokasi terahkir mobil Rangga di berhenti untuk mencari tahu dimana Rangga membawa Reina.


Sementara di sebuah rumah di dalam hutan, Muklis menghancur kan semua apa yang di lihat nya di depan mata nya. sementara Diana hanya diam saja dan mengepal kan tangan nya dengan kuat karena mendengar perkatan anak buah nya yang gagal menangkap Reina.


" Menangkap satu orang wanita saja kalian tidak bisa, padahal kalian semua sudh aku bayar dengan mahal selama ini" teriak Muklis dengan wajah yang sudah merah padam.


" Maaf tuan, Reina tidak sendirian, dia bersama seorang lelaki yang menolong nya saat kami mengikuti mobil nya" ucap anak buah muklis.


" Hanya seorang supir dan bodyguar nya saja kalian kalah, untuk apa aku melatih kalian kalau kalian kalah bisa kalah melawan tikus tikus bodoh itu" ucap Muklis dengan geram dan emosi.


" Apa kau yakin anak sialan itu hanya bersama supir Muklis?" tanya Diana menatap Muklis.


" tentu saja, karena Bagas tidak ada di sini, dia sedang di jerman, bahkan aku hampir saja melenyap kan nyawa nya naum aku gagak karena asisiten bodoh yang selalu bersama dia selalu berhasil menggagal kan semua rencana ku" ucap Muklis tidak mengetahui keberadaan Rangga.


" Saat ini mereka sudah menyekap Siska putri kita? apa kau tidak ingin membebas kan Siska terlebih dahulu, setelah itu baru kita memikir kan cara bagaimana menangkap Anak sialan itu sebelum pengumuman kalau perusahan kedua orang tua nya di umum kan" ucap Diana yang sebenar nya khawatir akan keadaan Siska.


"Biar kan saja Siska di sana? Dia akan aman di sana? dia hanya sebagai umpan untuk memancing kita keluar, aku akan keluar kalau rencana ku akan berhasil, menyelap kan Reina dan mengubur mayat nya dengan tangan ku sendiri" ucap Muklis dengan wajah penuh dendam.


Setelah itu baru merebut Ridha dari tangan mu Andre, kau tunggu saja pembalasan ku, batin Muklis dengan tatapan membunuh.


 

__ADS_1


Siska sendiri yang di sekap di markas dan di tunggui oleh anak buah Kesuma diam saja, dia sudah tahu kalau dia pasti akan di sekap karena mama nya sudah memberi tahu nya terlebih dahulu, walau pun dia takut, tapi dia yakin kalau ibu nya akan menyelemat kan diri nya, tinggal Siska menunggu saja kapan dia di selamat kan oleh mama nya.


Tbc.


__ADS_2