
Saat Reina akan menjawab, pintu ruang kerja Ayah budi terbuka, masuk lah Papa Andre dan mama Ridha beserta Raka yang setia menemani bos besar nya.
" Papa..Mama" panggil Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh kedua nya.
Mama Ridha tersenyum mendekati putra dan juga calon menantu nya, sedang kan papa Andre menepuk bahu Bagas dengan pelan.
" Awal nya mama dan papa juga tidak tahu kalau Reina ini adalah anak dari Budi dan Rindi, namun saat mama pertama kali menjenguk nya ke rumah sakit, mama seakan melihat Rindi hidup kembali" ucap mama Ridha Reina yang berdiri di samping putra nya.
" Saat itu mama langsung mengirim kan foto Reina pada papa mu untuk mencari tahu siapa sebenar nya Reina, dan selang beberapa jam papa memberi tahu kalau Reina adalah anak dari Budi dan Rindi, sahabat mama yang sudah banyak membantu mama dan papa mu dulu" ucap mama Ridha sambil menangis mengingat sahabat nya yang sudah tidak ada lagi.
" Kamu ingat nak, kalau mama langsung mengatakan pada mu kalau Reina di rawat di rumah saja, itu karena mama sudah tahu kenapa Reina bisa seperti itu" ucap mama Ridha.
Bagas pun langsung mengingat kejadian beberapa bulan lalu saat mama nya meminta Dana untuk merawat Reina di rumah dengan alasan agar Reina aman.
" Jadi waktu itu mama dan papa sudah mengetahui kalau Reina tidak aman?" tanya Bagas.
Mama Ridha langsung mengangguk kan kepala nya tanda membenar kan ucapan Bagas putranya.
" Tapi kenapa mama dan papa tidak cerita pada ku?" tanya Bagas.
" Karena papa punya rencena dengan Budi untuk menangkap tikus tikus yang sudah memebuat Reina menderita" ucap papa menimpali.
Dan saat kalian menyelediki soal orang tua Reina, dan memanggil Budi ke kantor pada saat itu, Budi sudah mengetahui ke beradaan putri nya, dia hanya berpura pura tidak tahu apa apa, dan Budi dengan sengaja memberi tahu pada mu kalau saat itu di tubuh Reina bom yang bisa kapan saja meledak saat wanita iblis itu menekan tombol On nya" sambung papa Andre.
" Dan untuk pernikahan dan kepergian Reina, sebenar nya itu adalah rencana kami semua, tapi kamu malah gegaba dan mengacau kan semua nya" ucap papa Andre yang membuat Bagas terkejut.
" Jadi..." Bagas ingin berbicara namun di potong mama Ridha.
" Iya nak, rencana kami kamu menikahi Reina karena ada suatu sebab, namun kamu mengetahui nya dan tidak mau menikahi Reina, sehingga kami mengubah rencana kalau Reina akan kami kirim ke Makasar dan kami yakin kamu akan meyusul Reina ke sana dan kami akan melanjut kan pernikahan kalian di sana, tapi musibah malah datang pada kita" ucap mama Ridha yang membuat Reina kembali menangis.
Bagas langsung menatap Reina dan langsung memeluk Reina, " maaf kan kakak Rein, yang tidak tahu soal rencana ini" ucap Bagas sambil mencium Reina.
__ADS_1
" Tidak apa apa kak, Reina sudah ikhlas dengan kepergian Ayah, dan Reina yakin Ayah dan ibu pasti sudah bertemu di sana dan bahagia" ucap Reina dengan senyuman di wajah nya.
Bagas tersenyum dan semakin mengerat kan pelukan nya pada Reina.
" Gas rencana pernikahan kalian harus tetap di laksana kan, dan soal warisan peninggalan ayah dan ibu Reina, biar kan Reina yang menjalan kan, kita hanya bisa membantu Reina saja" ucap papa Andre.
" Tapi Pa, Bagas takut Reina dalam bahaya" ucap Bagas khawatir pada Reina.
" Kamu tidak usah khawatir, insya Allah reina aman" ucap papa Andre meyakin kan putra nya.
*****
di sisi lain, paman Reina yang selama ini berada di balik layar tersenyum penuh arti.
" Aku salut sama kamu Diana? kau memang pintar dan bisa di andal kan" ucap Muklis yang tak lain dan tak bukan paman Reina.
" Aku cuma tidak mau rencana ku gagal, sekarang aku mau harta itu harus ada di tangan ku, dan kau harus berjanji untuk menikahi bukan, agar Siska bisa mempunyai Ayah yang sesungguh nya" ucap Diana menatap wajah Muklis.
Dia meminum anggur di depan Diana dan menatap mata Diana.
Aku tidak akan mengubah rencana ku Diana, kau di sini cuma sebagai alat ku saja, dan soal Siska, itu adalah kebodahan ku karena sudah terlena dengan kenikmatan yang kau beri kan dulu, tujuan ku tetap sama, mengambil harta adik ku dan merebut Ridha dari pria sialan itu, batin Muklis yang masih tersenyum dengan menatap Diana.
" Apa yang kau janji kan pada Broto dengan membuat Budi merenggang nyawa" tanya Muklis yang sontak membuat Diana terkejut dan menatap Muklis.
" Aku tahu apa yang kau janji kan pada nya, pergi lah, puas kan dia" ucap Muklis langsung meninggal kan Diana.
" Muklis muklis, aku bisa jelas kan, kamu jangan marah sama ku" ucap Diana menahan Muklis agar tidak pergi meninggal kan nya.
" Aku tidak marah, cuma kamu harus menepati janji mu pada nya, pergi lah" ucap Muklis dengan hangat.
Diana melihat kepergian Muklis, dia mengira kalau saat ini Muklis sakit hati karena Diana akan bersenang senang dengan Broto, orang yang sudah berhasil melenyap kan nyawa Budi, namun pikiran nya salah.
__ADS_1
Muklis tidak mau tahu urusan Diana karena bagi muklis Diana adalah sampah yang akan di buang ketika rencana nya sudah berhasil ia dapat kan.
****
Di kamar yang lumayan besar, Siska sendiri mendadak lemas dan mual mual, entah kenapa beberapa hari ini Siska sering merasa pusing tiba tiba.
" Kenapa tubuh kulemas sekali ya ahkir ahkir ini ya, gak enak banget" ucap Siska yang sudah menidurkan tubuh nya di tas tempat tidur yang empuk.
Saat ini Siska tidak lagi tinggal di rumah Reina, ia di belikan apertemen oleh Muklis dan semua itu karena permohonan Diana juga.
Siska ingin menelpon ibunya kalau dia saat ini tidak enak badan, namun sudah beberapa kali dia mencoba menghubungi ibu nya namun tidak kunjung di angkat oleh ibu nya.
Diana sendiri sedang asik melayani Broto di ranjang karena sudah berhasil melenyap kan nyawa Budi.
" Kau memang luar biasa Diana? aku selalu terlena dengan service mu" ucap Broto saat sudah selesai mengauli Diana.
Diana sendiri hanya bisa mengangguk kan kepala nya dan memejam kan mata nya akibat sudah kelelahan setelah bertempur dengan Broto.
*****
Reina sat ini sedang berdiri di balkon kamar nya di temani oleh Bagas.
" Apa rencana kamu soal perusahaan Rein?" tanya Bagas yang sudah memeluk tubuh Reina dari belakang.
" Besok aku mau ke perusahaan kak, dan melanjutkan semua proyek Ayah, dan untuk perusahaan ibu, rencana nya akan aku gabung kan dengan perusahaan Ayah dan akan aku ubah nama perusahaan ayah dan ibu menjadi satu" ucap Reina memberi tahu.
Bagas yang mendengar ucapan Reina langsung melepas kan pelukan nya dan menatap wajah Reina.
Tbc.
__ADS_1