
Reina berjalan naik ke lantai atas untuk masuk ke dalam kamar, Bagas masih shock mendengar ucapan istrinya, sedang kan Rangga, Meta dan Raka hanya bisa menahan senyum melihat wajah bos nya yang sudah tidak berkutik.
Seketika kesadaran Bagas tersadar saat mendengar suara bantingan pintu dari lantai atas.
Jedaaaar ( anggap aja suara pintu di banting ya)
" Sayang" teriak Bagas dan langsung berlari ke kamar mereka.
Tiba di depan pintu kamar mereka, dengan perlahan Bagas mengetuk pintu agar Reina mau membuksnya.
Tok
Tok
Tok
" Sayang jangan gini dong, pliss buka pintunya, mas minta maaf sayang, mas akan turuti apa pun yang kamu mau asal jangan menyuruh mas untuk memakan makanan yang mirip dengan makanan bebek itu sayang" bujuk Bagas.
Reina yang di kamar hanya mendengar suara Bagas, namun tidak berniat sama sekali untuk membuka pintunya, yang ada Reina malah mencari kertas di laci yang ada di sebelah tempat tidurnya dan menuliskan sesuatu di kertas tersebut.
Setelah selesai Reina langsung mengeluarkan kertas tersebut dari bawah pintu agar suaminya dapat membaca tulisan yang Reina buat.
__ADS_1
Bagas sendiri begitu terkejut saat melihat selembar kertas keluar dari bawah pintu, dengan segera Bagas mengambilnya dan membalik kan kertas tersebut karena Reina memang sengaja membalik kertasnya saat memberikan pada Bagas.
"MALAM INI MAS TIDUR DI KAMAR TAMU, REINA GAK MAU TIDUR SAMA LELAKI YANG GAK MAU TANGGUNG JAWAB SAAT" isi kertas tulisan Reina.
Bagas mendengus kesal membacanya, dengan cepat Bagas kembali memohon pada sang istri agar segera di buka pintunya.
" Sayaang jangan gini dong, kamu kan tahu mas gak bisa tidur kalau gak peluk kamu, ayo lah sayang, mana mungkin mas gak tanggung jawab, kita saja buatnya bareng bareng, sama sama nikmati juga kan" ucap Bagas yang membuat mata Reina melotot seketika mendengarnya.
" Iseh mas Bagas lumut nya lemes banget sih, begituan malah di bilang, tapi emang aku begitu menikmati sih setiap sentuhan mas Bagas, ehh.. Reina apa yang kau fikirkan, jangan tergoda, biar kau hukum dulu suamimu yang tak mau tanggung jawab itu" ucap Reina dengan kesal.
Di lantai bawah, Rangga menatap kembali asinan pepaya yang mirip bubur di hadapannya.
" Sebaiknya kalian singkirkan makanan bayi ini, atau bila perlu kalian saja yang makan, karena ulah kalian aku dan Bagas mendapat sialnya" ucap Rangga dengan suara tegasnya.
" Bilang saja padanya sudah habis karna aku makan" sahut Rangga.
Saat ingin meninggalkan meja makan, Rangga melihat Bagas turun dari lantai dua dengan wajah yang begitu kusut.
" Ada apa dengan mu?" tanya Rangga.
Bagas tidak menjawab, ia menatap Raka dan Meta secara bergantian dengan mata elangnya seperti ingin memakan Raka dan Meta hidup hidup.
__ADS_1
" Siapa yang membuat asinan itu seperti itu? gara gara kalian aku malam ini harus tidur di kamar tamu karna istriku benar benar marah padaku" ucap Bagas dengan kesal.
Raka dan Meta saling pandang kemudian langsung menundukkan kepala mereka karena takut, sedangkan Rangga tersenyum senang mendengar Bagas harus tidur di kamar tamu.
" Kenapa kau senyum senyum, kau senang melihat aku menderita" bentak Bagas pada Rangga namun malah di sambut tawa oleh Rangga.
" Setidaknya aku tidak sendirian di musuhi oleh istrimu itu, kita seharusnya mencari cara agar Reina tidak marah lagi pada kita, bukan malah kesal begini" ucap Rangga.
" Ini semua gara gara kalian" bentak Bagas pada Raka dan Meta sambil mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.
" Ini semua salah Meta bos, dia sok ahli banget buat asinan dengan modal melihat di youtube, aku hanya mengikuti saja bos" ucap Raka berusaha membela dirinya.
" Enak saja, kamu yang salah, aku kan bilang rebus rendam pepaya nya di air hangat, kamu malah merendamnya di air mendidih, ya jelas pepaya nya jadi lembek begitu" bantah Meta sambil menujuk ke arah asinan yang ada di atas meja.
" Apa bedanya air hangat sama air mendidih, yang penting sama sama air panas" ucap Raka masih membela diri.
" Ya jelas beda lah, kamu bodoh banget gak bisa bedain air mendidih sama air hangat, percuma sekolah tinggi tinggi" sahut Meta.
Raka dan Meta jadi adu mulut karena tidak mau saling di salahkan, Bagas dan Rangga yang mendengar suara mereka serasa ingin pecah kepalanya.
" DIAAAAAAM" ucap Bagas dan Rangga secara bersamaan.
__ADS_1
Tbc.