
Setelah rahasia yang di simpan selama bertahun tahun sudah di ceritakan oleh bu Fitria, kini Rangga dan Reina sudah menerima kalau mereka adalah saudara kembar yang terpisah sedari lahir.
Dan untuk perusahaan peninggalan orang tua mereka sudah Rangga yang langsung memegang kendali tanpa Reina harus ikut campur tangan lagi.
Dan saat ini Reina sedang berada di jalan untuk datang ke kantor suami tercinta nya untuk mengantarkan makan siang yang pastinya tanpa sepengetahuan sang suami.
Reina inisiatif memberikan kejutan ke kantor bagas karena dia sendiri sedang bosan di rumah karena saat di rumah besar Kesuma saat ini sedang sepi.
Sang mertua dan ibu Fitria sudah sedang pergi ke luar negeri yang pastinya untuk liburan sekalian mengurus bisnis mereka juga.
Reina turun dari mobil dan langsung masuk ke gedung kantor semuanya dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya, semua karyawan yang berpapasan dengan Reina langsung menuduk sopan menyapa istri dari bos mereka.
Semua menatap kagum kecantikan alami istri dari bos mereka yang pastinya juga terkenal ramah pada semua kalangan, baik itu kalangan tinggi dan juga kalangan bawahan, tapi semua di pandang sama oleh Reina dan itu yang membuat semua karyawan di Kesuma Group senang dengan istri bosnya itu.
Kini Reina sedang berada di kotak besi untuk mengantarkan dirinya menuju lantai dimana ruangan suaminya berada.
Ting
Bunyi lift berbunyi dan Reina keluar dengan senyuman yang masih terpasang di bibirnya, dari belakang Meta berjalan mendampingi nona bosnya.
" Bapak ada di dalam?" tanya Reina pada sekretaris Bagas.
" Ehk Nona Reina, maaf saya tidak menyadari kehadiran Nona, bapak ada di dalam Nona" ucap sang sekretaris sambil menudukkan kepalanya.
Reina langsung berjalan menuju pintu ruangan suaminya, namun saat baru saat ingin membuka pintunya, Reina mendengar suara menggelegar dari ruangan suaminya yang langsung menghentikan gerakan tangannya untuk membuka pintu.
Dan sang sekretaris pun yang juga ikut mendengar langsung menepuk keningnya karena kelupaan kalau saat ini bos nya itu tidak bisa di ganggu.
" Lila, apa bapak sedang sibuk" tanya Reina langsung begitu melihat kelagan Lila yang seperti ketakutan.
__ADS_1
" Ehhmmm...tuan..tuan" belum selesai Lila berkata pintu ruangan Bagas terbuka dan langsung menapakkan wajah tegang Raka.
Ahhh ahkirnya pawang sang bos ada di sini, syukur Alhamdulillah, aku bisa meminta bantuan nona Reina untuk mendingkan hati si bos yang lagi membara, batin Raka.
" Nona ahkirnya" ucap Raka yang langsung membuat Reina manaut kan alisnya.
" Ada apa Raka?" tanya Reina penasaran.
" Nona tolong kami, saat ini bos Bagas sedang dalam mode singa, hanya nona yang bisa menenagkan bos saat ini" ucap Raka memohon pertolongan.
" Apa?" sahut Reina dengan suara terkejut.
" Kamu jangan main-main Ka, bisa-bisa aku yang malah ketibas sialnya, aku gak mau" tolak Reina.
" Plisss Nona, gak mungkin bos nyelakai istri tercinta nya kan" mohon Raka yang mmebuat Reina kebingungan, sedangkan Meta hanya menatap bingung maksud Bagas.
Raka kembali membuka pintu ruangan bosnya dan menyuruh Reina untuk masuk, namun Reina langsung menggelngkan kepalanya karena juga mearsa takut, tapi Raka tidak tinggal diam, dengan cepat Raa mendorong tubuh Reina dan seketika Reina langsung masuk ke dalam ruangan Bagas.
Reina langsung menalan salivanya melihat tatapan tajam suaminya yang menghunus padanya.
" Sayang, apa aku ganggu?" tanya Reina namun tidak di jawab oleh Bagas.
Bagas kembali melihat orang yang berdiri di hadapannya, " Nanti sore saya mau laporan itu sudah ada di atas meja sayang dan tanpa kesalahan sedikit pun, kalian paham" ucap Bagas dengan nada tegasnya.
" Baik Tuan" ucap mereka serempak.
" Kalian boleh keluar" usir Bagas langsung.
Ke empatnya langsung berbalik untuk meninggal kan ruangan bosnya yang sudah seperti tempat uji nyali saja.
__ADS_1
Saat mereka sampai di pintu mereka mengucapkan terima kasih pada Reina dengan suara pelan karena sudah menolong mereka dari kemarahan Bagas.
Kalian semua aman tapi gak di aku sepertinya, batin Reina dengan wajah yang sudah begitu gelisah.
Begitu Reina mendengar suara pintu tertutup, Reina merasakan kalau ruangan yang saat ini ia pijak mendadak berubah seperti bangunan tua yang sudah lama terberpenghuni.
Harusnya aku tadi di rumah saja, kan gak seperti ini jadinya, batin Reina yang malah ketakuran melihat tatapan sang suami.
" Kenapa diam saja di situ?" suara Bagas langsung membuat Reina terkejut dan Reina langsung memasang senyuman kaku di wajahnya.
" Mas aku bawain kamu makan sian, kamu pasti belum makan kan?" tanya Reina sambil berjalan ke arah meja Bagas.
Bagas sendiri tidak menjawab pertanyaan Reina, dia hanya menatap istrinya dengan tatapan yang membuat Reina serasa ingin di sidak di saja.
Reina meletakkan bekal makan Bagas di atas meja, saat Reina mau melangkah ke sofa, dengan cepat bagas menarik tangan Reina dan menudukkan kan di atas pangkuannya.
" Maasss" teriak Reina karena terkejut.
" Kamu harus tanggung jawab karena sudah membiar mereka keluar dari ruangan ini" ucap Bagas.
" Kenapa harus Reina Mas, Bahkan Reina tidak rahu apa masalahnya" sahut Reina.
" pokoknya Mas gak mau tahu, kamu harus bertanggung jawab" ucap Bagas kemudian langsung mengangkat Renina masuk ke dalam kamar yanga da di ruangannya.
" Mas tapi kamu belum makan siang?" ucap Reina agar Bagas tidak jadi malanjutkan aksinya.
" Ini makanan yang paling enak, kalau yang itu bisa belakangan" jawab Bagas yang sudah membuat Reina pasrah maksud ucapan sang suami.
Dan selanjutnya readers tahu apa yang terjadi, kita skiip ya, lagi pauasa soalnya hehehe.
__ADS_1
Tbc.