
Setelah selesai memberi kan arahan untuk lusa pada Iqbal, kini Reina, Bagas dan Raka sudah berada di mobil untuk makan siang karena hari sudah lewat jam makan siang.
di dalam mobil Reina sengaja mendiam kan Bagas, dan hal itu membuat Bagas menjadi salah tingkah karena di diam kan Bagas.
Raka yang melihat bos dan nona nya diam diaman hanya bisa tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya.
" Rein...kenapa dari tadi diam aja saat kakak mengajak kamu bicara?" tanya Bagas yang sudah tidak tahan di diam kan Reina.
Reina menatap Bagas dengan tatapan seperti ingin membunuh Bagas, Bagas yang melihat tatapan itu hanya bisa menelan saliva nya dengan susah.
Raka sendiri yang melihat bos nya ketakutan hanya bisa tersenyum mengejek.
" Si bos ahkir ya ada juga yang di takuti nya selain tante Ridha, selama ini semua orang yang takut pada diri nya, tapi sekarang dia takut pada wanita yang di cintai nya" batin Raka sambil sesekali melihat bos dan nona nya melalui kaca spion.
" Reina jangan menatap kakak seperti itu? jujur kamu seram sekali, lebih seram dari flim Suzana yang menjadi sundel bolong" ucap Bagas tanpa sadar yang membuat Reina semakin melotot kan mata nya.
Bagas yang sadar akan ucapan nya langsung menutup mulut nya dan menggeleng kan kepala nya tanda kalau ucapan nya tidak benar.
Belum sempat Reina ingin bersuara, namun tiba tiba mobil yang di kenderai mereka bertiga di tembak dari arah belakang.
Dor...dor..dor
Raka yang menyetir mendengar suara tembakan ke arah mobil yang sedang di kenderai nya langsung megelak dan melaju kan mobil nya dengan kencang.
Reina sendiri berteriak karena terkejut dan ketakutan.
" Kaakaaaaak" teriak Reina langsung memeluk Bagas yang ada di samping nya.
Bagas pun langsung memeluk Reina dan melihat ke belakang untuk melihat siapa yang sudah berani bermain main dengan nya.
" Ka kita ke markas sekarang, kita bawa mereka ke sana agar kita tahu siapa yang sudah bermain main dengan kita" ucap Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Raka.
" Kakak aku takut" ucap Reina yang sudah menangis di dalam pelukan Bagas.
" Tenang lah Rein, kakak ada di sini selalu menjaga mu" ucap Bagas mengelus kepala Reina.
__ADS_1
Bagas mengambil ponsel nya yang ada di saku jas nya, dengan cepat dia menghubungi papa nya untuk memberi tahu kalau dia saat ini sedang di ikuti oleh orang orang ingin melenyap kan Reina.
" Pa suruh bodyguard kita untuk stand by di markas, dan tutup semua jalan menuju keluar markas" ucap Bagas dengan cepat.
" Ada apa? apa ada masalah?" tanya papa Andre.
" Ada yang menembak mobil yang kami pa, ini kami sekarang sedang ke arah markas untuk memancing mereka agar mereka semua masuk ke dalam perangkap kita" ucap Bagas sambil sesekali melihat ke arah bekalang.
" Baik lah nak, hati hati, dan jaga Reina" sahut Andre langsung memati kan ponsel nya.
Mama Ridha yang melihat suami nya sedikit tegang langsung beranjak dari sofa yang di duduki nya.
" Ada apa pa? apa yang terjadi dengan Reina?" tanya mama Ridha dengan wajah yang sudah khawatir.
" Ada yang menembak mobil Bagas Ma, seperti nya mereka ingin mencelakai Reina" ucap papa Andre yang langsung menelpon anggota nya untuk menyuruh nya bersiap siap.
" Ya Allah...lindungi calon menatu ku" ucap Ridha sambil mengusap wajah nya.
Sementara di mobil Raka dengan lihai membawa mobil dengan kecepatan sedang, Bagas masih setia memeluk Reina agar Reina tidak semakin ketakutan.
CETAAAAAAAAAAAR
" Aaaaaaaahkkkkk...Kakaaaak" teriak Reina karena kaca mobil di samping nya pecah.
Raka yang melihat itu langsung semakin menambah kecepatan mobil nya dan masuk ke dalam hutan untuk memotong jalan memasuki markas.
" Jangan takut Rein, kakak akan melindungi kamu" ucap Bagas yang sudah melihat Reina semakin ketakutan.
Raka langsung menhenti kan mobil nya saat mobil nya sudah tidak bisa memasuki kawasan hutan lebih dalam.
" Ayo cepat bos, mereka pasti masih mengikuti kita" ucap Raka yang sudah membuka pintu mobil Bagas.
" Ayo Rein, kita harus cepat pergi dari sini" ucap Bagas langsung manarik Reina.
Mereka berlari untuk menuju markas, namun beberapa langkah mereka mendengar suara tembakan, ternyata musuh yang mengikuti mereka sudah berada di belakang mereka sambil menembaki mereka bertiga.
__ADS_1
Raka langsung mengajak bos dan nona nya untuk bersembunyi di sebuah batu besar yang bawah nya jurang yang begitu dalam.
Reina melihat ke bawah dan tubuh nya bergetar membayang kan kalau dia terjatuh ke dalam jurang yang ada di hadapan nya.
" Jangan di lihat Rein kalau kamu takut, kita tidak apa apa" ucap Bagas dan di angguki Raka.
Reina langsung menutup mata nya dan merangkul tangan Bagas dengan begitu kuat.
Suara tembakan masih terdengar, Raka menghubungi anggota nya dan menghubungi Boby untuk segera menjemput mereka di dekat markas.
Tak lama suara tembakan semakin ramai, anggota Bagas sudah datang untuk menyelamat kan Bos nya, Boby yang sudah dekat dengan persembunyian bos nya melihat jejak tapak sepatu yang di kenakan bos nya yang tidak di perhatikan oleh musuh.
" Ayo Bos, kita lewat sini" ucap Boby dari bali batu.
Bagas, Reina dan Raka langsung keluar dari balik batu dan berlari mengikuti Boby dari belakang, Suara tembakan semakin jauh di dengar oleh Reina, tak lama Reina melihat sebuah rumah yang lumayan besar dan mereka memasuki rumah yang ada di tengah hutan,
Rumah siapa ini, kenapa ada rumah di tengah tengah hutan, dan banyak sekali orang orang di sini, batin Reina.
Bagas terus membawa Reina ke ruangan bawah tanah dengan lorong kecil yang untuk di jalani oleh kaki saja.
" Kunci pintu nya dan jangan sampai tahu musuk tentang pintu ini, ucap Raka yang melihat bos nya sudah jauh membawa Reina berlari.
" Bob segera suruh pergi anggota kita, karena mereka pasti akan segera datang ke markas ini,kamu juga cepat lah pergi dari sini" ucap Raka saat Boby menjawab ucapan nya dengan mengangguk kan kepala nya.
Raka berlari menyusul bos nya, Boby dengan cepat menutup pintu yang terbuat dari batu dan menutup nya kembali dengan sebuah batu besar.
Pintu Rahasia itu hanya orang orang terpeaya keluarga Kesuma saja yang mengetahui nya, setelah selesai dengan cepat Boby meninggal kan pintu itu, dan tak lama para musuh sudah tiba sudah berada di markas bertepatan Boby sudah bersembunyi di balik sebuh pohon bersama anggota.
Tbc.
__ADS_1