La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#61


__ADS_3

Hari ini Bagas dan Raka akan meninjau kembali proyek nya kembali, dan hari ini Ia di temani oleh Rosa.


Karena susuai kesepakatan tadi malam, kalau Rosa hari ini akan ikut meninjau ke lokasi proyek agar tahu ide apa yang pantas untuk mendekor setiap ruangan di dalam bangunan yang saat ini sedang di kerja kan.


" Kau sudah tahu tugas mu bukan?" tanya Bagas pada Jaka.


" Sudah bos, semua nya sudah aman, bos bisa selip kan micropon ini nanti di baju wanita itu, maka bos bisa mendengar kan percakapan dia dan musuh kita nanti nya" ucap Jaka.


Raka yang sedang menyiap kan berkas mendapat kabar dari Boby kalau Reina sedanh ada masalah, Raka yang mendapat kabar itu langsung memberi tahu kan pada Bagas.


" Bos ada masalah" ucap Raka yang membuat Bagas langsung menoleh pada Raka.


Raka dengan cepat langsung menunjuk kan apa yang di kirim pada Boby, Bagas melihat dengan teliti laporan yang di kirim kan Boby.


Rahang Bagas mengeras, ingin rasa nya dia kembali ke Negara nya dan mencabik cabik wanita iblis itu dengan tangan nya sendiri.


" Hubungan kan panggilan dengan Boby" ucap Bagas yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Jaka.


Dalam beberapa detik, Bagas langsung melihat wajah Boby di dalam markas.


" Kau atur pertemuan dengan pemegang saham terbesar di perusahaan Reina, aku akan menghubungi papa dan melakukan sesuatu, beri tahu Rangga untuk mengantar Reina ke perusahaan, dan kau harus memasang alat keamanan di tubuh Reina, sambung kan langsung ke ponsel ku, agar aku bisa tahu perkembangan Reina di sana secara langsung" ucap Bagas dengan tatapan tajam nya.


" Baik lah bos, tapi ada yang aku khawatir kan selain pertemuan ini bos" ucap Boby membari tahu pada Bagas.


"Kata kan" ucap Bagas.


" Aku takut ini hanya sebuah jebakan, aku dan Rangga sudah meneliti sebelum nya, dan sampai sekarang belum ada berita dari orang kepercayaan dari pemegang perusahaan kedua perusahan orang tua nona Reina yang melapor kan masalah ini" ucap Boby pada Bagas.


" Dan nona Reina sendiri belum ada mendapat kabar apa pun dari terahkir kali nya nona menginjak kan kaki ke perusahaan setelah penyerangan kemarin" sambung Boby kembali.


" Aku akan cari tahu di dari sini, yang penting kau harus slalu berjaga jaga dan Reina tetap aman" ucap Bagas dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Boby.

__ADS_1


Raka yang sedari tadi mencari informasi sudah mendapat kan nya dengan cepat.


" Sebaik nya nona Reina langsung menghubung kan kedua perusahaan besar itu menjadi satu bos, kalau tidak wanita itu akan berusaha mengambil alih di bantu dengan Muklis" ucap Raka.


Bagas membaca laporan yang di kirim oleh orang kepercayaan Ayah Budi setelah Raka meminta nya barusan.


" Kau benar, aku akan menyuruh papa untuk membantu Reina" ucap Bagas dan di angguki kepala oleh Raka.


Di negara yang berbeda, Diana merasa di atas awan karena sudah berhasil mengelabui Bagas dan juga papa Andre.


" Tak lama lagi kedua perusahaan itu akan menjadi milik ku, setelah Reina mati di tangan ku" ucap Diana dengan tertawa menggelegar.


Diana telah berhasil menyabotase laporan palsu dan di kirim ke perusahaan Ayah Budi dan Rindi.


Sehingga Boby yang memegang informasi mengenai informasi perusahaan langsung mengetahui nya.


Namun itu hanya laporan yang bisa di baca oleh Boby dan keluarga Kesuma saja.


Diana sengaja melakukan ini agar Reina bisa keluar dari kediaman Kesuma dan di saat Reina keluar dari rumah menuju perusahaan, Diana akan turun tangan langsung untuk menghabisi nyawa Reina.


Karena Diana merasa kalau saat ini lah waktu yang tepat untuk melenyap kan waktu yang tepat untuk menghabisi Reina, selagi Bagas masih berada di luar negeri.


Di Kediaman Kesuma, Reina saat ini sedang melatih menembak, Rangga sengaja memforsir tenaga Reina untuk berlatih agar Reina dengan cepat memguasai ilmu bela diri nya.


Mengingat musuh Reina sudah beraksi untuk melenyap kan Reina.


" Kau harus fokus untuk menembak apel yang mengantung itu, fokus kan fikiran mu. dan arah kan bidik pistol mu tepat ke sasaran" ucap Rangga di belakang Reina.


Sejujur nya tangan Reina sedikit bergetar, karena ini kali pertama kali nya memegang senjata.


Tapi demi diri nya untuk bisa menguasai bela diri dan demi menyelamat kan perusahaan kedua orang tua nya, Reina berusaha dengan keras.

__ADS_1


Dor


Tembakan Reina ternyata meleset, wajah Reina mendadak Takut saat melihat tatapan mata Rangga menatap nya dengan tajam.


Rangga kembali meletak kan buah apel di tempat yang sama.


" Fokus kan fikiran mu, kali ini kau harus bisa menembak buah apel itu tepat sasaran, kalau kau gagal, maka peluru itu akan kembali kembali ke kapala mu" ucap Rangga sengaja membuat Reina ketakutan dan Rangga yakin Reina akan berusaha untuk menembak buah apel tepat sasaran.


Aku harus bisa, aku gak mau mati sia sia di tangan manusia langkah ini hanya karena gagal menembak buah apel itu, aku harus bisa demi ayah dan ibu dan orang orang yang ingin menghancur kan hidup ku, batin Reina.


Reina menutup mata nya sesaat, kemudia membuka nya dan membidik buah apel dengan pistol nya.


Dor


Buah apel pecah karena tepat mengenai peluru yang Reina tembakan.


Rangga tersenyum di belakang Reina, sedang kan Reina menarik nafas nya karena berhasil menembak buah apel tepat sasaran, dan selamat karena peluru itu tidak jadi berbalik ke kepala nya.


" Bagus...sskarang kau istirahat dulu, hanya sepuluh menit, setelah itu kau harus melawan ku dengan ilmu semalam yang sudah aku ajar kan" ucap Rangga langsung pergi meninggal kan Reina begitu saja.


Dari jauh, mama Ridha memperhati kan Reina, mama Ridha tersenyum melihat Reina yang sudah bisa menemabak dan memukul tepat sasaran.


padahal dia baru dua hari belajar ilmu bela diri.


" Kau memang hebat Rein, sama seperti ibu mu Rindi, walau pun kamu bukan terlahir dari rahim nya, tapi karna Rindi yang mengasuh mu dari bayi, sehingga kamu bisa mengusai ilmu bela diri secepat ini" ucap mama Ridha dari kamar nya.


Papa Andre yang melihat istri tercinta nya sedang menatap keluar langsung memeluk nya dari belakang dan membuat mama Ridha terkejut.


" Papa..kamh membuat ku terkejut" ucap mama Ridha yang langsung mendapag kekehan dari papa Andre.


" Apa yang sedang mama lihat?" tanya pala Andre sambil mencium leher jenjang mama Ridha.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2