La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#67


__ADS_3

Saat ini Bagas, Raka, Boby dan Jaka sudah tiba di mana mobil yang di kenderai Rangga dan Reina terarkir, Bagas melihat isi mobil Rangga dan memeriksa nya, tidak ada tanda tanda apa pun yang ada di dalam mobil yang bisa menunjuk kan dimana keberadaa Reina saat ini.


Raka yang memeriksa di luar mobil tertuju pada jejak rumput seperti mengering karena namun msih basah seperti rumput di sekitar nya.


Raka langsung melihat nya dengan teliti, namun rumput itu sudah berwarna hijau seperti yang lain hanya dengan jarak setenag meter saja.


Bagas langsung menunduk kan tubuh nya lemas saat tidak ada apa apa yang bisa di temu kan petunjuk untuk mencari keberadaan Reina.


" Seperti nya mereka memamng masuk ke dalam hutan, dan Rangga pasti meninggal kan jejak yang cukup pintar agar musuh tidak mengetahui keberadaan mereka" ucap Raka melihat ke dalam hutan.


" Tapi kenapa Rangga tidak memberi kabar pada kita Ka?, ini sudah dua hari loh, aku takut terjadi apa apa pada Reina ku" sahut Bagas merasa frustasi.


Sementara di pinggir sungai di sebuah desa terpencil yang jauh dari perkampungan, seorang wanita duduk dengan lemas karena sudah begitu lelah, siapa lagi kalau bukan Reina.


Saat ini keadaan Reina begitu lemas, bahkan dia sudah tidak sanggup lagi untuk berlari lagi kalau orang suruhan Muklis dan Diana kembali mengejar nya.


Rangga yang sedang mencari makanan di dalam hutan melihatReina terduduk di batu besar di samping alisaran sungai yang cukup deras.


" Ini makan lah, kau harus mengisi tenaga mu kembali. karna kita harus segera keluar dari sini secepat nya, sebelum mereka mencari kita lagi" ucap Rangga.


Reina tidak mendengar ucapan Rangga, dia hanya terdiam sambil melihat buah pepaya yang entah dari mana di ambil oleh Rangga.


Rangga sendiri berjalan ke arah sungai dan mengambil air yang cukup jernih untuk membasahi tenggorokan nya.


" Kenapa kita tidak melawan mereka saja, kenapa kau bawa aku sampai sejauh ini" tanya Reina menatap Rangga.


" Aku tidak bisa membiar kan mu berkelahi dengan mereka, mereka terlalu banyak, dan mereka membawa senjata yang banyak, bisa saja kau lengah saat aku melawan mereka, dan aku gak bisa menolong mu, apa yang aku kata kan pada tuan Andre, kalau aku gagal menjaga mu" ucap Rangga menatap Reina.

__ADS_1


" Terus sampai kapan kita di sini, aku yakin mama dan papa saat ini pasti khawatir pada ku, apa lagi kak Bagas, dia pasti sedih sekali saat ini" ucap Reina sambil menangis.


Rangga hanya menatap Reina, tangisan Reina membuat Rangga merasa sesak di dada nya.


" keluarga Kesuma bukan orang bodoh, cepat atau lambat kita pasti akan keluar dari sini dan kau bisa bersama merka kembali" ucap Rangga sambil melihat ke arah hutan.


Bagas dan yang lain nya sudah masuk ke dalam hutan, mereka sudah cukup jauh berada ditengah hutan, saat akan melintasi jalan di tepi jurang, Jaka melihat sinyal terdeteksi dari cincin yang di guna kan Reina.


" Bos seperti nya nona Reina berada di sekitar sini" ucap Jaka melihat GPS Reina telah terbaca.


Bagas langsung melihat, dia langsung menyuruh Boby untuk melihat dimana keberdaan Reina dan Rangga, dan benar saja, GPs Reina dan Rangga sudah bisa di lihat.


Ternyata Rangga membawa kembali dimana mereka mengubur Cincin serta ponsel dan barang barang mereka yang bisa melacak keberadan mereka oleh musuh.


" Ke arah sana" ucap Boby sambil memegang tablet pintar nya.


Hari sudah semakin malam, namun Bagas tetap kekeh untuk mencari Reina.


Reina sendiri merasa aneh pada Rangga, tadi nya dia membongkar barang barang nya dan juga Reina yang sudah di kubur, namun dalam beberapa detik barang barang itu kembali lagi ia kubur.


Boby yang tiba tiba melihat sinya GPS nya mati langsung mengenti kan langkah nya, Bagas dan yang lain nya pun juga berhenti.


" kenapa berhenti, ayo cepat lanjut kan> aku yakin Reina di sekitar sini" ucap Bagas.


" Sinyal nya mati, punya Rangga juga mati" ucap Boby.


Bagas langsung menghusap wajah nya dengan kasar,karena dia merasa hampir saja akan menemukan Reina.

__ADS_1


" Kita ikuti saja jalan ini, aku yakin pasti ada petunjuk yang kita dapat, lagian gak mungkin juga musuh saat ini berada di sekitar sini" kata Raka yang langsung di angguki Bagas.


mereka kembali melanjut kan jalan nya setapak demi setapak, cuaca yang begitu gelap hanya di terangi oleh lampu senter dari ponsel mereka masing masing.


" Kenapa kau kubur lagi, ayo bongkar saja lagi, aku yakin pasti kak Bagas sedang mencari kita" ucap Reina.


Rangga hanya diam saja, dia tak menjawab ucapan Reina, Rangga sendiri yakin kalau Bagas pasti akan tahu keberadaan nya setelah dia membongkar barang barang mereka sejenak membuat sinyal langsung terhubung ke tablet atau laptop pintar Boby dan Jaka.


Namun kalau Rangga mengaktif kan nya terlalu lama, ia yakin bukan hanya Bagas yang mengetahui keberadaan mereka, melain kan musuh juga mengetahui keadaan mereka.


Reina berjalan ke arah sungai kecil ingin mencuci muka nya, sejujur nya ia merasa ngantuk berat karena jhnay tertidur sesaat, itu pun tidak lama, karena Rangga selalu membangun kan nya saat ada tanda tanda musuh menghampiri mereka.


Namun saat Reina berjalan ke arah sungai, kaki nya tidak sengaja menginjak lumut yang ada di bebatuan, sehingga Reina terpeleset dan masuk ke dalam sungai yang air nya lumayan deras.


" Aaaaaaaaaaaakkk" teriak Reina cukup kuat sehingga suara Reina bisa terdengar oleh Bagas dan lain nya.


" Reina" teriak Rangga berlari menolong Reina, namun karena Reina keburu terjebur ke dalam sungai, Ranga tidak dapat menolong nya, namun Rangga tetap masuk ke dalam sungai dan berenang mengikuti Reina yang sedikit terhanyut karena Reina bisa melawan arus dan memegang beberapa bebatuan.


Bagas yang mendegar suara teriakan Reina langsung berlari ke arah sungai, dan benar saja, Bagas bisa melihat seseorang sedang hanyut dan berusaha menyelamat kan diri nya.


" Itu seperti nya Reina" ucap Bagas dan langsung berlari ke dalam sungai untuk menyelamat kan Reina.


" Bagas hati hati, arus cukup deras" teriak Raka namun tidak di gubris oleh Bagas.


Yang ada di fiiran Bagas saat ini adalah dia harus bisa menyelamat kan Reina nya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2