La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#69


__ADS_3

Setelah Bagas dan yang lain nya menemukan keberadaan Reina dan Rangga, mereka langsung berencana untuk pulang karena baju Bagas, Reina dan Rangga sudah basah kuyup.


" Sekarang ayo kita pulang sekarang, aku tidak mau kalau Reina sampai sakit, di tambah Reina tidak ada masuk makanan sedikit pun selama dua hari ini" ucap Bagas yang masih memeluk Reina karena melihat Reina sudah lemas.


Semua yang ada di sana mengangguk kan kepala nya menyetujui apa yang di kata kan Bagas, Namun baru saja mereka semua ingin melangkah, suara orang berjalan terdengar mendekat ke arah mereka.


" Gas seperti para musuh tau keberadaan kita" ucap Rangga.


" Kita harus sembunyi sekarang" ucap Bagas karena mereka tidak mungkin melawan dengan keadaan Reina sudah begitu lemas.


Bagas tidak mau kalau saat mereka melawan, itu yang membuat mereka dengan mudah membawa Reina pergi.


" Sebaik nya kita menyebrang sungai ini saja, kita tidak mungkin naik atas lagi, mereka pasti sudah tahu keberadaan kita karena jejak kaki kalian" ucap Rangga.


Bagas melihat arus sungai yang lumayan deras langsung menatap Bagas dengan tatapan tajam.


" Apa kau sudah gila hahk? apa kau tidak lihat deras nya air sungai itu, kau ingin membunuh Reina dengan membuat dia kembali hanyut seperti tadi" ucap Bagas dengan emosi nya.


" Tidak ada cara lain Gas, kita pasti bisa, ayo cepat" ucap Rangga.


Jaka langsung mengikuti Rangga, Raka mengangguk kan kepala nya kepda Bagas untuk mengikuti saran Rangga, mau tidak mau Bagas mengikuti Rangga dengan mengendong Reina di belakang.


Selangkah demi selangkah Bagas dan yang lain nya melewati sungai dengan arus yang lumayan deras, hingga ahkir nya mereka sampai di sebrang sungai dan langsung masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi.


Tepat mereka bersembunyi di balik pohon besar, para musuh kiriman Diana tiba di tempat dimana Bagas menemukan Reina.


" Mereka sudah kabur" ucap para musuh.


" Pasti mereka sudah naik ke atas hutan lagi, karena mereka tidak mungkin melewati sungai yang deras ini" sahut salah satu dari para musuh.


" Tapi aku tidak yakin kalau mereka naik ke atas, karena pasti kita mendengar suara dan jejak kaki mereka" ucap anak buah Diana.

__ADS_1


" Aku yakin mereka pasti menyebrang sungai ini dan masuk ke dalam hutan di sana" sambung anak buah Diana lagi.


Bagas dan yang lain melangkah dengan meninggal kan hutan, Tubuh Reina yang ada di gendongan Bagas mendadak panas dan Bagas bisa merasa kan itu.


" Badan Reina panas" ucap Bagsa dan menurun kan Reina dan membawa tubuh Reina ke dalam pelukan nya.


" Kita gak ada waktu lagi, ayo cepat kita harus keluar dari hutan ini" ajak Rangga.


Bagas kembali menggendong Reina, mereka berjalan cepat dengan Rangga yang mencari jalan keluar nya, hampir satu jam lebih mereka berjalan, ahkir nya mereka menemuka jalan besar, Bagas langsung menyuruh Raka untuk menghubungi orang orang nya untuk menjemput mereka dan segera membawa mereka ke rumah sakit terdekat.


Dengan cekatan Raka menghubungi orang orang nya dan menyuruh mengirim kan helikopter agar cepat dengan Raka memberi tahu dimana posisi mereka sekarang.


Hampir tiga puluh menit menunggu ahkir nya Bagas mendengar suara helikopter dan mendarat di pinggiran hutan yang tidak berpenghuni.


Bagas dan yang lain nya langsung masuk ke dalam helikopter, dengan cepat sang pilot langsung menebrang kan helikopter nya menuju rumah sakit terdekat.


" Bertahan lah sayang, kakak yakin kamu pasti kuat" ucap Bagas sambil memeluk Reina dan menciumi pipi Reina yang terasa samkin panas.


Ahkir nya helikopter mendarat di rumah sakit Kesuma Hospital, Bagas langsung menyuruh ke rumah sakit milik nya, karena mengingat Bagas tidak mau kalau Reina di bawa ke rumah sakit lain, para musuh mengetahui keberadaan mereka dan bisa masuk dengan mudah nya dan kembali menculik Reina.


Dana yang sudah di kabari langsung bertindak dan langsung membawa Reina ke sebuah ruangan dan memriksa Reina.


Bagas menunggu Reina di periksa dengan perasaan was was, Bagas takut Reina kenapa napa mengingat Reina tidak ada masuk makanan saat di hutan.


" Raka sebaik nya kau kembali ke rumah dan ambil pakaian ganti untuk aku dan Reina" ucap Bagas yang masih melihat pintu yang tertutup di hadapan nya.


" Baik bos" ucap Raka langsung meninggal kan Bagas.


Rangga masih berdiri menyandar kan tubuh nya ke tembok dengan menatap ke arah pintu dimana Reina di periksa saat ini, sementara Jaka ikut dengan Raka kembali ke rumah dan melanjut kan melihat perkembangan para musuh dari ponsel pintar nya.


"Sebaik nya kau juga pulang, tugas mu masih belum selesai bukan" ucap Bagas dengan suara dingin nya.

__ADS_1


Rangga yang mendengar suara Bagas langsung melihat ke arah Bagas berdiri, " Aku akan pulang setelah mengetahui keberadaan Reina" ucap Rangga dengan acuh.


" Kau tidak perlu tau keadaan Reina, ada aku di sini" sahut Bagas.


Rangga menarik nafas sejenak mendengar ucapan Bagas, Rangga kembali menatap pintu dimana Reina di periksa yang sampai saat ini belum juga terbuka, tapi ahkir nya dia mengalah untuk pulang ke rumah besar Kesuma untuk melanjut kan pekerjaan nya yang di suruh oleh Bagas untuk memantau para musuh.


Rangga langsung pergi meninggal kan rumah sakit, Bagas yang melihat kepergian Rangga menatap kepergian Rangga yang berjalan menjauhi nya.


Saat Bagas masih melihat kepergian Rangga, pintu ruangan dimana Reina di periksa terbuka dan keluar lah Dana dari dalam ruangan, Bagas yang melihat Dna sudah keluar langsung mendekati Dana untuk menanyakan bagaimana keadaan Reina.


" Bagaimana dengan keadaan Reina?" tanya Bagas.


" Reina tidak apa apa, dia hanya kelelahan, dan tubuh nya panas karena dia tidak makan dan minum, sehingga dia dehidrasi" ucap Dana dan membuat Bagas langsung bernafas lega.


" Apa Reina bisa di bawa pergi jauh saat ini Dan, aku mau membawa Reina keluar negeri untuk melangsung kan pernikahan kami secepat nya" ucap Bagas yang langsung membuat Dana melotot kan mata nya terkejut.


" Apa kamu gila Gas, Reina masih butuh istirahat, sebegitu ingin nya kah kamu sampai kamu mau menikahi Reina secepat itu" tanya Dana yang masih tidak mengerti dengan jalan pikiran sahabat nya ini.


" Kau tidak perlu tahu, tugas mu hanya memeriska Reina saat di perjalanan nanti saat di pesawat, aku akan menghubungi mama dan papa ku, dan mengurus semua nya karena aku tidak mau pernikahan akan di laksana kan secepat nya" ucap Bagas yang langsung masuk ke dalam ruangan Reina meninggal kan Dana yang masih mematung tak percaya mendengar ucapan Bagas.


 


Tbc.


Author sudah kembali, maaf karena sudah lama tidak Up, meninggat Author ada urusan yang memang tidak bisa di tinggal kan.


Dan insya Allah Author akan berusaha untuk selalu Up agar readers tidak menunggu lama kelanjutan nya cerita nya.


Terus dukung karya Author ya Readers tercintam dengan mendukung cerita Author, Like, Komen yang positif dan kasih haidah yang banyak, kalau reiaders berkenan, kasih vote juga untuk cerita Author ini.


Terima kasih banyak untuk readers tercinta.

__ADS_1


Love You More.


__ADS_2