La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#58


__ADS_3

Bagas sudah sampai di Jeman dengan selamat, Bagas langsung mengambil ponsel dari saku jas nya, ia langsung menonaktif kan ponsel nya setelah turun dari pesawat pribadi milik keluarga Kesuma.


Namun dia menghela nafas nya saat melihat jam di tangan yang melingkar di tangan kanan.


" Sudah jam segini, pasti di sana sudah malem banget, mana mungkin aku bangunin Reina, pasti dia sudah nyenyak tidur nya" ucap Bagas dengan lemas.


" Kabari lewat pesan aja Gas, jadi Reina tidak nungguin kabar kamu, besok pagi pasti dia baca pesan kamu" ucap Raka yang melihat wajah Bags.


Bagas langsung membuka aplikasi watshap nya, dia mengklik nama Calon istri di ponsel nya, Bagas tersenyum melihat DP profil Reina yang menujuk kan foto mereka berdua yang sedang berpelukan sambil tersenyum bersama.


" Baru 24 jam gak lihat kamu aja kakak uda rindu berat Rein" ucap Bagas sambil menatap foto profil Reina.


" Jangan Rindu, Rindu itu berat, biar Dilan dan Milea aja yang saling Rindu" ucap Raka menyindir Bagas kemudian langsung masuk ke dalam mobil di susul Bagas yang sudah mengupat Raka.


Bagas langsung memberi pesan pada Reina untuk memberi tahu kalau dia sudah sampai di Jerman dengan selamat.


Reina yang baru selesai sholat tahajud pun mendegar suara pesan masuk di ponsel nya, awal nya Reina enggan untuk membuka nya karena Reina berfikir itu adalah pesan dari operator.


Tapi rasa penasaran Reina lebih tinggi dari membiar kan ponsel nya, ahkir nya Reina mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas masih dengan memakai mukena nya.


Senyum nya mengembang saat melihat nama yang tertera di layar ponsel nya, Reina membaca oesan yang di kirim Bagas dan langsung membalas nya.


Bagas yang masih berada di mobil menuju hotel terkejut mendengar suara balsan pesan masuk ke ponsel nya, dengan cepat dia membuka nya, wajah nya langsung tersenyum bahagia saat mendapat balasan dari reina dan emot senyuman di tambah love yang di beri kan oleh Reina, membuat Bagas langsung memanggil Reina melalui video call.


Reina yang beklum tidur kembali pun langsung mengangkat telpon dari Bagas dengan begitu senang.


" Assalamualaikum sayang" ucap Bagas yang mengubah panggilan nya pada Reina.

__ADS_1


Reina langsung tersenyum mendengar panggilan Bagas pada nya, wajah nya memerah seperti tomat membuat Bagas yang meihat nya menjadi gemas.


" Walaikumsalam calon imam ku" sahut Reina dengan senyuman di wajah nya.


" Kamu baru selesai sholat ya sayang, cantik banget kalau pakai mukena begitu, sayang nya kakak gak ada di sana, kalau kakak di sana psti kakak uda elus pipi kamu yang chuby itu" ucap Bagas di sambut tawa oleh Reina.


" Kakak masih di mobil ya?" tanya Reina saat melihat dimana Bagas saat itu.


" Iya sayang, kakak masih di mobul menuju ke hotel, kamu istirahat dulu gih, ini masih jam tidur kan, besok kakak telpon lagi" ucap Bagas gak tega melihat Reina yang menguap karena mangantuk.


" Iya mas, mas juga langsung istirahat ya, jangan langsung bekerja, isirahat dulu" ucap Reina yang langsung di jawab dengan anggukan pada Bagas.


Sambungan telpon pun langsung di mati kan, Bagas yang tadi nya gak semangat langsung semangat kembali setelah melihat ajah Reina walau hanya melalui telpon saja.


" Uda dapat obat rindu nya? dari tadi senyum mulu" ucap Raka yang di jawab kekehan oleh Bagas.


" Maka nya kamu cari cewek Ka, karena mereka jadi penyemangat untuk kita" ucap Bagas yang di balas senyuman oleh Raka.


Sementara di sebuah kamar di lantai bawah, tepat nya di paviliun di kediaman Kesuma, Rangga yang tidak bisa memejam kan mata nya masih terbayang dengan wajah polos nya Reina.


" Apa yang sedang aku fikir kan? gak mungkin kan aku jatuh cinta pada calon istri orang? apa lagi Reina adalah calon istri Bagas" ucap Rangga sambil menyesap kopi yang barusan dia buat.


" Aku harus membuang perasaan ini, aku harus bersikap dingin dan kejam pada nya, aku gak mau menghianati Bagas dan keluarga Kesuma" ucap Rangga sambil menatap gelap nya malam itu.


 


Pagi ini Rangga dan Reina sudah berada di ruang pelatihan di kediaman Kesuma. Ruang pelatihan ini sudah ada sejak lama saat mama Ridha berlatih bela diri sebelum nya, dan samapai sekarang ruang pelatihan ini sering di gunakan untuk melatih ilmu bela diri juga agar lebih mahir dan merakit sejata untuk melawan musuh.

__ADS_1


" Kau sudah siap?" tanya Rangga dengan wajah datar dan dingin nya.


Reina yang melihat itu merasa takut, Reina menatapwajah Rangga yang begitu kejam, tatapan mata yang begitu tajam, serta rahang yang kuat dan ketat, tidak ada sama sekali raut senyuman yang terlhat di wajah Rangga.


" Sudah" sahut Reina dengan sedikit takut.


" kau lihat aku dahulu, selanjut nya kau bisa coba dan aku akan melihat nya" ucap Rangga dan langsung di angguki kepala oleh Reina.


Rangga memperaktek kan gerakan gerakan awal dari ilmu bela diri, setelah mempraktek kan beberpa gaya di awal, Rangga menyuruh Reina untuk mempraktek kan nya.


" Sekarang giliran mu?" ucap Rangga menatap Reina dengan tatapan tajam nya.


Rein pun mengangguk kan kepala nya dan langsung mempraktekan apa yang di lakukan Rangga tadi, saat Reina salah melakukan gerakan, Rangga dengan sigap dan langsung memperbaiki gerakan Reina, dan tanpa sengaja Rangaa menyentuh tangan Reina.


Darah langsung berdesir di dalam tubuh Rangga, sehingga dia terdiam dan menatap reina dengan dalam, reina yang di tatap pun hanya diam saja dan melepas kan pegangan tangan Rangga yang masih menatap nya.


" Apa bisa kita lanjut?" tanya Reina membuat Rangga kembali tersadar dan mengubah wajah nya kemabli menjadi datar.


Dari dalam rumah, papa Andre melihat Reina dan Rangga berlatih, papa Andre dapat melihat ada kesungguhan dari diri Reina untuk mau belajar bela diri.


" Bagus nak, belajar lah dengan sungguh sungguh, agar orang orang yang mau meyakiti mu tidak dengan mudah melukai mu" ucap papa Andre.


Mama Ridha datang dari dapur membawa kan kopi untuk suami nya dan langsung duduk di sebelah papa Andre.


" Pa bagaimana dengan Reina, apa dia bisa belajar bela diri nya?" tanya mama Ridha.


"Kamu bisa lihat sendiri Ma" tunnjuk papa Andre menujuk kan laptop yang ada di hadapan ke hadapan mama Ridha.

__ADS_1


Mama Ridha pun langsung melihat laptop yang ada di hadapan nya.


Tbc.


__ADS_2