
"Turunkan aku di sini!" ucap Reina tanpa melihat Rangga yang saat ini menyetir mobil.
Rangga tidak mengubris ucapan Reina, Ia masih fokus melajukan mobilnya menuju lokasi yang di katakan oleh papa Andre.
" Turunkan aku sekarang atau aku akan loncat dari mobil ini sekarang" ucap Reina yang kali ini menatap Rangga dengan tatapan tajamnya.
Ciiiiiiiiiit
Rangga langsung menatap Reina dari kaca sipon mobil depannya, " Ada apa? apa kau mau mati, makanya kau mau loncat dari mobil?" tanya Rangga menatap Reina dengan tatapan malas.
" Aku mau menemui suamiku" ucap Reina yang langsung keluar dari mobil.
Rangga langsung mengejar Reina dan menarik tangan Reina agar tidak pergi, " Rein kau harus ikut bersamaku, ini perintah oleh Tuan Andre, agar kau aman, maka nya mereka menitipkan kau pada ku" ucap Rangga masih memegang tangan Reina.
Dengan cepat Reina menepis tangan Rangga dan menatap Rangga dengan tatapan tajamnya, " Bukan kau yang akan melindungi aku, tapi suamiku" ucap Reina dengan ttapan tajamnya.
Rangga tidak bisa berkata lagi, Ia hanya bisa terdiam sambil menelan salivanya dengan susah, dengan diamnya Rangga, kesempatan untuk Reina langsung pergi meningglakn Rangga dan menyetop taksi yang kebetulan lewat di depannya.
Rangga yang tersadar mendengar suara mobil di tutup langsung mengejar taksi yang sudah melaju meningglakn dirinya.
"Aggghhr" teriak Rangga melihat Reina meninggalkannya.
Dengan cepat Rangga langsung mengejar Reina karena takut Reina kenapa napa, sadar akan di kejar, Reina langsung menyuruh supir yang membawanya untuk lebih cepat lagi.
__ADS_1
" Pak lebih cepat ya!" ucap Reina yang sesekali melihat ke arah belakang.
" Baik Nona" ucap sang supir.
Bagas sendiri melangkah terasa berat saat mobil Reina sudah pergi dengan di supirin Rangga, Ia menatap ke arah gerbang rumahnya yang masih terbuka, Raka yang sudah membuka pintu untuk bosnya agar segera masuk ke dalam mobil terdiam berdiri melihat bosnya yang malah melamun menatap ke arah gerbang mobil.
Raka mengerti situasi bosnya saat ini, tapi mau bagaiamana lagi, ini demi kebaikan nina Reina juga, itulah fikir Raka.
" Bos" panggil Raka yang langsung menyadarkan Bagas.
Bagas mendesah dan langsung melangkah masuk ke dalam mobil menyusul mobil papa dan mamanya yang sudah pergi terlebih dahulu.
Tiba tiba saja hujan turun begitu derasnya, Bagas menatap air yang turun dari atas langit melalui kaca mobilnya, Raka pun langsung melaju kan mobilnya untuk keluar dari kediaman Kesuma menyusul Tuan besar dan Nyonya besarnya.
" Mas Bagas" teriak Reina namun mobil Bagas yang di supirin Raka tetap melaju.
Reina berlari mengejar mobil suaminya dengan air hujan yang sudah membasahi tubuhnya sambil meneriaki Bagas.
Bagas sendiri yang merasa nyeri dadanya entah kenapa menatap kaca sipon mobil tengah, begitu terkejutnya Bagas melihat istrinya berlari menggejar mobilnya dengan hujan hujanan.
" Raka hentikan mobilnya" teriak Bagas dan langsung membuat Raka menghentikan mobilnya dengan cepat.
Ciiiiittttt
__ADS_1
Belum sempat Raka bertanya, Bagas sudah keluar dari dalam mobil dan menghampiri Reina yang sudah terjatuh karena tersandung kakinya sendiri saat berlari mengejar mobil Bagas.
" Sayaang" teriak Bagas dengan memeluk Reina yang masih terduduk di aspal.
Jadilah mereka saling berpelukan dengan air hujan yang sudah membasahi tubuh mereka masing masing, Reina menangis di dalam pelukan Bagas.
" Sayang kenapa kamu bisa di sini dan hujan hujanan mengejar mobil mas sayang" tanya Bagas menangkup wajah Reina agar Ia bisa melihat wajah istrinya.
" Aku ingin ikut dengan mu Mas" jawab Reina yang juga menatap Bagas.
" Tapi kamu harus bersama Rangga sayang, agar kamu aman, ini terlalu beresiko buat kamu sayang kalau kamu ikut dengan mas" ucap Bagas lagi.
" Aku lebih aman bersama kamu mas, apa pun ceritanya bukan Rangga yang harusnya melindungi aku, tapi kamu suamiku" ucap Reina yang langsung membuat Bagas terdiam.
Bagas langsung menarik tubuh Reina ke dalam pelukannya, " Maafkan mas sayang, harusnya mas memang yang melindungi kamu, dan mulai sekarang kamu akan selal berada di samping mas sayang, apa pun yang terjadi" ucap Bagas yang langsung di jawab oleh Reina dengan anggukan kepalanya.
Bagas dan Reina masih setia berpelukan di tengah jalan dengan deras nya air hujan yang membasahi tubuh mereka, dari kejauhan Raka yang melihat bos dan nona bos nya hanya bisa menggelengkan kepala mereka.
" Kalau emang udah jodoh, mau di pisah bagaimana pun pasti akan tetap bersama, beruntung banget bos dapatin nona bos, kira kira ada gak ya wanita yang sama baiknya seperti nona bos" ucap Raka yang melihat keromantisan Bagas dan Reina.
Sementara dari kejauhan yang bersebrangan, Rangga juga menatap Bagas dan Reina saling berpelukan di bawah guyuran air hujan.
" Ahkirnya kamu kembali pada siapa yang pantas menjaga dirimu Rein, Bagas lah yang pantas menjaga kamu dari awal, bukan aku" ucap Rangga kemudian langsung melajukan mobilnya menuju tempat yang sudah di atur oleh papa Andre.
__ADS_1
Tbc.