
" Bawa Reina ke kebahgian yang kakak bilang kak, cintai Reina sampai Reina menhembus kan nafas Reina yang terahkir dan menutup mata Reina untuk selama lama nya" ucap Reina dengan isakan nya.
Bagas yang mendengar perkatan Reina langsung memeluk Reina dengan begitu erat.
" Kakak gak bisa janji Rein, tapi kakak akan berusaha semampu kakak kalau kamuadalah wanita terahkir kakak sampai kita sama sama menua dan menutup mata, dan kita akan bertemu di surga nanti nya" ucap Bagas.
mereka masih saling memeluk, tak lama hujan turun dengan deras nya, Reina yang sadar hujan turun dengan deras nya langsung melepas kan pelukan nya pada Bagas dan menghampiri air hujan yang sudah membahasi tubuh ya.
Bagas yang melihat Reina main hujan langsung memangil Reina untuk masuk ke dalam restoran.
" Reina...jangan main hujan, nanti kamu sakit" teriak Bagas yang khawatir pada Reina.
" Reina tidak akan sakit kak hanya terkena air hujan, karena air hujan adalah teman Reina dari kecil" ucap Reina yang sudah menari nari di roftoof sambil merentang kan tangan nya.
Bagas yang penasaran dengan apa yang di lakukan Reina ahkir nya menyusul Reina untuk main hujan di malam hari, awal nya Reina terkejut dengan air hujan yang mengenai tubuh nya yang sedikit sakit.
Tapi karena melihat Reina yang begitu menikmati air hujan, Bagas tidak memperdulikan rasa sakit air hujan yang mengenai tubuh nya.
" Reina..." panggil Bagas yang sudah berdiri di depan Reina.
Reina yang saat itu sedang merentang kan tangan nya dan menutup mata nya, langsung membuka mata nya saat nama nya di panggil oleh orang yang saat ini ada di hati nya.
" Kakak" sahut Reina dengan senyuman manis di wajah nya dengan wajah yang sudah di basahi air hujan.
Bagas yang melihat pemandangan indah di depan nya langsung memeluk pinggang Reina, Reina terkejut dengan apa yang di lakukan Bagas langsung menatap wajah Bagas di hadapan nya.
" I love you Reina Adinda Fatahillah" ucap Bagas.
" I Love you to kak Bagas" sahut Reina.
Bagas tersenyum mendengar jawaban Reina, dengan perlahan Bagas mendekat kan wajah nya ke wajah Reina, selama semakin dekat, dan bibir mereka sudah saling terpaut di bawah guyuran hujan, Bagas begitu menikmati bibir Reina yang begitu manis bercamppr sedikit asin dari air hujan yang membasahi mereka.
Reina hanya diam saja tidak membalas ciuman Bagas karena Reina memang tidak tahu cara membalas nya.
Raka yang lhawatir dengan bos nya langsung menuju ke roftoof untuk memberi kan payung, tapi langkah nya terhenti saat sudah sampai di lantai atas restoran.
" Siallll.....aku nya khawatir dengan kesehatan si bos, ehh sampai di sini tau nya mata aku yang ternodai dengan ulah si bos, dasar si bos ngambil kesempatan saja" ucap Raka yang langsung turun karena takut ketahuan dengan sang bos.
Bagas langsung melepas kan ciuman nya saat merasa kalau Reina kehabisan nafas.
__ADS_1
" bernafas Rein, biar kamu tidak kehabisan nafas" ucap Bagas yang membuat Reina langsung menunduk kan kepala nya karena malu.
" Tidak usah malu" ucap Bagas yang langsung memeluk Reina dan mencium oucuk kepala Reina yang sudah basah kuyub.
" Rein sebaik nya kita pulang saja ya, kita sudah basah kuyub, kakak gak mau kamu sakit nanti nya, lagian kita juga belum ada makan malam kan" ucap Bagas yang langsung di angguki kepala oleh Reina.
Bagas langsung menyambar ponsel nya yang tadi di letak di atas meja, dia langsung menelpon Raka untuk menyiap kan makan malam untuk di makan mobil saja karena tidak mungkin Bagas dan Reina makan dengan keadaan basah kuyup.
" Iya bos?" ucap Raka saat ia melihat bos nya menelpon.
" Raka tolong kamu siap kan makanan untuk ganjel perut aku dan dan Reina di dalam mobil, aku tunggu kamu di mobil ya, kamu supirin kita pulang" ucap Bagas yang langsung memati kan ponsel nya.
Setelah Itu Bagas langsung menyerah kan ponsel nya pada Reina, Reina yang tidak mengerti maksud Bagas hanya menatap Bagas dengan tatapan tidak mengerti.
" Kakak titip ponsel kakak untukletak di tas kamu, celana kakak bansah, tidak bisa buat ngantongi ponsel" ucap Bagas yang langsung membuat Reina tersenyum dan mengambil ponsel Bagas dan memasuk kan kedalam tas nya.
" Ayo.." ajak Bagas dan mengandeng tangan Reina setelah melihat Reina selesai memasuk ponsel nya ke dalam tas.
Sementara Raka sudah selesai membawa chees burger dan kentang goreng untuk bos nya, dia langsung berjalan ke arah mobil sang bos yang kunci nya sudah di beri kan pada pelayan.
Begitu masuk mobil, Reina langsung terkejut karena melihat ada Raka di dalam mobil Bagas.
Raka hanya tersenyum mendengar ucapan Reina, sementara Bagas menarik nafas nya dalam karena mendengar ucapan Reina.
Bisa di gantung aku non sama si Bos kalau ikut gabung dengan kalian di atas, batin Raka memandang bos nya yang juga menatap nya dari spion tengah.
" Jalan" ucap Bagas dengan suara datar nya.
Raka pun langsung mengangguk kan kepala nya begitu mendengar suara bos nya.
Sementara Bagas dan Reina dengan lahap memakan makanan yang di sedia kan oleh Raka tadi, bahkan mereka tidak menawari Raka yang berada di depan meraka karena sangking lapar nya.
Gaya tadi gak makan, sok sokan si bos main hujan hujanan, sekarang malah makan seperti orang yang gak pernah makan selama seminggu saja" batin Raka yang tersenyum kecil melhat bos dan calon nona nya.
Bagas yang melirik Raka tersenyum langsung menatap Raka dengan mata elang nya.
" Jangan mengupat ku dalam hati Ka, atau gaji mu aku potong bulan depan" ucap Bagas yang langsung membuat Raka memasang wajah datar nya kembali seperti tembok.
Reina yang tidak tahu menau maksud ucapan Bagas hanya diam saja sambil melirik Raka yang sedang fokus menyetir.
__ADS_1
*****
Di dalam penjara, Diana sudah di bebas kan akibat orang dalam yang membantu nya, kini dia sudah terbebas dari sesak nya di dalam jeruji besi, Siska yang tahu ibu nya sudah keluar daridalam penjara langsung menyusul nya saat itu juga.
Ayah Budi pun langsung menghubungi Raka saat tahu berita tentang bebas nya ibu tiri Reina.
Raka yang sedang fokus menyetir langsung mengerem mendadak saat membaca pesan dari ayah Budi.
Bagas dan Reina yang terkejut karena Raka mengerem mendadak sehingga membuat mereka maju kedepan sedikit langsung teriak seketika.
" RAKAAAA...kamu mau buat aku mati sebelum tau rasa nya malam pertama dengan Reina bagaimana?" ucap Bagas yang langsung membuat Raka dan Reina terkejut.
" Kakak bicara apa sih?" ucap Reina sambil memegang dahi nya yang terbentur kursi depan.
" Ehhk...kamu tidak apa apa kan Rein" ucap Bagas sambil memegang dahi Reina yang sedikit memerah.
Sementara Raka sudah menelan saliva nya karena takut akibat perbuatan nya barusan.
Bagas langsung menatap Raka kembali, Raka hanya bisa tersenyu kecil saat di tatap oleh Bagas.
" Maaf bos, aku tidak sengaja karena barusan mendapat kabar dari seseorang" ucap Raka mencoba membela diri nya.
"Kabar apa emang nya?" tanya Bagas yang sudah seperti sedia kala lagi, begitu juga dengan Reina, dan Raka sudah kembali melaju kan mobil nya karena takut menyebab kan macet karena mengerem mendadak tadi.
" Aku kirim ke ponsel saja ya bos" ucap Raka yang di tolak oleh Bagas.
" Tidak perlu, berikan saja ponsel mu" ucap Bagas yang langsung menyambar ponsel Raka dari tangan nya.
Tbc.
__ADS_1