La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#153


__ADS_3

Bagas membuka ruangan perawatan Reina, senyuman Reina langsung mengembang saat melihat suaminya berada di hadapannya.


"Mas" panggil Reina.


Bagas tidak menyahut dan langsung merengkuh tubuh Reina masuk ke dalam pelukannya, air mata bahagia langsung keluar dari matanya, namun dengan cepat Bagas menghapusnya agar tidak terlihat oleh Reina.


" Mas kamu senang?" tanya Reina.


Bagas langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Reina yang masih terlihat pucat.


" Sangat..sangat ...sangat senang sayang, ini adalah kabar yang paling buat Mas begitu bahagia, bukan hanya satu tapi dua, kita akan mendapatkan baby twins sayang" ucap Bagas yang langsung membuat Reina terkejut.


" Baby Twins" ulang Reina karena dia memang tidak mengetahui kalok saat ini dirinya hamil kembar.


" Iya sayang, di sini ada baby twins yang akan melengkapi kebahagian keluarga kita" ucap Bagas sambil mengelus perut rata Reina dengan lembut.


Reina langsung tersenyum bahagia namun air matanya kembali keluar, dan semua itu adalah air mata bahagia. Rangga yang baru masuk dan melihat pemandangan bahagia adiknya juga ikut tersenyum. Dirinya juga bahagia akan mendapatkan keponakan, bukan hanya satu tapi dua sekaligus.


" Selamat ya, aku gak nyangka ternyata tu ular cobra cepat juga beraksi, malah langsung dapat twins lagi" ucap Rangga namun langsung mendapat tatapan tajam dari sang adik.


"Bisa gak kakak bicaranya sopan sedikit, kalau punya Mas Bagas ular cobra, terus punya kakak Apa? Anaconda" tanya Reina yang langsung mendapat cekikikan dari Bagas dan Raka.


Meta yang juga berada di sana hanya memperhatikan keluarga yang begitu bahagia di hadapannya saat ini, apa lagi melihat wajah kesal Rangga yang masih tetap tampan dimatanya. Namun pandangan itu langsung di alihkan saat Reina menatap Meta yang diam saja.


" Meta makasih ya, kalau kamu gak segera bawa aku ke rumah sakit, aku gak tahu entah gimana saat itu" ucap Reina dengan tulus.

__ADS_1


" Nona sudah saya anggap saudara saya, jadi mana mungkin saya biar kan nona pingsan begitu saja" jawab Meta dengan tulus dan itu dapat di lihat oleh semua yang ada di sana.


Saat sedang asik bercerita sambil tertawa, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuk lah dokter Indira dan satu perawat yang menemaninya.


" Selamat siang menjelang sore nona Reina" sapa dokter Indira dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya.


Deg


Jantung Raka berdetak tak karuan saat melihat senyuman Indira, di tatapnya terus wajah dokter Indira yang sedang memeriksa keadaan Reina. Hal itu dapat di lihat oleh Meta, dan dengan senyuman Meta mendekat pada Raka dan membisikkan sesuatu tepat di telinga Raka.


" Pepet langsung Ka, mumpung belum ada yang punya" ucap Meta yang langsung membuat Raka terkejut dan menoleh ke arah Meta.


" Tahu dari mana?" tanya Raka serius.


" Nebak aja sih" jawab Meta dengan kekehan. dan itu langsung di lihat oleh semua yang ada di sana.


" Ohh ini bos, Raka lagi jatuh cinta sam" mulut Meta langsung di bekap oleh Raka agar Meta tak meneruskan ucapannya. tapi malah membuat Bagas dan lainnya semakin penasaran.


" Katakan?" ucap Bagas memaksa.


Raka langsung melototkan matanya pada Meta, Rangga yang duduk di sana heran melihat tingkah asisten adik dan adik iparnya itu.


" kalian sedang jatuh cinta?" tanya Rangga karena tadi sempat mendengar Raka jatuh cinta.


" Bukan" ucap Raka dan Meta bersamaan.

__ADS_1


Dokter Indira hanya mmeperhatikan saja keseruan keluarga nomor satu di asia ini, sedang Bagas sudah ingin sekali menenggalamkan asistennya itu karena tidak mau memberitahunya.


" Bilang sekarang juga atau gajimu aku potong 75%" ancam Bagas yang langsung mmebuat Raka lagi-lagi menatap Meta dengan tatapan tajamnya.


Awas kau Meta, kalau gajiku di potong, gajimu aku ambil sebesar gajiku yang di potong, batin Raka yang masih menatap wajah Meta.


" Cepatlah katakan? atau gaji kalian akan aku potong dua-duanya" lanjut Bagas lagi karena tidak ada jawaban yang keluar dari mulut kedua asistennya itu.


" Sebenarnya gak ada apa-apa bos, hanya saja saya merasa kalau Raka sedang jatuh cinta saat ini' ucap Meta ahkirnya bersuara.


" Jatuh cinta" beo Bagas, Reina dan Rangga terkejut. namun di detik berikutnya ketiganya tertawa terkekeh mendengar Raka sedang jatuh cinta/


" Dengan siapa?" tanya Rangga yang sudah begitu penasaran.


" Dengan" ucapan Meta terhenti karena gak mungkin di bilang kalau orangnya masih ada di ruangan yang sama dengan mereka.


" Dengan siapa?" kali ini Reina yang berbicara.


" Dengan Do"


" BUNDAAAAAA" teriak anak kecil masuk ke dalam ruangan Reina dan berlari ke arah Dokter Indira.


" Hai sayaang, kenapa ke sini? kan tadi bunda bilang tunggu di ruangan bunda dulu" sambut dokter Indira langsung menggendong anak kecil yang bisa di tebak masih berumur 3 tahun.


Deg

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2