
" Raka sebaik nya kamu segera ke ruang kerja Bagas, ada yang mau om bicara kan sama kamu" ucap papa Andri memberi perintah pada Bagas.
" Baik Om, mari tante" ucap Raka yang pamit pada Mama Ridha sekaligus.
Setelah kepergian Bagas dan Raka, papa Andri langsung duduk di samping istri nya yang diam seperti memikir kan sesuatu.
" Apa yang mama fikir kan?" tanya papa Andri to the point.
" Mama mau buat wanita licik itu menyesal Pa, agar dia tidak mengganggu calon menantu kita lagi" ucap mama Ridha langsung.
Papa Andri tersenyum mendengar ucapan istri nya yang sudah terang terangan mengatakan kalau Reina adalah menantu mereka.
" Papa tidak masalah kalau mama mau memberi mereka pelajaran, tapi ingat harus hati hati, dan jangan kotori tangan mama buat turun tangan langsung" ucap papa Andri memberi tahu.
" Dan satu lagi, papa setuju saja dengan keinginan mama yang ingin menjadi kan Reina menantu kita, karena papa juga menyukai Reina, tapi alangkah baik nya kalau mama bicara kan ini dulu pada putra mu, karena mama tahu sendiri kan kalau Bagas itu seperti ada kelainan, entah dia normal atau tidak, karena se usia dia belum pernah dia dekat dengan perempuan sekali pun" sambung papa Andri lagi.
" Tapi tidak dengan Reina Pa, papa lihat sendiri kan, Bagas itu beda dengan Reina, dia begitu perduli dengan Reina, dan papa bisa lihat tadi, Bagas bahkan menggendong Reina yang tertidur di dalam mobil" bantah mama Ridha.
" Walau pun begitu, papa mau mama harus bicara kan ini dengan Bagas, papa gak mau kalau keinginan mama tidak sesuai dengan keinginan putra kita" ucap papa Andri yang mencium kening istri nya setelah itu pergi ke ruang kerja Bagas.
Di dalam kamar, Bagas memperhatikan wajah Reina yang tertidur begitu nyenyak nya, senyuman yang jarang di teejadi di bibir Bagas, tapi tidak setelah dia dekat dengan Reina.
Bagas lebih sering tersenyum walau pun hanya sedikit mengangkat sudut bibir nya.
Entah kenapa berada di dekat mu hati ku nyaman Rein, kamu tidak seperti wanita yang ada di luar sana, yang bahkan mau menjual diri nya karena harta dan tahta, kamu memang wanita yang berbeda, aku tidak tahu entah perasaan apa ini, tapi yang jelas hati ku sakit saat melihat mu menangis, batin Bagas yang masih memandangi wajah teduh Reina.
Saat masih fokus menatap wajah Reina, mama Ridha masuk ke dalam kamar Reina dan melihat putra nya menatap wajah Reina sambil menggenggam tangan Reina.
__ADS_1
Aku yakin kalau putra ku ada perasaan untuk Reina, pria mana yang menolak untuk dekat dengan Reina, dia wanita yang begitu cantik dan manis, sopan dan lembut saat berbicara, aku saja yang seorang wanita begitu menyukai nya, batin mama Ridha.
Bagas ingin keluar dari kamar Reina, tapi sebelum itu Bagas ingin mencium kening Reina terlebih dahulu, tapi sedikit lagi bibir Bagas menempel di kening Reina, Bagas terkejut mendengar suara yang memanggil nama nya.
" Bagas" panggil mama Ridha.
Deg ( jantung Bagas langsung berdetak kencang saat mendengar suara mama nya)
Aduuuuh....kenapa mama datang di saat aku mau mencium kening Reina, pasti mama berfikiran macem macem sama aku, Batin Bagas.
" Ehk..Ma" ucap Bagas kikuk"
" Kamu sedang apa?" tanya mama Ridha.
" Ahhhh...itu Ma...tadi ada nyamuk di kening Reina, jadi aku ingin mengusir nya" ucap Bagas sambil menggaruk pelipis nya yang tidak gatal.
" Mana ada nyamuk di rumah ini Gas, kamu ini ada ada saja" ucap mama Ridha yang sudah duduk di sisi ranjang tempat tidur Reina.
Setelah kepergian Bagas, mama Ridha tersenyum melihat ulah anak nya tadi.
" Mama yakin kamu pasti mencintai Reina Gas, dan mama akan menyatukan kalian secepat nya, karena mama juga mau kamu menjaga Reina sebagai istri mu" ucap mama Ridha sambil menatap wajah Reina yang masih tertidur.
Di rumah yang tak kalah besar, Siska mondar mandir di kamar nya karena gelisah nomor Bobi sang kekasih hati tidak aktif setelah malam percintaan mereka.
" Kemana sih Bobi, kenapa nomor nya tidak bisa di hubungi" ucap Siska yang semakin gelisah.
Siska terus mencoba menghubungi Bobi, tapi nomor nya tetap tidak aktif.
__ADS_1
" Apa aku ke kantor nya saja ya, lagian aku juga belum perna ke kantor nya, sekalian aku kasih kejutan buat Bobi" ucap Siska.
Dengan semangat 45 Siska siap siap dan memilih baju se seksi mungkin untuk ke kantor Bobi, dengan dandanan yang sudah menbuat wajah nya cantik, Siska keluar dari kamar nya dan bertemu dengan Ayah Budi yang juga baru keluar dari ruang kerja nya.
" Siska mau kemana kamu dengan pakaian yang seperti tidak muat di tubuh kamu itu" tegur Ayah Budi.
Dengan wajah memales, Siska menyaut ucapan Ayah Budi.
" Ini itu style Yah, masak iya aku harus pakek baju kerudung, yang benar saja, aku mau ketemu saja Bobi Ya" ucap Siska dengan nada malas.
" Tapi itu gak layak kamu pakai Sis, aurat kamu terlalu terlihat, apa kamu tidak malu" balas ucapan Ayah Budi.
" Uda deh yah, aku ini wanita moderen, bukan seperti Reina yang kampungan, lagian kita juga gak tahu kan Reina sekarang berada dimana, bisa saja dia sekarang sudah seperti wanita panggilan om om mencari uang untuk memenuhi kebutuhan nya" ucap Siska sambil merapikan rambut nya.
Ayah Budi meradang mendengar ucapan Siska yang menghina putri nya.
" Jaga ucapan mu Siska, Reina bukan wanita seperti itu, sekali pun dia tidak punya uang, ayah tahu bagaimana sifat putri ayah" ucap Budi langsung meninggal kan Siska begitu saja.
Siska yang masa bodoh juga melanjut kan langkah kaki nya untuk pergi ke kantor Bobi.
Setelah menyetir sekitar 30 menit, Siska sudah berada di depan kantor yang mewah, Siska yang berada di kantor cabang perusahaan kesuma, yang tak lain perusahaan milik Bagas.
Walau pun hanya kantor cabang, tapi kantor ini juga tak kalah mewah dengan kantor pusat.
Siska menganga kan mulut nya saat melihat kantor yang di kira nya adalah milik Bobi.
" Mewah sekali kantor calon suami ku, gak sia sia aku menahan sakit akibat percintaan panas kami kemarin" ucap Siska melangkah kan kaki nya masuk ke dalam gedung.
__ADS_1
Dengan gaya centil nya, Siska melangkah kan kaki nya masuk, tapi sebelum masuk Siska di stop oleh para Security yang menjaga di depan gedung.
Tbc.