La Tahzan, Jangan Bersedih

La Tahzan, Jangan Bersedih
#155


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Rangga sudah terparkir di halaman kantor polisi, bahkan Rangga juga sudah turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam kantor polisi.


Namun langkahnya terhenti saat tidak melihat bayangan Meta sama sekali, matanya langsung tertuju pada mobilnya yang masih melihat Meta duduk di samping kemudi mobil.


Dengan langkah cepat Rangga kembali melajukan langkah kakinya menuju di mobilnya terparkir.


Tok


Tok


Tok


Rangga mengetuk kaca mobil dan sukses membuat Meta yang ngelamun di dalam mobil langsung tersadar. Dengan cepat Meta langsung menurunkan kaca mobilnya dan melihat Rangga berdiri di samping mobil dengan menatap Meta dengan tatapan tajamnya.


" Kau kenapa masih di sini? aku masih banyak pekerjaan lain yang harua diselesaikan" tanya Rangga sambil membuka kaca mata hitamnya.


Saat Meta mau menjawab, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka dan sukses membuat Meta terkejut, begitu juga dengan orang yang baru saja datang.


" Tuan Rangga" sapa Ivo yang langsung membuat Rangga dan Meta menoleh ke asal suara.


Deg


Deg

__ADS_1


Jantung Rangga dan Meta sama-sama saling berdetak cepat.Bedanya Rangga berdetak saat melihat wajah Ivo yang sudah berada di hadapannya, sedangkan Meta berdetak cepat karena merasa nyeri dan ngilu di bagian ulu hatinya.


" Saya sedari tadi menunggu di dalam ruangan menunggu tuan, ternyata tuan di sini dengan kekasihnya?" ucap Ivo sekalian bertanya dan melirik Meta sambil tersenyum ramah.


" kekasih" beo Rangga yang masih belum sadar.


" Ck, jangan pura-pura bodoh tuan, nanti kekasih tuan yang cantik ini malah hilang lagi" ucap Ivo yang langsung membuat Rangga tersadar dengan maksud perkataan Ivo.


" Ohh, yaa saya ada urusan dengan kekasih saya, terus kau mau protes karena saya sudah datang lama" ucap Rangga menatap wajah Ivo.


Ivo hanya tersenyum menanggapi ucapan Rangga, " saya tidak akan protes sama sekali tuan, kalai memang tuan masih ada urusan dengan kekasih tuan, tuan bisa kabari saya lebih awal, jadi saya tidak menunggu tuan sedari tadi sampai saya jamuran, lebih baik saya mengerjakan kasus lain, apa tuan lupa di sini pekerjaan saya banyak, bukan hanya menyelesaikan kasus dari keluarga tuan saja, mengerti" sahut Ivo yang langsung meninggalkan Rangga begitu saja tapi sebelum itu Ivo tetap tersenyum dengan Meta sebelum melangkah.


" Kenapa jadi dia yang marah?" tanya Rangga namuj di jawab gelengan kepala oleh Meta.


Sementara Meta melihat kepergian Rangga bertanya-tanya dengan perkataan yang di ucapkan Rangga barusan kalau Rangga msngakui dirinya adalah kekasihnya.


Namun lamunan Meta lagi-lagi tersadar dengan suara Rangga yang menggelar.


" Meta kamu di gaji bukan buat melamun" bentak Rangga yang langsung membuat Meta tersadar dan turun dari mobil dan menyusul Rangga masuk ke dalam kantor polisi.


Di dalam ruangan, Ivo memberikan semua bukti yang sudah di dapatnya dan semua itu benar kalau kejahatan adalah dalang dari ulah Diana dan juga Muklis, selebihnya hanya sebagai alat yang di suruh oleh Diana dan Muklis saja.


" Aku mau wanita itu di hukuk seberat-beratnya namun bukan hukuman mati yang ia terima, apa bisa di proses" tanya Rangga menatap wajah Ivo dengan instens.

__ADS_1


" Bisa, kita akan mengirimkan dirinya ke pulau terpencil dan membuat dirinya mengabdi di pulau itu sama ajal menjemputnya, namun.." ucapan Meta terhenti karena ada yang sedang ia fikirkan.


" Namun apa?" tanya Rangga yang masih fokus menatap wajah Ivo.


" Karena ini baru pertama kali kita msngantar narapidana ke pulau terssbut, jadi kendaraan kita ke sana belum ada, kalau untuk Helikopter kita bisa akan menyewa nya tapi biaya akan di beban kan pada pihak yang melaporkan kasus ini" jawab Ivo dengan hati-hati.


" Ck, kalau itu tidak masalah, kaluarga saya yang akan mengurusnya, asal wanita itu bisa merasakan hukuman yang setimpal" ucap Rangga dengan wajah penuh amarah.


" Dan satu lagi, saya mau kau juga ikut mengantarnya bersama dengan aku" lanjut Rangga.


" Apa? aku?" ucap Ivo terkejut.


Deg


Tbc.


Terima kasih yang sudah mau mendukung karya Author yang masih tak seberapa ini.


Tapi author sudah bersyukur dan mengucapkan ribuan terima kasih yang sudah menyempatkan untuk mampir.


Namun alangkah baiknya dan author memohon untuk memberikan dukungan berupa Vote, Like, Komen yang buat Author semangat dan juga kasih hadiah yang banyak yaa plissss 🙏🙏


Terima kasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2