Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Senja Untuk Arya Dan Zelina


__ADS_3

Saat Reynand dan Nara sedang menikmati waktu waktu berdua bersama dikota kelahiran Nara. Maka Arya dan Zelina juga sedang berjalan jalan dipinggir pantai senja ini. Setelah pulang dari perusahaan tadi, Arya langsung membawa Zelina berjalan jalan. Gadis itu betah sekali menunggunya selesai bekerja sejak siang tadi.


Ya, siang tadi Arya menjemput Zelina dibutik tempat Nara memesan gaun pengantin nya. Dan betapa kesal nya dia karena tuan angkuh itu meminta Arya untuk mengurus perusahaan sendirian disaat akhir bulan seperti ini. Tapi yah mau bagaimana lagi, dia memang sudah harus belajar mandiri mulai dari sekarang. Karena mereka sudah sepakat, jika Nara sudah menikah nanti, perusahaan Polie akan dipegang oleh Arya.


Arya cukup keberatan sebenarnya, karena dia dan Nara sama sekali tidak ada hubungan darah meski mereka cukup dekat. Tapi Nara malah mempercayakan perusahaan yang mulai besar ini kepadanya. Apa Nara tidak takut Arya korupsi?? Apa Nara tidak takut jika Arya membuat perusahaan bangkrut. Yah, entah lah. Arya cukup terbebani sebenarnya. Tapi mau bagaimana lagi, Nara sudah tidak sehat seperti dulu, dia juga sudah akan menikah dan menjadi istri dari seorang Reynand Adiputra. Tentu dia tidak akan diberi izin untuk bekerja oleh tuan muda angkuh itu. Apalagi ketika melihat kebucinan nya sekarang, benar benar tidak ingin jauh dari Nara.


"Kak Aryaaa...." teriakan Zelina langsung membuyarkan lamunan Arya yang sedang memandangi pantai yang cukup tenang senja itu.


Dia langsung menoleh pada Zelina dan langsung tertawa melihat ulah Zelina yang sudah basah karena bermain air. Memang anak kecil satu ini selalu ada saja tingkahnya.


"Baju Ze basah" teriak Zelina seraya mengangkat sedikit baju nya.


Arya menggeleng dan segera mendekati Zelina.


"Ya salah sendiri kenapa main air coba. Nanti kalau kamu masuk angin aku gak tanggung jawab ya" ucap Arya


Zelina langsung mencebikkan bibirnya dan menyiprati Arya dengan air laut.


"Gak tanggung jawab emang. Kan kakak yang ngajak aku kesini tadi" gerutu Zelina.


"Aku bakalan tanggung jawab kok. Tapi bukan untuk kamu yang masuk angin, aku tanggung jawab kalau bisa buat kamu punya bayi" jawab Arya asal. Namun setelah itu dia langsung tertawa saat melihat wajah terkejut Zelina.


"Waaah sembarangan aja kalau ngomong" gumam Zelina yang kembali menyiram Arya dengan air.


"Basah Ze..." serunya seraya menghindar. Namun Zelina malah semakin menyiram nya dengan air dan tertawa.


"Biarin aja, kakak kan belum mandi. Biar sekalian basah" ledek Zelina. Namun tiba tiba dia langsung terkesiap saat Arya berlari kearah nya dengan wajah gemas.


"Kamu memang nakal ya" gumam Arya seraya menyirami wajah dan tubuh Zelina dengan cepat.


"Aaaaaaa basah beneran kak Yo!!!" seru Zelina yang langsung menghindar dan menutup wajah nya dengan tangan.


"Kamu juga belum mandi kan, biar mandi sama sama kita dilaut senja ini" ucap Arya


"Udah mau gelap, nanti kalau datang penunggu laut gimana" tanya Zelina dengan tawa lucu nya, Arya juga langsung tertawa mendengar itu.


"Gak akan berani mereka sama aku" ucap Arya


"Iya, kakak kan lebih serem dari mereka. Mana temen nya mbak kunti lagi" ledek Zelina.


"Kamu ya.... sini kamu" Arya langsung berlari mendekat kearah Zelina berusaha untuk menjangkau tubuhnya, namun Zelina langsung berlari menjauh dan tertawa begitu lepas.


"Aaaahhh ampun....." teriak Zelina saat Arya berhasil menangkap tangan nya. Menarik tubuhnya dan memeluk Zelina dari belakang.


"Nakal kan, rasain ini" ucap Arya seraya menggelitiki perut Zelina membuat gadis itu semakin terbahak bahak.


"Kak Yo... geli" seru Zelina


"Biarin aja. Biar tahu rasa" jawab Arya


Mereka tertawa bersama, hingga tiba tiba datang sebuah ombak yang cukup besar dan langsung menghempaskan tubuh mereka berdua. Arya masih memeluk tubuh kecil Zelina yang hampir terlepas. Tubuh mereka langsung terbawa ketepian oleh ombak itu.


Zelina dan Arya kembali tertawa saat mereka terduduk dipinggir pantai, dan masih terendam didalam air laut yang mulai dingin.

__ADS_1


Mungkin hanya mereka yang ada dipantai itu saat hari sudah mulai gelap. Sudah seperti orang gila yang bermain dan berenang dipantai.


Namun karena cerah, maka pemandangan juga menjadi sangat indah.


"Jadi mandi beneran kan" gumam Arya seraya menarik tubuh Zelina untuk ketepian


Zelina kembali tertawa, apalagi melihat rambut Arya yang melepek basah. Mereka terduduk ditepi pantai diatas pasir yang hangat. Memandangi ketengah laut dimana matahari mulai tenggelem diufuk barat.


"Waaauu ada sunset, indah banget" gumam Zelina dengan mata yang begitu berbinar.


"Indahan kamu lagi" sahut Arya seraya menggulung lengan kemeja nya yang basah.


Zelina langsung mencebikkan bibirnya dan kembali memandang matahari yang terbenam ditengah laut sana. Laut yang tadinya bewarna biru, kini mulai berganti menjadi warna jingga kemerahan. Sangat terang dan begitu menghangatkan. Benar benar pemandangan alam yang sangat menkajubkan.


"Udah lama banget gak ngelihat sunset kayak gini" ungkap Zelina.


Arya memandang Zelina yang nampak begitu berbinar. Wajah basah nya bercahaya dan sangat indah untuk dipandang. Sejak dulu dia sudah selalu jatuh hati dengan wajah cantik Zelina. Wajahnya sangat jauh berbeda dengan Reynand. Memang mirip, namun jika Reynand memiliki pandangan mata yang tajam, maka Zelina memiliki pandangan mata yang lembut. Jika Reynand terkesan angkuh dan sombong, maka Zelina terlihat ceria dan begitu murah senyum.


Sungguh, bibit orang kaya memang tidak pernah salah. Selalu bisa menghasilkan bibit unggul yang benar benar cantik dan tampan.


"Hei... kenapa malah mandangi Ze kayak gitu. Diajak lihat sunsest juga" ucap Zelina.


Arya jadi tertawa karena dia sedikit terkejut.


"Kan udah aku bilang Ze, mandangi kamu lebih indah dari pada mandangin sunset itu" jawab Arya


"Modus banget" gumam Zelina terdengar kesal, namun wajah nya yang merona tidak bisa ditutupi, dan itu tentu saja membuat Arya menjadi gemas.


Zelina langsung terperangah mendengar itu.


"Kak Arya belajar ngegombal gitu dari mana coba" tanya Zelina yang jadi tertawa geli, membuat Arya juga ikut tertawa.


"Sejak kenal kamu kayak nya aku lebih cocok jadi pujangga deh" jawab nya. Zelina semakin terbahak dan menggeleng lucu. Dia kembali memandang sunset didepan sana.


"Jangan suka bicara yang manis manis, nanti kalau aku kena diabetes gimana" tanya Zelina


"Enggak akan, aku udah atur sesuai kadar buat kamu" jawab Arya


Zelina langsung mendengus dan menghela nafas nya dengan pelan.


"Aku jadi gak bisa tidur tahu kak, setiap hari kakak gombalin terus" ucap Zelina.


Arya tertawa dan mengusap kepala Zelina dengaan lembut, membenarkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya.


"Aku cuma gini sama kamu Ze" kata Arya


"Beneran" tanya Zelina seraya memandang wajah Arya dengan lekat.


Arya tersenyum dan mengangguk.


"Cuma sama kamu, dan gak ingin ada yang lain" kata Arya lagi


Zelina langsung merebahkan kepala nya dibahu Arya. Arya sempat tertegun, namun sedetik kemudian dia langsung tersenyum dan merangkul bahu Zelina seraya mengusap usap nya dengan lembut.

__ADS_1


"Terimakasih untuk semua nya ya kak. Karena kakak, Ze masih bisa bertahan dalam keadaan sulit waktu itu" ucap Zelina.


"Kenapa karena aku. Aku kan gak berbuat apapun untuk kamu. Kamu yang hebat Ze" jawab Arya.


"Tapi kehadiran kakak bisa buat beban dan rasa sedih aku hilang" kata Zelina seraya memandang kembali wajah Arya.


Arya tersenyum dengan lembut, bukan senyum yang menyebalkan seperti biasa.


"Kamu juga bisa menghapus rasa lelah aku, kamu bisa mengisi hati aku yang terasa sepi sejak dulu. Dan kehadiran kamu juga bikin warna tersendiri dalam hidup aku" ujar Arya.


"Inti nya, aku ada untuk kamu. Dan kamu ada untuk aku" tambah Arya.


Zelina langsung tertawa dan mengangguk sekilas. Dia kembali merebahkan kepalanya dibahu Arya lagi.


Yah, memang bisa dikatakan begitu. Dimasa terpuruk Zelina Arya hadir dan tanpa sadar mampu membuat hatinya terhibur. Dan juga perasaan aneh yang selalu senang saat berada bersama Arya. Semua nya mampu mengobati beban dihati Zelina. Dia juga sangat bersyukur bisa bertemu dengan Arya. Meskipun di awal pertemuan mereka, Arya benar benar terlihat tidak suka padanya. Mungkin karena dia yang menyusahkan, atau karena dia adalah adik Reynand. Entahlah.


"Aku jadi gak sabar untuk nikahin kamu Ze" ungkap Arya tiba tiba. Dia masih merangkul bahu Zelina yang juga masih bersandar dibahunya.


"Ze juga kak" jawab Zelina


Arya langsung mendengus senyum mendengar itu.


"Tapi Ze boleh minta sesuatu?" tanya Zelina lagi, seraya dia yang memandang wajah Arya.


"Apapun yang kamu minta, semampu ku pasti aku beri" jawab Arya.


"Ze kepengen nikah ditepi pantai kayak gini. Mahar nya juga Ze pengen kebun bunga tulip yang luas" ucap Zelina.


"Bunga tulip???" gumam Arya dan Zelina langsung mengangguk dengan cepat. Dia langsung duduk dengan tegak dan menghadap kearah Arya.


"Ze suka bunga tulip." ucap Zelina


"Bukankah bunga mawar lebih indah" tanya Arya lagi


Namun Zelina langsung menggeleng dengan pelan.


"Meski mawar lebih indah, tapi Ze lebih tertarik sama bunga tulip. Sejak dulu Ze pengen punya kebun bunga tulip. Bunga tulip itu kan melambangkan keindahan dan kedamaian yang sempurna, cinta yang abadi dan tentunya kasih sayang yang enggak terhingga. Ze pengen kehidupan Ze seperti itu, gak ada rasa sakit dan terpuruk lagi seperti waktu itu" ungkap Zelina.


Arya langsung tersenyum dan mengusap wajah Zelina dengan lembut.


"Aku pasti akan mewujudkan semua impian kamu Ze" ucap Arya


"Beneran kak?" Zelina begitu girang mendengar itu.


"Tentu saja, apapun untuk kamu" jawab Arya


Zelina langsung memeluk tubuh Arya dengan erat, membuat Arya sedikit terkejut.


"Aaaaahhh terimakasih.... Ze sayang kakak" ucap Zelina


"Aku juga sayang kamu Ze" jawab Arya


Senja yang indah, untuk sepasang kekasih yang saling menyayangi.

__ADS_1


__ADS_2