Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Sebuah Lukisan


__ADS_3

Nara menyibakkan kain jendela didalam kamar nya. Memandang keluar jendela dimana hujan baru saja berhenti. Sinar matahari juga sudah mulai keluar setelah dari pagi hujan kembali mengguyur kota Jakarta. Hari ini adalah hari libur, jadi Nara bisa sedikit bersantai karena dia tidak keperusahaan hari ini. Sebentar lagi Arya pasti datang, karena mereka sudah ada janji untuk berbelanja bulanan di sebuah pusat perbelanjaan. Sebenarnya Arya yang memaksa, karena sungguh, Nara lebih nyaman berada didalam rumah dan menyendiri seperti ini.


Menikmati kesendirian dan kehampaan hatinya, menikmati segala kenangan pahit dan manis yang pernah dia rasakan dirumah ini. Terkadang Nara berfikir, kenapa dia masih saja tidak bisa melupakan lelaki itu. Setiap malam hanya wajah lelaki itu yang hadir dalam mimpinya. Padahal, Nara sudah memasrahkan semua nya, tapi tetap saja, cinta yang ada didalam hati, tidak bisa dibohongi dia berlabuh untuk siapa.


Suara klakson mobil yang begitu nyaring langsung membuyarkan lamunan Nara. Dia tahu itu pasti Arya. Nara segera beranjak dengan lesu. Memakai jaket kulit dan menyelempangkan tas kebahunya. Dan setelah itu dia langsung berjalan keluar mendapati Arya yang sudah berdiri disamping mobil seraya mengikat rambut nya didepan kaca spion.


"Selamat siang nona, anda terlihat segar hari ini" goda Arya. Apalagi melihat Nara yang memakai warna lipstik bewarna merah terang, membuat penampilan nya terlihat berbeda


"Aku tidak ingin orang bilang jika aku adalah kembaran mu" jawab Nara yang langsung masuk kedalam mobil.


Arya langsung terkekeh mendengar nya, dan dia juga langsung masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobil nya meninggalkan rumah minimalis Nara.


"Kenapa tidak kamu saja sih Yo. Kamu tahu aku sangat malas untuk keluar" ungkap Nara seraya memperhatikan jalanan didepan nya.


Arya melirik kearah Nara sekilas dan tersenyum tipis


"Kamu butuh udara segar agar otak mu bisa relaks. Jangan hanya mengurung diri dirumah dan diperusahaan saja" jawab Arya


"Aku lebih tenang dirumah" jawab Nara


"Dasar pembohong, kamu dirumah bukan nya tenang, tapi mengenang" dengus Arya


Nara langsung memandang Arya dengan kesal. Lelaki berambut gondrong ini selalu saja bisa membalas perkataan nya.


"Sudah lah, hari ini aku ingin berjalan jalan. Dan kamu harus menemani ku. Aku butuh udara segar dan juga yang segar segar. Bekerja setiap hari cukup membuat otak ku keriting" ungkap Arya


"Otak mu yang keriting atau rambutmu" dengus Nara


Arya kembali terbahak mendengar itu


"Dua duanya" jawab Arya


Nara hanya mengendikkan bahunya dan kembali memandang kedepan. Dia terdiam, namun lagi lagi fikiran nya yang tidak bisa diam.


Tubuhnya sudah sehat kembali, tapi tetap saja hatinya tidak. Terkadang dia berfikir untuk apa ini semua????


...


Satu jam kemudian, akhirnya mereka telah tiba disebuah pusat perbelanjaan terbesar dikota itu. Nara hanya mengikuti langkah kaki Arya yang membawa nya berkeliling. Cukup ramai pengunjung dihari libur seperti ini, dan sungguh sudah lama Nara tidak melihat orang sebanyak ini membuat kepala nya menjadi pusing.


"Nara kita cari pakaian dulu" ajak Arya dan Nara hanya mengangguk saja. Mereka berjalan berdampingan menuju kesebuah butik yang menjual berbagai pakaian wanita dan pria. Arya terlihat begitu antusias saat sudah memasuki butik itu.


Nara membiarkan Arya memilih pakaian nya, sedangkan dia hanya duduk dikursi tunggu. Malas sekali rasanya berjalan kesana kemari. Entah lah dia hanya lebih nyaman memandangi orang orang yang berlalu lalang saja. Ditempat ramai seperti ini, lagi lagi dia merasakan sepi, bukan fikiran nya yang sepi, tapi hatinya.


Nara menghela nafas nya dengan lesu dan memandang keluar butik. Dinding kaca dibutik itu transparan hingga Nara bisa dengan leluasa memandang keluar. Namun tiba tiba matanya mengernyit saat melihat seseorang yang begitu dia kenali.


"Cleo" gumam Nara


Nara terus memandangi Cleo yang tampak menggandeng seorang lelaki dengan mesra. Siapa lelaki itu? Yang jelas bukan Reynand, karena sepertinya lelaki itu adalah lelaki blasteran. Kulitnya begitu putih dan tinggi kekar, berbeda dengan Reynand.


Nara mengernyit saat sadar jika Cleo bersama lelaki itu juga masuk kedalam butik ini. Membuat Nara langsung terperangah dan menundukkan wajahnya memandang ponsel yang hanya diam dan tidak menunjukkan apapun. Jangan sampai Cleo mengetahui Nara ada disana, karena sungguh, Nara sudah malas bertemu dengan gadis licik ini. Meskipun sebenarnya hatinya begitu penasaran kenapa Cleo bisa bersama dengan orang lain dan bukan Reynand. Nara sama sekali tidak mengetahui jika mereka sudah lama berakhir, jauh sebelum Reynand menyusulnya kerumah Eyang putri.


Namun sialnya, ternyata Cleo langsung dapat menangkap keberadaan Nara. Sama seperti Nara, Cleo juga nampak begitu terkejut.


"Wow... teman lama ternyata" sindir Cleo yang berjalan mendekat kearah Nara


Nara mendongak dan memandang Cleo dengan lekat bersama seorang lelaki yang ada disamping nya.


"Aku kira kamu sudah mati karena tidak terlihat lagi, tapi ternyata kamu masih hidup dan masih bisa membangun perusahaan mu yang sudah hancur itu" ungkap Cleo begitu sombongnya.


Sudah sangat lama mereka tidak ada bertemu, mungkin sudah hampir satu tahun. Dan sampai saat ini, Cleo memang tidak pernah berubah. Tetap angkuh dan begitu sombong.


"Apa kamu terkejut?" tanya Nara

__ADS_1


Cleo langsung berdecih sinis mendengar perkataan Nara


"Tidak juga, tapi aku cukup bangga padamu. Setelah Reynand menghancurkan semua nya, kamu masih tetap bisa berdiri seperti ini" ucap Cleo


Nara masih diam dan memperhatikan Cleo dengan lekat


"Apalagi setelah darahmu dikuras habis, kamu masih bisa hidup dan sehat. Menakjubkan sekali" tambah nya lagi dengan pandangan begitu meremeh


Nara tersenyum sinis dan langsung berdiri memandang Cleo


"Ya, aku hanya membagi darahku pada pengemis yang tidak tahu diri seperti mu" balas Nara begitu tajam


"Pengemis? Siapa yang kamu bilang pengemis ha? Bukan kah kamu yang selalu menjadi pengemis, pengemis cinta Reynand" Cleo langsung tertawa remeh setelah mengucapkan itu. Tangan Nara langsung mengepal dengan kuat mendengar nya


"Yah, meskipun sekarang, kamu juga masih tetap saja tidak bisa mendapatkan lelaki yang sudah tidak berguna dan hampir mati itu. Menyedihkan" ungkap Cleo


Alis Nara tergerak, apa maksud Cleo???


"Dia sudah lemah dan tidak berdaya, tidak lagi memiliki apapun. Jika kamu mendekatinya sekarang, kamu pasti akan langsung mendapatkan cintanya" tambah Cleo lagi


"Aku sudah tidak membutuhkan nya lagi, karena sekarang aku sudah memiliki yang lebih baik" ucap Cleo seraya merangkul lengan kekasih nya dengan mesra. Dan sungguh Nara benar benar jijik melihat itu. Cleo sudah seperti ****** yang ada diluar sana.


"Apa kamu sudah puas menghancurkan nya?" tanya Nara


Cleo langsung mematung mendengar itu


"Bukankah tujuan mu sejak dulu sebelum menjalin kasih dengan Reynand adalah menghancurkan kehidupan nya?" tuding Nara lagi


"Apa maksud mu?" tanya Cleo, sekarang bergantian dia yang tampak gugup


"Aku tahu Cleo, aku tahu dibalik kehancuran Reynand pasti ada campur tangan mu dan ibumu" ucap Nara begitu tajam


"Kamu.."


"Apa??? kamu kira aku tidak tahu apa rencana busuk kalian ha. Kamu kira kenapa aku mengejar nya selama ini. Itu karena untuk meyakinkan nya agar tidak termakan rayuan manismu" ungkap Nara


"Dan apa yang kamu dapatkan, kamu gagal bukan" balas Cleo


"Itu karena kelicikan mu" sahut Nara


"Aku memang licik. Dan jika kamu tahu kamu bisa apa. Sekarang semua nya sudah hancur, dan bahkan sebentar lagi aku rasa dia juga akan mati karena tidak sanggup menanggung keterpurukan nya" ungkap Cleo begitu kejam


"Kamu pasti akan mendapatkan balasan mu Cleo" ucap Nara begitu geram


"Oh ya, kita lihat saja nanti. Yang aku lihat kalian yang akan terpuruk sebentar lagi. Lihat saja, perusahaan yang kamu bangun itu akan habis dalam sekejap" ancam Cleo


"Kamu kira aku takut" tantang Nara


"Cih... kita buktikan saja nanti" ujar Cleo yang langsung menarik lengan kekasih nya untuk pergi dari sana.


Nara langsung jatuh terduduk dengan lemas diatas sofa, ucapan Cleo benar benar membuat emosi nya meningkat. Dan lagi, apa maksudnya dengan Reynand yang sudah hampir mati????


"Nara..." seruan Arya langsung membuat Nara terkesiap. Dia langsung mendongak dan memandang Arya yang sedang memegang beberapa pakaian dilengan nya


"Aku melihat Cleo tadi, apa dia menemui mu?" tanya Arya.


Nara mengangguk dan langsung mendongak memandang Arya


"Apa kamu mengetahui sesuatu tentang Reynand?"


deg


Arya langsung mematung mendengar itu

__ADS_1


"Aku pernah mendengar berita kecelakaan nya diinternet, apa itu benar?" tanya Nara lagi


"Untuk apa kamu ingin tahu. Bukan kah kalian sudah berakhir?" tanya Arya pula


Nara kembali menunduk dan menghela nafasnya


"Dia memang pernah kecelakaan, tapi dia baik baik saja. Tidak ada yang tahu dimana keberadaan nya sekarang" ungkap Arya


Nara masih tetap terdiam dengan perasaan yang semakin tidak menentu. Dia tidak ingin tahu, tapi kenapa hatinya berkata lain??


"Sudahlah, jangan fikirkan apapun. Ini bukan urusan mu lagi. Ayo kita pergi" Arya langsung meninggalkan Nara ke meja kasir.


Sedangkan Nara masih terdiam ditempat nya.


Memang bukan urusan nya lagi, tapi kenapa tidak bisa seperti itu???


....


Setelah dari butik, Arya kembali mengajak Nara untuk berkeliling dan membeli yang lain. Namun Nara sudah tidak bersemangat lagi. Dia berjalan dengan lesu dan hanya mengikuti Arya saja. Perkataan Cleo sungguh mengusik hatinya. Bukan tentang ancaman nya, namun tentang Reynand.


Nara masih ingat benar perkataan terkahir Reynand sebelum dia pergi


'aku tidak menyerah, aku hanya membiarkan mu tenang dan memilih kebahagiaan mu sendiri'


Dia tidak menyerah, tapi kenapa dia tidak datang lagi?


'Meskipun aku tidak ada disampingmu, tapi aku akan tetap selalu mencintaimu'


Apa karena ini Nara tidak bisa melupakan Reynand???


Tangis lelaki itu, permohonan maafnya, wajah memelas dan putus asanya, perjuangan nya, semua kembali terngiang dikepala Nara. Membuat segudang cinta yang sudah dia pendam dalam dalam kembali menguar dan tidak tertahan kan.


Kenapa sesakit ini???


Bersama nya Nara selalu merasakan kesakitan, tapi ketika tidak bersama nya pun kenapa sakit itu masih tetap ada????


"Hei... mau ice cream tidak?" tanya Arya mengejutkan Nara


Arya menunjuk sebuah stand ice cream tidak jauh dari tempat mereka berdiri


Nara hanya mengangguk saja seraya memandang nanar kesana


"Tunggu disini ya, biar aku yang mengantri. Jangan melamun, nanti kamu kesambet setan mall" ledek Arya


Nara langsung mencebikkan bibirnya dan memalingkan wajah nya kearah lain, membuat Arya tertawa seraya berjalan meninggalkan Nara sendirian.


Nara mengernyit, karena dia menangkap sesuatu dipojokan gedung dilantai atas itu.


Sebuah lukisan berderet rapi dan indah disana. Apa itu sebuah pameran???


Dan tanpa terasa kaki Nara langsung melangkah kesana. Cukup banyak yang melihat, karena itu dibentuk seperti sebuah galeri mungil yang cukup estetik.


Nara ikut berdiri dan memandangi lukisan lukisan yang terpajang indah disana. Sangat memukau dan memanjakan mata.


Namu tiba tiba matanya menangkap sesuatu yang terasa begitu familiar.


Nara berjalan mendekat, matanya masih memandangi lukisan itu dengan lekat, namun semakin lama memandang matanya semakin berair.


Tangan Nara tanpa sadar bahkan mengusap lukisan itu dengan lembut. Ada rasa getar didalam hatinya melihat lukisan ini.


Lukisan dua anak remaja yang sedang duduk berteduh disebuah pondok kecil didekat pohon yang cukup rimbun, pohon kemuning. Hujan gerimis yang menambah kesan estetik dan indah itu benar benar membuat hati Nara ikut tersentuh.


Kenapa ini seperti dia dan.......... Reynand????

__ADS_1



bonus visual. Anara, terpaku memandangi lukisan yang dia lihat....


__ADS_2