Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Kabar Buruk


__ADS_3

Senja ini Arya sudah berada dirumah utama keluarga Adiputra. Setelah pulang dari perusahaan Polie, dia langsung kerumah Zelina. Saat ini mereka sedang membuat kejutan untuk menyambut kepulangan Nara dan Reynand dari Jepang. Mungkin malam nanti sepasang pengantin baru yang sudah tidak baru itu sudah akan pulang.


Bukan kejutan yang besar, mama hanya memasak banyak untuk menyambut kepulangan mereka. Arya dan Zelina juga hanya membantu mama menghias meja makan mewah mereka menjadi tempat makan seperti direstauran mewah itu.


"Lilin ini diletakkan ditengah tengah kak, pasti cantik" ujar Zelina seraya menyerahkan sebuah kotak pada Arya. Kotak yang berisi lilin panjang yang baru dia bawa dari luar, beberapa bunga lily putih juga ada didalam kotak itu.


"Sudah seperti makan malam romantis saja Ze. Padahal hanya makan malam keluarga" sahut Arya seraya meraih kotak lilin itu dari tangan Zelina.


Zelina tertawa kecil sembari tangan nya yang mengambil beberapa tangkai lily dari dalam kotak. Menyusun nya masuk kedalam vas kecil yang juga sudah dia siapkan.


"Anggap saja makan malam romantis dengan beberapa pasangan" jawab Zelina.


Arya mendengus senyum seraya menata lilin nya diatas meja.


"Kalian bersemangat sekali" sahut mama yang baru datang dari dapur dengan membawa sup iga yang baru matang.


"Semangat dong ma, Ze sudah rindu dengan kak Nara. Dia pasti senang kita menyiapkan ini" jawab Zelina.


Sementara mata Arya sudah tertuju pada sup iga itu. Perutnya sudah terasa keroncongan sekarang.


"Jam berapa dia sampai. Kalian tidak menjemput mereka?" tanya mama lagi.


"Jemput tante. Jam tujuh pesawat mereka sudah mendarat. Tidak lama lagi" jawab Arya seraya melirik jam dipergelangan tangan nya.


"Iya, jika begitu kalian bersiap siaplah. Nanti biar mama saja yang menyiapkan semua nya. Mama tunggu dirumah" ujar mama.


"Oke ma, ini juga selesai. Ze mau berganti pakaian dulu" jawab Zelina


"Lagian ada ada saja kamu, mau menyambut kakak mu pulang kenapa memakai bunga lily Ze.." ucap mama seraya menunjuk bunga lily yang sudah terangkai rapi diatas meja.


"Kenapa memang nya, cantik kan. Putih. Melambangkan kesucian dan ketulusan hati. Seperti keluarga kita" jawab Zelina dengan senyum nya yang begitu antusias. Arya bahkan sampai tersenyum gemas melihat nya.


"Iya memang, tapi kamu tidak memahami arti lain dari bunga ini." ucap mama seraya dia yang menata sup iga nya ditempat yang seharusnya.


"Bunga yang juga melambangkan kesedihan. Begitu kan tante?" sahut Arya


Mama langsung mengangguk pelan.


"Ya, bunga ini memang mempunyai arti yang indah, kesucian dan kemurnian. Tapi dibalik itu semua pasti ada kesedihan didalam nya." ungkap mama.


"Yaaahhh jadi salah dong Ze nyiapin bunga ini" gumam Zelina telihat sendu.


Mama langsung tersenyum dan menggeleng.


"Enggak apa apa. Sudah terlanjur juga. Ini juga manis. Semoga saja seperti yang kamu inginkan, bunga ini sebagai lambang kesucian hati dan juga kemurnian keluarga kita" sahut mama seraya mengusap bahu Zelian dengan lembut.

__ADS_1


"Tapi Ze udah minta kak Arya untuk bunga ini ada dipernikahan kami nanti" ungkap Zelina seraya melirik Arya yang duduk didepan mereka.


Mama kembali tersenyum dan mengangguk.


"Enggak apa apa. Bunga ini memang khusus untuk acara pernikahan juga. Kamu pernah dengar kan, kalau bunga ini juga memiliki lambang dari sebuah kehidupan baru dan juga komitmen. Dan kesedihan yang ada didalam nya, adalah kesedihan untuk mama dan papa karena harus merelakan anak gadis nya ini dibawa pergi suami kamu nanti" jawab mama dengan begitu lembut seraya memandang Arya yang tersenyum simpul.


"Aaaaa mama... Ze jadi terharu dan sedih" ucap Zelina yang langsung masuk kedalam pelukan mama. Arya tersenyum dan memperhatikan gadis nya ini dengan gemas. Kenapa dia bisa jatuh cinta pada gadis manja seperti ini ya???


Dan lagi, suami. Ya, jika tidak ada halangan dan kendala, Arya memang akan menikahi Zelina tahun depan. Dan menjadikan Zelina sebagai istrinya. Bahagia sekali jika membayangkan hal itu. Setelah menikah, Arya tidak akan lagi kesepian, dia sudah punya keluarga sendiri. Ditambah dengan keluarga Zelina yang memang cukup baik dan hangat padanya.


"Kenapa manja sekali hmm?" tanya mama


"Jika membayangkan hal itu Ze sedih" jawab Zelina.


"Jika begitu jangan menikah cepat" sahut mama.


Zelina langsung melepaskan pelukan nya dan memandang mama dengan cemberut.


"Tapi Ze juga sudah ingin menikah" jawab Zelina dengan malu malu. Mama langsung tertawa mendengar itu.


Arya bahkan langsung menggaruk pelipisnya yang tidak gatal dan tersenyum canggung.


"Lalu kenapa sedih?" tanya mama lagi seraya mencubit gemas hidung Zelina.


"Kita sudah jarang jumpa nanti" jawab Zelina.


"Benar ya" tuding Zelina pada Arya


"Iya" jawab Arya.


"Papa juga tidak akan membiarkan kamu tinggal jauh dari kami sayang. Maka dari itu dia meminta Arya untuk tidak membawa kamu terlalu jauh" ungkap mama.


"Benarkah?" tanya Zelina pada mama dan Arya.


"Iya, lagi pula aku juga tidak mempunyai siapapun selain Nara. Jadi jika tinggal jauh dari tante dan om, aku juga takut jika kamu akan kesepian" jawab Arya.


"Sekarang kamu punya kami nak" sahut mama.


Arya tersenyum haru dan mengangguk pelan.


"Iya tante, saya benar benar bersyukur tante dan om mau menerima kehadiran saya disini dan merestui hubungan saya dengan Zelina" ucap Arya.


"Kamu lelaki baik, tidak ada alasan untuk kami menolak kamu. Yang terpenting kamu bisa menjaga dan membimbing Zelina dengan baik nantinya. Dia masih banyak kurang nya" ujar mama.


Zelina langsung memeluk mama nya dengan malu.

__ADS_1


Arya kembali tersenyum dan mengangguk.


"Tentu tante, saya pasti akan selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk Zelina. Saya juga masih perlu banyak belajar. Saya harap, tante juga tidak akan pernah bosan untuk menegur dan juga menasehati saya jika saya lalai" pinta Arya


Mama langsung mengangguk


"Tentu nak, kamu anak tante juga sekarang" jawab mama


Arya tersenyum tipis dan mengangguk. Mungkin akan sedikit susah untuk mendidik Zelina, karena Arya juga sudah terbiasa hidup tanpa didikan sejak kecil. Dia terbiasa hidup mandiri tanpa orang lain selain Nara. Dan ketika dia sudah menikah nanti, tanggung jawabnya pasti sudah akan semakin besar. Dia hanya berharap jika nanti dia bisa menjadi suami yang baik untuk Zelina dan bisa membangun keluarga nya sendiri.


"Oh ya ampun, jika kita keasikan mengobrol disini. Kapan kalian akan menjemput Nara dan Reynand. Ini sudah jam enam lewat" ucap mama tiba tiba.


Zelina langsung terkesiap mendengar itu.


"Ah iya... kenapa jadi terbawa suasana begini" sahut Zelina


"Ze ganti baju dulu kak, bentar" ucap Zelina pada Arya, dan setelah itu dia langsung berlari menuju kamarnya.


"Anak itu, padahal tidak ganti juga tidak apa apa" gumam mama


Arya hanya tertawa kecil saja menanggapi nya. Dia tidak berani untuk berbicara lebih seperti kebiasaan nya yang selalu membuat orang kesal. Tapi dengan orang tua Zelina, Arya selalu bisa menjaga sikap. Jangan sampai dia dipecat sebelum menjadi menantu.


Mama kembali menata meja makan, namun tiba tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan tuan Abas dan juga Guntur yang nampak tergesa.


"Arya, kita kebandara sekarang" ajak tuan Abas tiba tiba.


Arya terlonjak kaget dan langsung memandang tuan Abas dengan bingung. Wajah calon mertuanya ini nampak begitu panik, membuat dia dan juga mama nampak heran.


"Ada apa pa?" tanya mama


"Pesawat yang membawa Nara dan Reynand hilang kontak"


deg


deg


deg


Jantung Arya dan mama serasa berhenti berdetak mendengar itu.


"Papa baru tahu berita ini ketika baru turun dari mobil tadi. Pesawat mereka sudah lost kontak sejak dua jam yang lalu"


Arya mematung dengan jantung yang terasa terhempas. Apalagi mama, dia bahkan langsung terduduk dengan lemas dikursinya.


"Kita kebandara sekarang" ajak tuan Abas pada Arya.

__ADS_1


Wajah mereka semua sudah memucat. Guntur bahkan sudah sibuk menghubungi seluruh relasi nya untuk mencari tahu tentang kabar buruk ini.


Semoga saja ini tidak benar. Jika benar, bagaimana nasib Nara dan Reynand??? Apakah mereka akan ikut hilang dan mati seperti keinginan para readers di awal cerita????


__ADS_2