Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Foto Diamplop Cokelat


__ADS_3

Dirumah utama keluarga Delemonte, Nyonya Guzel sedang duduk disofa rumah mewah nya dengan wajah yang nampak tertekuk dan penuh dengan kebencian. Dia baru saja pulang dari Amerika setelah lebih dari seminggu berada disana untuk melihat perkembangan bisnis nya yang entah kenapa tiba tiba menuruni penurunan omset yang begitu drastis. Dan setelah tiba di Indonesia, dia malah mendapat kabar jika tuan Agas sudah tertangkap polisi, sedangkan tuan Abas berhasil ditemukan oleh Reynand dan dibawa kesalah satu rumah sakit.


Nyonya Guzel benar benar geram, dia tidak menyangka jika rencana yang sudah dia atur selama bertahun tahun akan berantakan begitu saja. Dan tentu ini semua karena kebodohan Agas yang selalu saja ingin bertindak cepat tanpa berfikir panjang.


Nyonya Guzel awalnya sudah mengira, jika ini akan terjadi. Namun karena terlena dengan uang yang selalu dia dapatkan dari perusahaan Adikdaksa, membuat nyonya Guzel menyerahkan semua nya pada tuan Agas, termasuk dengan tuan Abas yang dia biarkan dibawa oleh tuan Agas kerumah lama nya. Namun yang terjadi kini dia yang akan segera menanggung akibatnya. Tidak lama lagi, dia tahu jika Reynand pasti akan menangkap nya. Dan satu satunya jalan, adalah melenyapkan tuan Abas, agar tidak ada saksi kunci kejahatan nya selama ini.


"Mommy" panggil Cleo yang baru pulang dari agensi modeling nya.


"Mommy sudah pulang, kenapa tidak memberi tahuku?" tanya Cleo seraya duduk didepan ibunya.


"Cleo, mommy tidak bisa tinggal disini lagi untuk sementara waktu" ucap nyonya Guzel tiba tiba.


"Kenapa, apa karena Reynand yang sudah kembali merebut perusahaan Adidaksa?" tanya Cleo.


"Tentu bukan itu saja. Agas bodoh itu sudah tertangkap oleh polisi, dan sebentar lagi mereka pasti akan mencari kita" jawab nyonya Guzel.


"Om Agas sudah tertangkap?" tanya Cleo begitu terkejut. Dia benar benar tidak mengetahui hal ini. Akhir akhir ini dia begitu sibuk dengan karir modeling nya yang sedang berada diatas. Tentu hal itu sama sekali tidak dia ketahui.


"Lalu apa aku juga akan kena imbasnya. Tidak mom, aku tidak mau. Bukankah mommy tahu, aku baru saja mulai terkenal" kata Cleo mulai bingung.


Nyonya Guzel memijit pelipis nya yang terasa berat, namun sedetik kemudian dia tersenyum penuh arti dan memandang Cleo dengan lekat.


"Kamu bisa mempengaruhi CEO agensi, maka kamu pasti bisa merebut hati Reynand kembali bukan" ujar nyonya Guzel.


Cleo mengernyit bingung mendengar itu.


"Mommy ingin aku merayu dan menjebak Reynand lagi???" tanya Cleo tidak percaya. Namun nyonya Guzel malah mengangguk dengan mantap.


"Hanya itu Cleo, kamu sudah berhasil sekali, dan kali ini pasti berhasil juga. Bukankah Reynand begitu mencintai kamu dulunya. Apalagi sekarang kamu sudah terkenal dan menjadi model papan atas" kata nyonya Guzel.


Cleo terdiam dan sedikit ragu, pasalnya sekarang Reynand pasti sudah begitu membenci nya.


"Cleo hanya ini jalan agar kamu tidak ikut menadi buronan, karir mu juga akan tetap aman nak" kata nyonya Guzel lagi.


"Tapi bagaimana caranya mom. Bagaimana jika Brian dan David tahu" tanya Clara meragu


Nyonya Guzel langsung berdecak kesal mendengar itu.


"Dasar bodoh. Biarkan saja mereka tahu. Kamu itu hanya dianggap sebagai pelampiasan nafsu saja oleh mereka. Kamu harus bisa merayu Reynand lagi Cleo. Jangan sampai kita dipenjara. Kamu mau kehilangan semuanya?" tanya nyonya Guzel begitu menggebu.


Dendam dihatinya begitu menggebu. Sudah cukup dia tersiksa batin melihat Abas dan istrinya bahagia selama bertahun tahun. Dan sekarang, dia tidak ingin lagi melihat mereka bahagia. Apapun akan dia lakukan, meski harus mengorbankan anak nya sendiri.


Cleo terdiam dan menghela nafasnya dengan berat. Impian nya untuk menjadi model adalah cita citanya sejak dulu. Dan kini dengan susah payah akhirnya dia bisa mencapai nya meski harus rela menjual tubuhnya sendiri untuk bisa mencapai impian itu. Dan jika harus kehilangan karir yang sudah dia dapatkan dengan susah payah itu, tentu saja Cleo tidak akan mau.


"Cleo, jika kamu tidak bisa merayu Reynand lagi, maka jalan kedua yang harus kita ambil adalah membunuh Abas" ucap nyonya Guzel. Cleo langsung tersentak mendengar itu.

__ADS_1


"Mom, itu lebih parah akibatnya jika mereka tahu" seru Cleo tidak percaya dengan apa yang nyona Guzel katakan.


"Tidak ada jalan lain, mommy tidak ingin mereka bahagia Cleo, sedangkan kita menderita seperti ini" jawab nyonya Guzel.


"Sebenarnya apa yang membuat mommy begitu membenci mereka. Bukankah mommy sudah mendapatkan apa yang mommy mau?" tanya Cleo begitu heran. Sejak dulu dia tidak tahu apa yang membuat ibunya begitu membenci keluarga Reynand. Yang dia tahu hanya karena cinta segitiga itu. Tapi kenapa sampai seperti ini?


Nyonya Guzel tersenyum sinis dan menggeleng.


"Banyak hal yang mommy benci. Mereka sudah menghancurkan cinta mommy, mereka mnghancurkan karir mommy. Semua nya mereka hancurkan dengan sangat tega. Dan sekarang itu akan terjadi padamu. Apa kamu mau? Mommy tidak akan rela Cleo" ucap nyonya Guzel begitu menggebu.


"Apa kamu mau melihat Reynand bahagia dengan Nara sedangkan kamu terpenjara?" nyonya Guzel memandang Cleo dengan tajam.


"Tentu saja aku tidak mau" jawab Cleo dengan cepat.


"Maka dari itu, cobalah untuk merayu Reynand lagi. Atau lakukan hal yang sama seperti yang pernah kamu lakukan dulu untuk membuatnya terikat denganmu" ujar nyonya Guzel.


Cleo menghela nafas pelan dan akhirnya hanya bisa mengangguk pasrah. Sejak dulu dia memang selalu berada dibawah naungan ibunya. Dan mau tidak mau memang harus melakukan itu dari pada karir yang sudah dia capai dengan sudah payah akhirnya hancur berantakan.


Namun tiba tiba suara seorang pelayan datang menghampiri mereka dengan amplop ditangan nya.


"Nyonya, ada paket untuk anda" ucap pelayan itu.


"Paket dari siapa?" tanya nyonya Guzel.


"Tidak tahu nyonya, tidak ada nama pengirim nya. Kurir hanya berkata itu hadiah dari seseorang untuk anda dan nona" jawab pelayan itu.


Dia membuka amplop itu dan langsung meraih isinya. Dan betapa terkejutnya dia melihat isi isi diamplop itu. Begitu banyak lembar foto Cleo dan seorang pria yang sedang melakukan hubungan mesum disebuah kamar hotel. Tanpa sensor dan begitu jelas.


Tangan nyonya Guzel bergetar hebat dan wajahnya langsung memerah melihat semua foto yang memang begitu jelas itu.


"Mom ada apa????" tanya Cleo. Dia langsung beralih dan duduk disamping ibunya. Tangan Cleo langsung meraih foto yang ada ditangan nyonya Guzel dengan cepat. Wajahnya langsung memucat memandang foto foto itu.


"Ba.... bagaimana mungkin????" gumam Cleo tidak percaya. Kenapa semua foto foto ini bisa ada. Ini adalah foto saat dia sedang menginap dihotel dua hari yang lalu bersama dengan David, CEO agensi modeling tempatnya bekerja. Semua foto ini memperlihatkan wajah dan tubuh nya yang polos tanpa sehelai kain dengan begitu jelas. Semuanya, terekspos begitu saja. Bahkan wajah nya yang sedang begitu menikmati permainan mereka terpampang nyata disana. Ada lebih dari sepuluh foto yang dikirim pada mereka. Namun diantara semua foto itu hanya wajah Cleo saja yang terlihat jelas, wajah David sedikit disamarkan.


"Siapa.... siapa yang mengambil foto ini mom" tanya Cleo mulai panik.


"Kamu yang bodoh, apa ada orang yang mengikuti mu kehotel Cleo?" tanya nyonya Guzel pula.


"Tidak mom, tidak ada. Semua aman dan sudah diatur oleh David. Mom...bagaimana ini, bagaimana jika media tahu" kata Cleo yang sudah begitu cemas dan panik. Siapa yang melakukan ini???


"Apa ini ulah Brian mom??? Atau Reynand?" terka Cleo.


"Reynand baru saja bangkit Cleo, dia juga pasti belum tahu secepat itu. Tapi jika Brian, kenapa dia begitu tega?" tanya nyonya Guzel pula.


"Brian tidak mungkin, meski dia marah, tapi dia juga menikmati hasilnya" gumam Cleo yang mulai menangis takut.

__ADS_1


"Sudah lah, besok akan mommy cari tahu. Bakar foto ini" ujar nyonya Guzel yang langsung pergi meninggalkan Cleo.


Aaaahhhhh sialan!!!!! Cleo berteriak dengan begitu kesal.


....


Keesokan paginya, masih dikediaman Delemonte.


Cleo sudah bangun dari tidurnya. Wajahnya cukup sembab dan pucat. Entah kenapa beberapa hari ini dia merasakan jika perutnya selalu tidak enak. Bahkan tubuhnya juga merasa lemas. Apa mungkin dia kelelahan karena pekerjaan yang begitu padat?? Entahlah.


Cleo sudah membersihkan dirinya, dan sekarang dia sudah berjalan menuju dapur untuk sarapan bersama dengan nyonya Guzel. Hatinya masih saja dipenuhi oleh rasa was was karena foto foto yang dia dapatkan semalam. Entah siapa pengirimnya. Cleo hanya berharap jika media tidak akan mengetahui itu. Hari ini dia sudah berencana untuk pergi ke perusahaan Adidaksa untuk menemui Reynand. Kebetulan pagi ini dia tidak ada jadwal pemotretan.


Nyonya Guzel sudah duduk dengan manis dan menikmati sarapan nya. Wajah ibunya itu masih saja terlihat kesal dan penuh kekhawatiran. Bagaimana tidak, jika sebentar lagi pasti kejahatan nya akan segera terbongkar. Apalagi jika tuan Abas sudah sadar dari komanya.


Cleo langsung duduk didepan ibunya dan meraih kopi yang biasa dia minum.


"Kapan kamu akan mulai menemui Reynand?" tanya nyonya Guzel tanpa berbasa basi.


"Pagi ini mom" jawab Cleo.


"Ya, lebih cepat lebih baik" ujar nyonya Guzel.


Cleo hanya mengangguk saja dan mulai menyeruput kopi nya.


"Jangan terlalu sering meminum kopi. Tubuhmu harus tetap sehat dan bugar. Lihat wajahmu pucat. Kamu harus selalu cantik dan sempurna Cleo" ujar nyonya Guzel lagi


"Aku tahu mom" jawab Cleo dengan malas.


Dan lagi... seorang pelayan datang dan membawa amplop cokelat yang sama seperti semalam. Cleo yang melihat itu langsung menegang dengan jantung yang mulai bergemuruh hebat.


"Nona, paket untuk anda" ucap pelayan itu.


Cleo langsung meraihnya, tanpa bertanya apapun dia langsung membuka amplop itu dan meraih isinya. Yang lagi lagi berisi foto foto nya dengan seorang pria tanpa sehalai benang pun. Dan kali ini pria itu adalah Brian. Wajah mereka terpampang jelas difoto itu, Begitu banyak, bahkan Cleo sampai tidak sanggup melihat semua nya.


Tangan Cleo bergetar memandangi foto itu, wajahnya yang pucat semakin pucat, bahkan membuat foto itu berjatuhan karena banyak nya.


"Foto lagi" gumam nyonya Guzel yang langsung meraih foto itu dari tangan Cleo


"Brian... astaga" gumam nyonya Guzel tidak percaya.


Cleo menggeleng dengan kuat


"Tidak mom, aku tidak mau ini terjadi. Siapa yang mengirimkan foto ini!!!!!!!!" teriak Cleo begitu kuat hingga menggema diseluruh sudut rumah.


"Aahhhh kurang ajar" teriak nya lagi seraya melempar semua foto foto itu kelantai. Cleo menangis histeris dan menarik rambutnya dengan kuta. Dia takut, dia begitu takut jika foto foto ini akan membuat nya hancur.

__ADS_1


Dan ya, sebentar lagi....


sebentar lagi... semua akan berakhir!


__ADS_2