
Senyum Nara dan Reynand sejak tadi tidak pernah pudar saat mereka terus menyambut tamu yang datang dan memberikan ucapan selamat pada mereka. Cukup lelah sebenarnya, tapi mereka benar benar bahagia malam ini. Bahkan sejak pagi tadi saat ijab kabul telah selesai diikrarkan, mata Reynand tidak pernah bisa berpaling terlalu lama dari wajah cantik Nara, yang hari ini benar benar terlihat sangat indah.
"Kenapa selalu memandangi ku seperti itu?" tanya Nara, dia menoleh pada Reynand yang juga nampak gagah sekali.
"Kamu indah sekali, aku benar benar tidak bisa berpaling" jawab Reynand.
"Kamu mau merayuku" tanya Nara
Reynand tersenyum lebar dan menggeleng.
"Tidak, aku benar benar bahagia malam ini. Bisa memiliki kamu lagi sebagai istriku. Terimakasih sayang, terimakasih sudah menciptakan kebahagiaan yang tidak pernah terbayangkan ini" ucap Reynand begitu tulus dan sangat dalam.
Nara tersenyum lembut dan mengangguk
"Terima kasih juga sudah membuat aku menjadi wanita yang paling bahagia malam ini Rey" balas Nara.
"Kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku" sahut Reynand.
Mereka saling pandang dengan lekat dan sama sama memberikan senyuman yang begitu manis dan penuh cinta. Rasanya ini adalah hari yang benar benar membahagiakan untuk mereka. Hari dimana perjuangan cinta mereka telah berakhir dalam balutan ikatan suci pernikahan.
Jika dulu mereka menikah namun tidak merasakan apapun, tapi kini pernikahan mereka benar benar menciptakan satu rasa tersendiri.
Dihadiri oleh orang orang terdekat, dilaksanakan dengan acara yang begitu megah dan mewah, dan juga dengan pakaian pengantin impian semua orang didunia ini.
Rasanya sudah begitu lengkap, bahkan tidak pernah terbayangkan jika mereka akan bisa berada ditahap ini jika mengingat bagaimana perjalanan cinta mereka yang cukup panjang dan menyakitkan dulunya.
"Nara... selamat ya, akhirnya kalian bersatu juga. Kamu cantik sekali" ucap Naina yang datang bersama Reyza mendekati Nara dan Reynand. Setelah tadi mereka bercengkrama dengan Arya dan Bima terlebih dahulu.
"Terimakasi sudah datang Naina" balas Nara. Mereka saling memeluk sejenak.
"Kamu terlihat berubah, sangat cantik dan begitu anggun dengan gaun pengantin ini" puji Naina
Nara langsung tersenyum malu mendengar pujian itu.
"Pilihan tuan Reynand memang tidak salah" sahut Reyza yang kini menjabat tangan Reynand bahkan mereka juga saling merangkul sejenak.
Reynand mengangguk dan tersenyum dengan bangga.
"Tentu saja tuan, saya memang begitu beruntung mendapatkan istri secantik Anara" jawab Reynand
"Kamu berlebihan Rey" sahut Nara. Naina dan Reyza langsung tertawa melihat pasangan ini. Bahkan mereka juga tidak menyangka jika ini adalah pernikahan Reynand dan Nara yang kedua. Padahal jika dilihat sekarang, mereka sama sama seperti dua orang yang baru saja saling jatuh cinta dan menikah. Masih terlihat malu malu bahkan rasa cinta itu juga terlihat begitu kuat dimata mereka.
"Semoga pernikahan kalian sampai maut yang memisahkan, saling kuat dalam menghadapi ujian rumah tangga" harap Reyza.
"Aamiin, terima kasih tuan Reyza, semoga kalian juga begitu. Kalian cukup bisa menjadi pasangan inpirasi bagi kami" balas Reynand. Nara langsung mengangguk setuju. Dia juga cukup kagum dengan kedua pasangan ini.
"Harus selalu jujur dan saling mengerti kuncinya" ucap Naina
"Ya, tentu saja" jawab Nara
"Sekali lagi selamat ya, semoga kalian bisa cepat dapat momongan" bisik Naina
Nara kembali tersenyum dan mengangguk
"Doakan saja" jawab Nara
"Kemana Abimanyu, apa dia tidak ikut?" tanya Reynand pada Reyza.
"Yah, anda tahu lah anak lelaki saya yang satu itu. Dia cukup susah untuk dibawa ketempat ramai seperti ini" jawab Reyza terlihat jengah.
Reynand langsung tertawa mendengar nya.
"Sangat berbeda dengan ayahnya yang ramah" sahut Reynand.
"Anda benar tuan. Yasudah lah, jika begitu kami turun dulu. Sepertinya antrian sudah cukup panjang" ujar Reyza seraya menoleh kebelakang
"Malam yang panjang untuk kami" jawab Reynand
__ADS_1
"Nikmati pestanya Naina. Aku sangat senang jika kamu mau menyumbangkan satu lagu untuk kami" harap Nara.
Naina langsung tertawa mendengar itu
"Sepertinya ide yang bagus" sahut Reynand pula
"Jika suami mengizinkan, aku akan senang hati" jawab Naina seraya mengedipkan sebelah matanya pada Reyza.
Reyza tersenyum dan mengusap wajah Naina sekilas.
"Yah, untuk malam ini sebagai hadiah pernikahan teman baru kita, tidak masalah, aku bisa memaklumi" jawab Reyza.
Reynand dan Nara langsung tertawa senang mendengar itu. Mereka juga bisa melihat jika Reyza memang suami yang posesif pada istrinya.
"Terimakasih tuan, saya benar benar penasaran dengan suara merdu Naina" ucap Nara
"Baiklah, aku akan membuat heboh pestamu malam ini" ujar Naina
Nara langsung mengangguk dengan semangat.
Dan setelah saling memeluk, akhirnya Naina dan Reyza turun kebawah dan bergantian dengan yang lain nya. Pesta besar itu benar benar ramai dengan para tamu yang datang. Membuat Nara benar benar kewalahan.
"Rasanya aku menyesal sudah mengundang banyak orang" gumam Reynand
Nara langsung tersenyum mendengar itu.
"Ini yang pertama dan terakhir untuk kita Rey, maka harus dinikmati bukan" ujar Nara
"Yah, tapi aku takut kamu akan kelelahan sayang" ucap Reynand.
Nara menggeleng pelan.
"Bukan kah kita sudah sah, aku bisa memintamu untuk memijat kaki ku nanti" goda Nara
Reynand langsung tersenyum mendengar itu.
"Tidak bisa, aku sedang datang bulan" jawab Nara
"Hah, serius?" tanya Reynand dengan senyum getir nya.
Nara langsung tertawa dan mengusap bahu Reynand sekilas.
"Aku bercanda" jawab Nara
Reynand langsung mencubit gemas hidung Nara, tanpa tahu jika kedekatan mereka dipandang oleh ratusan pasang mata didepan sana.
"Nakal banget sih kamu" gemas Reynand
"Ehemmmmm.... tidak bisakah malam nanti saja kalian bermesraan" ucap seseorang yang ternyata telah berada didekat mereka.
Nara dan Reynand langsung menoleh kearah orang tersebut.
"Jangan iri, kamu juga sudah membawa gandengan" ucap Reynand seraya memandang Gendis yang ada dibelakang Bima.
Bima tersenyum dan langsung menarik Gendis kesamping nya.
"Ya, untung saja dia mau menemani saya malam ini, jika tidak mungkin saya adalah orang yang paling menyedihkan" jawab Bima.
Nara dan Reynand langsung mendengus senyum mendengar itu.
Gendis langsung memandang Nara dengan lekat, dia sampai terperangah takjub melihat kecantikan Nara. Pantas saja Bima begitu menggilai istri tuan angkuh ini, jika penampilan nya saja sudah terlihat sangat sempurna.
"Apa dia putri tuan Renggono?" tanya Reynand
"Ya, dia Gendis, putri tuan Renggono" jawab Bima
"Untung saja kau tidak dipenggal oleh nya karena sudah membuat Gendis celaka waktu itu" ucap Reynand.
__ADS_1
Bima mendengus
"Tidak akan, saya pria yang bertanggung jawab" ucap nya dengan bangga
"Sempat kau tidak ingin bertanggung jawab, kau tidak akan bisa membawanya sekarang. Lagi pula aku heran kenapa kau bisa membawa nya dengan mudah" tanya Reynand memandang Bima dengan curiga namun juga penuh arti.
Bima hanya mengendikkan bahunya saja
"Sudah bagus saya membawa Gendis, dari pada saya membawa Nara" ucap Bima
Reynand langsung memandang Bima dengan kesal. Sedangkan Nara kembali menghela nafas jengah melihat mereka. Selalu saja seperti ini jika sudah bertemu.
"Apa kau tidak lihat jika sekarang aku sudah menjadi pemilik nya yang sah, masih juga berniat menjadi pebinor" gerutu Reynand.
Bima langsung terbahak mendengar itu, bahkan Gendis juga ikut tertawa melihat wajah kesal Reynand. Ternyata tuan angkuh yang terkenal sombong ini cukup dekat dengan Bima, ya meski aura permusuhan cukup kental diantara mereka.
"Tidak lagi, aku sudah menyerah. Dan aku juga akan menjemput kebahagiaan ku sendiri. Merebut kebahagiaan orang bukan ide yang baik" ucap Bima
"Bagus jika kau mengerti" sahut Reynand.
"Selamat untuk kalian, harus selalu bahagia" kini Bima menjulurkan tangan nya pada Reynand. Reynand memandang tangan itu sejenak, namun sedetik kemudian dia langsung membalas nya.
"Kau juga harus mencari pasangan, Gendis juga cocok untuk mu" ujar Reynand seraya melirik pada Gendis yang terlihat tersenyum canggung.
"Yah, bisa diperhitungkan. Asalkan hatinya tidak masih dimiliki orang lain" ucap Bima
Gendis langsung memandang Bima dengan aneh. Namun dia segera memandang lagi kearah Nara.
"Nona selamat untuk pernikahan anda" ucap Gendis
"Terimakasih Gendis. Nikmati pesta nya ya. Jangan lelah dengan sikap Bima yang seperti itu" ujar Nara.
Gendis tersenyum dan mengangguk
"Saya sudah biasa nona, dua bulan menghadapi sifatnya yang menyebalkan" jawab Gendis. Dan kini Nara yang tertawa kecil.
"Hah, kalian malah menceritakan aku. Sudah lah, yang terpenting kamu harus bahagia, jangan pernah bersedih lagi" ujar Bima pada Nara. Seraya dia menjabat tangan lembut yang pernah diharapkan nya itu.
"Tentu, dan kamu juga harus begitu" jawab Nara
"Sudah, jangan lama lama memegang tangan istriku" Reynand langsung melepaskan tangan Bima dari tangan Nara. Membuat Gendis langsung terkekeh melihat nya.
"Dasar posesif sekali, saya juga sudah ada gandengan sendiri, anda tenang saja" ujar Bima seraya meraih tangan Gendis dan menggenggam nya dengan erat. Membuat Gendis langsung melebarkan matanya.
"Kami pamit dulu, hadiah nya menyusul" ucap Bima yang langsung menarik tangan Gendis dengan cepat.
Reynand dan Nara hanya menggelengkan kepala nya melihat Bima.
"Semoga saja mereka menjadi pasangan" gumam Reynand.
Nara hanya tersenyum saja mendengar itu. Dia juga berharap jika Bima akan segera mendapatkan kebahagiaan nya. Lelaki baik itu juga berhak bahagia.
..
Lantunan suara merdu dari Naina diatas panggung kecil yang memang tersedia disana membuat semua orang langsung memandang kearah nya. Artis yang pernah bersinar pada masanya ini terlihat begitu memukau dan membuat semua orang yang hadir diacara pernikahan Nara dan Reynand itu semua terlihat begitu terpesona. Naina menyanyikan sebuah lagu cinta dari Bunga Citra Lestari yang berjudul cinta sejati. Suaranya yang merdu semakin menambah kesan romantis didalam aula gedung itu. Apalagi Naina menyanyi didampingi oleh Reyza, ya malam ini semua orang benar benar antusias dengan acara pernikahan ini. Dimana memang dihadiri oleh orang orang yang cukup berpengaruh dinegeri ini. Terutama Reyza Askara Gemilang, siapa yang tidak mengenal nya. Dan kini dia ada diatas panggung untuk menemani istrinya menyumbangkan sebuah lagu untuk kedua mempelai itu.
Sungguh, pernikahan Nara dan Reynand adalah pernikahan romantis yang akan dikenang untuk seumur hidup. Suasana yang meriah dan penuh kebahagiaan, apalagi semakin malam suasana memang pas untuk para tamu tamu muda.
Ditambah dengan pesta dansa yang memang diadakan disana sebagai penutup acara ditengah malam itu.
Nara dan Reynand berdansa ditengah tengah aula, sedangkan yang lain berdansa mengelilingi mereka.
Ada Arya dan Zelina yang juga paling berbahagia melihat kebahagiaan orang terkasih mereka malam ini. Mereka juga saling memeluk dan bergerak dengan lembut mengikuti alunan musik romantis itu, berdansa dengan tatapan mata yang saling memandang lekat penuh cinta.
Ada Reyza dan juga Naina yang tidak mau kalah, meski sudah memiliki anak, namun mereka tetap terlihat mesra sampai sekarang. Setelah puas bernyanyi diatas panggung, mereka juga memutuskan untuk ikut berdansa dan menikmati waktu.
Bima dan Gendis juga tidak mau ketinggalan. Pasangan yang sama sama sedang patah itu juga memutuskan untuk menikamti malam ini berdua, seperti pasangan kekasih lain nya. Meski hati mereka, juga belum bisa dikatakan baik baik saja sekarang.
__ADS_1
Ya, kebahagiaan Nara dan Reynand. Ternyata menular kesemua orang terdekat mereka.