Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Cinta Seindah Bunga Sakura


__ADS_3

Tokyo, Jepang waktu setempat .....


Bulan madu impian semua orang kini sudah bisa dirasakan oleh Nara dan Reynand. Mereka sudah tiba dihotel tempat mereka akan menginap selama di Tokyo. Hotel yang terletak tidak jauh dari pusat kota. Hotel mewah yang tentunya nyaman dan aman untuk di tinggali.


Nara berdiri dibalkon hotel, memandangi suasana dan udara Jepang yang masih terasa asing baginya. Tapi baru menginjakkan kaki di negara impian nya ini, Nara sudah benar benar bahagia.


Hari sudah mulai senja, saat mereka tiba, hingga suasana nya terlihat sangat indah sore ini. Bibirnya tersenyum lembut memandang hamparan taman yang sangat indah dan luas, ada beberapa pohon bunga sakura yang tertanam disana. Dan semua memang sedang bermekaran.


Mereka datang diwaktu yang pas. Di minggu pertama bulan april, dimana bunga sakura yang memang sedang bermekaran. Hingga pemandangan bunga sakura yang sedikit itu saja bisa begitu memanjakan mata Nara. Bagaimana jika ditempat nya langsung.


Ah.... Nara benar benar sudah tidak sabar menantikan itu.


Tiba tiba Nara terkesiap, saat sebuah tangan melingkar diperutnya. Namun dia langsung tersenyum dan mengusap lengan itu dengan lembut.


"Sedang melamun apa hmm?" tanya Reynand seraya meletakkan dagu nya dibahu Nara. Mencium aroma lembut dari tubuh Nara yang selalu bisa membuat nya terbuai.


"Tidak sedang melamun, hanya sedang menikmati waktu. Lihat, tempat ini sangat indah. Kamu memang pintar memilih hotel" jawab Nara


Reynand tersenyum dan mencium pipi Nara sejenak dan setelah itu dia juga memandang taman yang ada dihadapan mereka. Yang memang bagian belakang hotel itu menghadap kekawasan wisata.


"Besok kita akan mengunjungi tempat yang lebih indah. Ada banyak destinasi yang akan membuat kamu bahagia sayang" ucap Reynand.


"Benarkah?" tanya Nara seraya membalikkan tubuhnya dan menghadap kearah Reynand.


Reynand mengangguk dan langsung mengecup bibir Nara sekilas.


"Ya, sekarang kamu mandi. Air hangat nya sudah aku siapkan. Kita harus istirahat malam ini agar besok tidak kelelahan" ujar Reynand.


"Baiklah, terimakasih" jawab Nara seraya mengecup pipi Reynand sekilas dan langsung pergi meninggalkan Reynand.


Reynand tersenyum memandang Nara. Dia sangat bahagia, jika Nara nya bahagia.


Tuhan...


Izinkan dia untuk membahagiakan istrinya ini untuk waktu yang lebih lama. Tidak ada lagi yang dia pinta, dia hanya ingin bisa membahagiakan Nara dan selalu melihat senyum indah diwajah cantik jelita itu.


...


Dan benar saja, keesokan hari nya, Reynand membawa Nara  ke tempat dimana terdapat bunga sakura dengan banyak jenis. Taman Shinjuku Gyoen, salah satu taman kota yang paling banyak diminati oleh para pelancong. Hari masih pagi saat mereka datang, sehingga belum banyak pengunjung yang datang kesana. Hingga Nara bisa dengan nyaman menikmati waktu.


Wajah cantik Nara langsung berbinar dengan indah saat melihat taman yang dipenuhi oleh hampir seribu pohon itu. Hingga seluas mata memandang hanya hamparan bunga sakura yang terlihat. Bahkan sungai sungai yang mengalir dibawahnya juga nampak tertutup dengan kelopak bunga sakura yang gugur tertiup angin.


Indah sekali...

__ADS_1


"Rey... ini sangat menakjubkan" gumam Nara


Reynand yang sejak tadi berjalan disamping Nara langsung tersenyum senang melihat wajah bahagia itu. Bahkan sangking bahagianya wajah Nara malah semakin terlihat cantik. Bahkan lebih indah dari bunga sakura itu sendiri.


"Kamu suka sayang" tanya Reynand.


Nara tentunya langsung mengangguk dengan cepat. Dia bahkan berjalan dengan cepat menuju satu pohon bunga sakura yang nampak pendek namun bunga nya begitu rimbun. Nara memetik nya satu dan memandangi nya dengan lekat.


"Indah bukan" ucap Reynand yang datang mendekat pada Nara.


"Ya, indah sekali" jawab Nara tanpa memandang wajah Reynand yang kini hanya terfokus pada wajah bahagia Nara saja.


"Tapi lebih indah istriku ini, bahkan diantara keindahan yang ada disini, kamu membuat semua terasa semakin indah" ucap Reynand seraya menyelipkan anak rambut Nara ditelinga nya.


Nara langsung mendengus senyum mendengar itu, bahkan hanya dengan perkataan itu saja membuat wajahnya merona sekarang. Dan itu semakin membuat Reynand bertambah gemas saja.


"Kamu memang sangat pandai merayu Rey" ucap Nara.


Namun Reynand langsung menggeleng.


"Aku tidak merayu sayang, itu adalah kenyataan yang aku lihat" jawab Reynand


Nara tersenyum dan langsung memeluk Reynand, menyembunyikan wajah malu nya didalam dekapan suami nya. Mana perduli lagi dengan pandangan orang yang ada disana. Ini Jepang, bukan Indonesia yang dipenuhi oleh cctv berjalan.


"Terimakasih sudah mau membawa ku ketempat ini. Aku ingin kita berkeliling lagi sampai puas" ucap Nara seraya mendongak dan memandang wajah Reynand.


"Tentu sayang, everything for you" jawab Reynand


dan


cup


Satu kecupan kembali mendarat dibibir manis itu.


"Huh... jika saja tidak mengenangkan kesehatan yang tidak baik, mungkin aku sudah akan memakan mu setiap saat" ungkap Reynand seraya berjalan dan mengenggam tangan Nara, menyusuri jalanan setapak dibawah rindang nya pohon pohon bunga sakura itu.


Nara tertawa kecil dan menggeleng pelan mendengar itu.


"Padahal sudah hampir setiap malam. Apa tidak puas juga?" tanya Nara seraya tangan nya yang menyapu helaian bunga sakura yang menjuntai kebawah.


"Tidak ada kata puas untuk itu sayang. Kamu terlalu indah dan tidak bisa untuk di abaikan" jawab Reynand.


Nara kembali memandang Reynand yang tersenyum begitu manis memandang nya.

__ADS_1


Yah... senyum yang selalu membuat hatinya merindu.


 "Maafkan aku yang tidak bisa kuat lagi seperti dulu, sekarang sebentar saja rasanya sudah cukup nyeri" ungkap Reynand seraya tersenyum getir.


Nara tersenyum dan menggeleng


"Hei... jangan meminta maaf seperti itu. Hal itu bukan suatu keharusan untuk ku. Ada kamu yang selalu menyayangiku saja sudah membuat ku bahagia Rey" jawab Nara.


"Aku takut kamu tidak bahagia sayang" sahut Reynand


Nara berhenti berjalan dan menghadap kearah Reynand.


"Aku bahagia, bahkan sangat bahagia masih diberi kesempatan untuk bersamamu. Bahkan kamu begini juga karena aku kan." ucap Nara.


"Tidak, bukan karena kamu, Tapi karena kesalahanku" sahut Reynand dengan cepat.


"Aku ingin kamu tetap hidup" jawab Reynand lagi.


"Dan aku sudah hidup karena mu sekarang. Maka dari itu jangan lagi berfikiran yang tidak tidak." sahut Nara pula.


"Kamu tidak keberatan dengan kekurangan ku sekarang kan?" tanya Reynand, dia benar benar takut meski dia masih mampu. Hanya saja dia sudah tidak sekuat saat masih memiliki ginjal yang lengkap seperti dulu.


"Tidak sayang" jawab Nara


Reynand langsung tersenyum memandang Nara. Panggilan yang sangat jarang sekali dia dengar.


"Sekarang kita disini untuk bersenang senang kan" kata Nara lagi.


Dan Reynand langsung mengangguk.


"Ya... ayo. Aku jadi terbawa suasana" jawab Reynand seraya tertawa kecil dan kembali menarik tangan Nara untuk kembali berkeliling.


Nara hanya tertawa saja mendengar itu. Tidak mungkin hanya karena hal itu Nara bersedih. Reynand sudah cukup membuat nya bahagia sampai detik ini. Dan itu sudah cukup. Tidak ada hal lain yang ingin dia permasalahkan. Lagipula, dengan ginjal yang hanya cuma satu sudah cukup membuat Nara kewalahan.


Pagi itu mereka menghabiskan waktu ditaman bunga sakura itu. Berkeliling sembari bercerita apa saja yang membuat mereka sama sama tertawa dan bergembira. Tidak ada hal lain yang mereka fikirkan, mereka hanya ingin menikmati waktu dan menciptakan kebahagian sendiri. Membuat kenangan indah yang akan mereka kenang nanti. Meninggalkan jejak cinta mereka ditaman bunga sakura yang sedang bermekaran ini. Seiring dengan cinta mereka yang juga semakin mekar dan berkembang dengan indah.


..


*tetap kasih like dan koment ya guys. Gift juga boleh. hehe


*follow Instagram aku yuk. visual Reynand dan Nara aku up disana semua ya


@mulyanisyahfitri

__ADS_1


__ADS_2