Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan

Menyerah Diantara Cinta Yang Terabaikan
Selamat Jalan Zelina


__ADS_3

Tuhan...


Kenapa semua terasa seperti mimpi


Kenapa Kau ambil dia disaat harapan mulai ingin kurengkuh


Kenapa kau ambil dia disaat kebahagiaan baru mulai ku rajut


Apa salahku?


Apa Kau tidak percaya padaku untuk bisa membahagiakan nya?


Hingga kini Kau ambil dia dengan begitu cepat.


Dia kebahagiaan ku,


Dia cintaku..


Bagaimana aku menjalani kehidupan setelah ini tanpa dia


Bagaimana aku bisa bernafas dan hidup ketika dia adalah sumber kehidupanku


Dia matahariku,


Dia cahaya hidupku,


Dan sekarang dia telah pergi,


Aku telah kehilangan dia..


Aku kehilangan hidupku..


Aku kehilangan....


...


Gerimis di pagi itu mengiringi kesedihan dan kehilangan semua orang pada sosok gadis cantik yang ceria dan penuh senyum.


Kini dia telah pergi, pergi dengan meninggalkan sejuta luka yang tidak akan pernah terobati. Pergi dengan begitu cepat tanpa ingin menunggu kebahagiaan yang sebentar lagi akan dia rajut.


Semua orang tertunduk, menahan tangis dan sakit saat raganya mulai dimasukkan kedalam liang lahat. Tempat terakhir peristirahatan nya.

__ADS_1


Zelina Adiputra....


Kini dia telah pergi...


Pergi mendahului mereka yang sangat mencintainya...


Mama dan papa bahkan sudah tidak sanggup untuk berdiri dengan tegak melepaskan kepergian putri tercinta mereka. Putri semata wayang yang sangat mereka sayangi, putri mereka yang masih begitu muda dan sebentar lagi akan menikah. Tapi bisa pergi secepat ini.


Reynand menangis tertunduk, dengan tangan yang saling menggenggam erat. Adik tersayangnya kini sudah tidak ada lagi. Padahal sebentar lagi mereka akan mengadakan hari bahagianya. Tapi kenyataan nya, mereka malah mengadakan acara kematian dan duka yang begitu mendalam.


Seluruh kerabat dekat begitu merasakan kehilangan saat ini, kehilangan gadis yang telah mereka anggap seperti adik sendiri.


Taburan kelopak bunga langsung menghiasi makam Zelina. Kelopak bunga yang seharusnya menjadi pengiring kebahagiaan gadis itu. Namun nyatanya kini malah menjadi pengiring kepergian nya ke alam keabadian.


Dengan tangan yang bergetar, Reynand meletakkan bunga tulip putih diatas makam Zelina. Bunga tulip yang menjadi simbol diri gadis itu.


Tenang dan damai lah Ze....


Kebahagiaan sejati mu akan kau dapatkan disana....


Meski kepergian mu meninggalkan sejuta luka untuk kami yang kau tinggalkan...


Apalagi untuk kekasihmu...


Sejak tadi pria berambut gondrong ini hanya diam dan memandang nanar pada mahkam Zelina. Tidak ada lagi air mata yang dia keluarkan. Bukan sudah mengering, namun dia hanya ingin menahannya. Sudah cukup dia menangisi Zelina. Hari ini, untuk yang terakhir kali dia hanya ingin menuruti permintaan Zelina yang terakhir, agar dia tidak menangis.


Meski tidak ada yang tahu, jika saat ini hati dan jiwanya juga telah ikut terkubur didalam sana. Terkubur bersama Zelina dan segala kenangan nya.


"Kau harus kuat, dia pasti bahagia disana" ucap Bima seraya mengusap bahu kokoh Arya yang kini nampak lemah dan sangat rapuh.


Arya hanya diam, rasanya untuk mengeluarkan sepatah katapun sudah tidak sanggup lagi.


Ini seperti mimpi buruk untuk nya, baru kemarin dia memberikan kejutan untuk gadis itu. Baru kemarin dia melihat Zelina tertawa bahagia mendapatkan apa yang dia mau. Tapi kenapa sekarang dia sudah pergi. Pergi dengan meninggalkan sejuta kenangan yang tidak akan bisa dia lupakan.


Seandainya waktu bisa diputar,


Seandainya waktu bisa diulang,


Ingin sekali Arya menikahinya sejak dulu tanpa harus menunggu taman bunga itu jadi.


Ingin sekali Arya melihat nya memakai gaun pengantin dan berjalan dengan senyum yang indah diatas karpet merah. Ingin sekali dia melihat keinginan Zelina yang terakhir terkabulkan.

__ADS_1


Tapi kenapa Zelina bisa pergi secepat ini?????


Lemas, kosong, hampa dan hancur....


Dia hidup, tapi terasa mati.


Pemakaman selesai, semua orang sudah mulai beranjak dari makan Zelina. Papa juga sudah membawa mama pulang. Begitu juga dengan kerabat mereka yang lain.


Semua ucapan bela sungkawa tidak lagi Arya perdulikan. Dia tidak butuh itu. Tidak... dia hanya ingin berbicara pada Zelina nya sekarang.


"Kita pulang" ajak Reynand. Kakak lelaki yang juga kehilangan adiknya, tapi dia tahu, yang lebih hancur dan terluka adalah Arya, calon suami adiknya.


Arya menggeleng


"Pergilah" ucap Arya


Bima dan Reyza yang ada disana mengangguk dan membawa Reynand pulang. Mereka akan membiarkan Arya disini. Mereka tahu, Arya pasti membutuhkan waktu untuk menerima semua kenyataan ini. Kenyataan menyakitkan yang memang terasa sulit untuk diterima.


Dan..


Setelah semua orang pergi meninggalkan nya. Arya langsung jatuh berlutut disamping makam Zelina. Memandang nisan dan juga foto gadis itu yang seolah tersenyum memandang nya.


Tangan Arya bergetar mengusap foto Zelina, dan lagi, sungguh air mata Arya tidak bisa lagi dia tahan. Rasanya sakit sekali. Hancur dan tidak lagi berbentuk.


'Jangan menangis'


Ucapan Zelina terus terngiang ditelinga Arya saat air mata itu terus jatuh diwajah nya. Arya tertunduk dan mengusap kasar wajahnya. Dia menggeleng dan berusaha untuk menahan tangisan nya.


"Ini sulit Ze... sulit sekali" ucap Arya, suaranya terdengar begitu serak dan parau.


"Aku masih tidak menyangka jika kamu akan pergi secepat ini. Padahal beberapa hari lagi kita menikah"


Lagi, Arya mengusap air mata yang kembali mengalir diwajahnya.


"Tapi aku akan mencoba ikhlas sayang. Kamu pasti akan lebih bahagia disana dari pada bersamaku"


"Ya, aku percaya itu"


Arya tersenyum dengan mata yang terus berair.


"Tenang lah disana, tunggu aku ya. Aku mencintaimu Ze... Sangat mencintaimu" ucap Arya

__ADS_1


Matanya langsung terpejam saat semilir angin datang dan menerpa lembut wajah dan tubuhnya.


'Tenang lah disana sayang, meski aku tahu ini sulit, tapi aku akan tetap hidup bersama kenanganmu'


__ADS_2