
Pagi ini Nara sedang memasak didapur. Tidak memasak berat, dia hanya sedang membuat medeleine saja untuk Reynand makan siang. Suami tampan nya itu sudah jarang sekali makan nasi. Semua hal yang dia temui selalu dia bilang bau.
Terkadang Nara sampai pusing sendiri ketika menghadapi sikap manja nya. Meskipun dia juga kasihan melihat Reynand yang setiap hari harus tersiksa karena efek kehamilan nya.
Nara membuat kue favorit Reynand itu ditemani oleh Zelina. Sedangkan mama saat ini masih pergi ke butik untuk melihat persiapan pakaian pengantin untuk Zelina dan juga pakaian seragam untuk mereka.
"Kak .. udah nih. Gimana lagi dong?" tanya Zelina saat dia telah selesai membentuk Madeleine nya seperti bentuk kulit kerang.
"Sudah, nanti tinggal dipanggang, oleskan pakai ini dulu ya" ujar Nara seraya menyerahkan mentega pada Zelina.
"Kenapa enggak pakai kuning telur?" tanya Zelina.
"Kamu tahu kakak kamu itu kan. Semua dia bilang bau, apalagi jika harus memakai kuning telur. Bisa bisa tidak dimakan nya nanti" jawab Nara.
Zelina langsung terbahak mendengar nya.
"Iya ya, aku lupa. Kak Rey udah gak punya image lagi sekarang. Julukan tuan angkuh nya udah hilang karena sikap manja nya itu. Bisa bisa nya dia nangis karena kak Arya yang godain dia semalam" ungkap Zelina dengan gelengan kepala heran
Dan kini gantian Nara yang tertawa.
"Dia memang sensitif sekali. Terkadang aku yang menggoda saja dia bisa ngambek sampai Berjam jam. Memang nya mereka kenapa semalam? pantas saja Reynand cepat masuk kamar" tanya Nara seraya memasukkan kue nya kedalam oven.
"Kami lagi cerita tentang mahar taman bunga itu sama mama dan papa. Eh kak Rey yang baru keluar dari ruang kerja papa langsung nyambung aja. Dia bilang pasti jelek, tapi kakak tahu sendirikan kak Arya seperti apa, mana mau dia kalah. Dia bilang kalau dia yang gak hebat aja bisa kasih sesuatu yang spesial untuk orang yang dia cinta, sementara kak Rey cuma bisa bikin kakak nangis aja. Begitu" ungkap Zelina dengan wajah lucu nya.
Nara menggeleng dengan tawa kecilnya.
"Jadi karena itu dia nangis" tanya Nara lagi, kini dia duduk kembali dikursi yang ada disana.
Zelina yang sedang mengoleskan mentega dikue nya langsung mengangguk dan tersenyum lucu.
"Iya, wajahnya langsung sedih. Udah gitu ditambahin lagi di goda sama papa dan kak Arya. Makin nangis dia. Lari kekamar kayak anak kecil" Zelina menceritakan itu sambil tertawa. Karena sungguh, dia tidak bisa menahan tawa ketika melihat kelakuan Reynand yang seperti itu.
Nara tertawa seraya mengusap perutnya yang terasa kaku.
"Kamu gak tahu kalau sampai dikamar dia langsung masuk dalam selimut Ze. Aku kira dia kecapean dan lemas. Ternyata lagi nangis" ungkap Nara
__ADS_1
Zelina kembali terbahak, dan kali ini dia mengusap air mata yang menetes disudut matanya.
"Lucu banget emang kelakuan nya. Apalagi kalau udah ketemu kak Arya. Udah deh, kayak anjing dan kucing aja. Berantem Mulu tiap hari. Heran" sahut Zelina
"Arya memang jahil banget, dia memang begitu dari dulu. Ditambah lagi sekarang Reynand yang lagi Sensitif. Sudah lah, terkadang pusing ngelihat mereka." ucap Nara
Zelina mengangguk dan tersenyum.
"Tapi kalau gak ada kak Arya gak ramai kan kak" kata Zelina.
Nara langsung tersenyum simpul mendengar itu.
"Iya, sejak dulu dia memang yang selalu bisa buat suasana ramai" ungkap Nara.
"Dan Ze beruntung bisa ketemu dia, juga ketemu kakak. Kalau gak, gak tahu deh bisa ngerasain kebahagiaan ini atau enggak" ungkap Zelina yang tiba tiba wajahnya berubah menjadi sendu.
"Jangan begitu, Arya lah yang beruntung ketemu kamu. Dan aku juga senang banget kamu mau Nerima dia yang seperti itu" sahut Nara
Zelina tersenyum lembut seraya tangannya yang masih mengoleskan mentega di kue nya.
"Meskipun semua orang selalu kesal sama sikapnya. Tapi Ze gak pernah merasa kesal. Kak Arya itu selalu baik ke Ze, selalu bisa buat Ze tertawa mau gimanapun keadaaan nya. Ze yang beruntung dapetin dia kak. Dia udah selalu berusaha untuk buat Ze bahagia. Gak pernah sekalipun dia buat sedih dan kesal seperti yang dia lakuin ke orang orang" Ungkap Zelina, terdengar begitu dalam.
Zelina langsung tersenyum dengan wajah yang tiba tiba merona.
"Ya, cinta banget. Gak ada alasan untuk gak jatuh cinta sama orang yang selalu buat kita bahagia kan" jawab Zelina.
Dan kini bergantian Nara yang tersenyum memandang Zelina.
"Semoga kalian bahagia selalu ya Ze. Arya sudah seperti saudara ku sendiri. Dan aku sangat bahagia dia bisa mendapatkan gadis yang mencintai dia dan menerima semua sikapnya" ungkap Nara.
Zelina memandang Nara dan mengangguk.
"Kami pasti bahagia kak. Tenang aja. Dan kak Arya, ada atau gak ada Ze, dia memang harus selalu bahagia supaya bisa menjadi warna dalam kehidupan semua orang" jawab Zelina.
Nara tertegun sejenak mendengar itu.
__ADS_1
"Arya gak akan bahagia kalau gak ada kamu. Dia gak pernah sebahagia ini sejak dulu. Kamu kebahagiaan nya Ze. Aku selalu berdoa untuk kalian" sahut Nara
"Terimakasih kak. Ze pasti akan selalu berusaha untuk bahagiain kak Arya" ucap Zelina.
Nara mengangguk.
"Enggak sampai sebulan lagi kalian menikah. Semoga kita selalu sehat ya, supaya bisa bahagia bersama" ungkap Nara
"Iya kak. Gak terasa yakan. Ze bahkan gak nyangka bisa sampai di tahap ini." jawab Zelina dengan tawa kecil nya.
"Kamu harus mempersiapkan diri untuk itu. Jangan suka jalan jalan lagi. Dirumah aja kalau enggak ada kepentingan" ujar Nara seraya berjalan menuju oven nya.
"Iya, besok juga terakhir keluar untuk fitting baju" jawab Zelina.
"Kakak ikut kan?" tanya Zelina
"Ikut dong. Aku juga gak mau ketinggalan untuk cobain baju keluarga. yah walaupun tetap saja tidak cantik karena perut besar ini" jawab Nara dengan tawa nya membuat Zelina juga ikut tertawa. Dia mengusap perut Nara dengan lembut.
"Gak sabar banget deh pengen gendong mereka. Mereka pasti lucu lucu. Mana dua lagi" ungkap Zelina
"Nanti kamu bantu aku mengurus mereka" pinta Nara.
"Aman... gak disuruh pun aku juga bakal Dateng kesini setiap hari" jawab Zelina
Nara kembali tertawa mendengar itu.
"Itupun jika kamu enggak hamil. Kalau sudah hamil mana bisa" sahut Nara.
"Mudah mudahan kak Aryo yang mabuk, seperti kak Rey" ucap Zelina dengan tawa geli nya.
"Kasihan Ze. Cukup kak Rey kamu aja yang ngerasain" sahut Nara.
"Hihihi.... mungkin anak anak kakak pada balas dendam sama Daddy nya kali ya. Dulu Daddy kan jahat sama mommy. Yakan sayang" kata Zelina dengan geli
Nara langsung menampar gemas lengan Zelina.
__ADS_1
"Kamu kalau bilang begitu sama Rey, dia pasti menangis lagi" ucap Nara
Dan akhirnya mereka langsung tertawa bersama pagi itu sebelum nanti Nara akan keperusahaan untuk mengantar kue nya.