
Sebulan berlalu....
Maret telah hadir menggantikan bulan kasih sayang yang telah terlewati. Bulan yang penuh dengan cerita kelam saat semua luka masa lalu terungkap dan terselesaikan. Pahit dan getir yang pernah dirasakan kini sudah tinggal cerita dan kenangan. Hanya ada harapan dan impian untuk mewujudkan asa yang akan tergenggam.
Semua sudah selesai, masalah yang seperti benang kusut yang hampir membuat urat nadi putus kini sudah terjulur dengan rapi. Kesedihan yang pernah begitu menyiksa kini mulai terkikis dan terganti dengan lembaran kebahagiaan yang baru.
Anara Polie...
Luka dihati atas perlakuan Reynand dan Cleo selama dua tahun lalu, sudah dia lupakan dan dia maafkan. Tidak ada dendam dihatinya sama sekali. Karena mau bagaimana pun, rasa cinta yang dia miliki lebih besar dari rasa sakitnya. Dan terbukti sekarang, rasa sabar dan perasaan tulus nya telah menuai benih yang cukup subur. Kasih sayang dan limpahan cinta yang Reynand beri, sudah mampu mengobati luka hati yang pernah digoreskan oleh lelaki itu.
Setiap hari, hanya kata cinta yang Nara dengar. Pembuktian cinta dari Reynand, sudah bisa membuat Nara tahu jika lelaki itu memang sudah sangat mencintainya.
Bahagia???
Tentu saja. Sejak dulu, ini adalah harapan nya. Harapan untuk mendapatkan senyuman dan cinta dari seorang....
Reynand Adiputra..
Sosok tampan namun selalu terlihat angkuh dan dingin pada semua orang. Tapi tidak untuk Naranya. Kesempatan yang dia dapatkan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik tentu tidak akan dia sia sia kan. Dia ingin menjadi yang terbaik untuk Nara, menjadi lelaki yang paling dicintai oleh gadis itu. Menjadi sosok lelaki yang bisa membuat Nara nya bahagia. Sudah cukup kesakitan yang Nara terima karena perbuatan nya dulu. Bahkan meski sudah menghujani Nara dengan cinta setiap haripun, sampai saat ini rasa penyesalan masih terus menghantui nya.
Reynand tidak apa apa, tidak masalah dia hidup dalam balutan penyesalan untuk seumur hidupnya. Biar semua rasa bersalah ini dia tebus dengan mengabdikan diri dan cinta nya pada Nara sampai akhir hayatnya.
Semua telah usai, masalah yang menjerat keluarga nya juga sudah terselesaikan.
Tuan Agas sudah masuk kedalam penjara yang sudah dipastikan tidak akan ada lagi yang bisa melepaskan dia dari sana. Biar dia merenungi kesalahan nya dibalik jeruji, dan menghabiskan sisa waktu yang dia miliki untuk menyadari semua kesalahannya.
Sedangkan nyonya Guzel, dia sudah tewas seminggu yang lalu. Tewas dengan keadaan yang begitu menyedihkan. Dia melompat dari gedung rumah sakit jiwa yang berada dilantai tiga. Depresi membuat nya menjadi gila dan akhirnya lebih memilih untuk mati. Mati menyusul Cleo dialam keabadian mereka.
Selesai....
Semua sudah selesai...
Dan kini waktunya Reynand untuk menjemput kembali kebahagiaan mereka.
Mengulang kembali cerita mereka dari awal. Mengganti kenangan pahit menjadi kenangan manis yang akan mereka kenang untuk seumur hidup mereka.
...
"Nara.....!!!!!"
Teriakan Arya membuat Nara yang sedang mengetik sesuatu di laptopnya terlonjak kaget. Dia menoleh kearah jam dinding dikamar nya, dan waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Ada apa lagi lelaki gondrong itu berteriak malam malam seperti ini.
"Nara....!!!" teriak nya lagi dari pintu luar, dan bahkan kini dia sudah menggedor gedor pintu rumah Nara.
Nara menghela nafasnya sejenak dan langsung turun dari tempat tidur. Dia meraih cardigan diatas meja dan memakai nya untuk menutupi tubuhnya yang hanya dibalut dress tidur tipis bewarna putih.
"Ada apa sih Yo, malam malam sudah membuat keributan saja" gerutu Nara seraya membuka pintu rumah nya.
"Nara gawat" ucap Arya langsung. Wajahnya kelihatan benar benar panik.
"Gawat kenapa?" tanya Nara memandangi Arya dengan heran.
"Tuan angkuh itu sedang mengamuk dipinggir danau hijau" jawab Arya
"Mengamuk, kenapa pula? Ada apa?" tanya Nara yang mulai bingung
"Hari ini dia datang diam diam kesana untuk meninjau proyek pembangunan taman, karena menurutnya pengerjaan mereka sangat lama. Jadi dia berfikir untuk menyelidiki nya. Dan malam ini ternyata dia menemui mereka malah sedang berbuat sesuatu yang membuat nya marah" ungkap Arya. Wajahnya terlihat begitu serius saat mengungkapkan ini.
"Jika dibiarkan mereka semua akan mati Nara, atau jika mereka tidak terima, maka tuan angkuh itu yang bisa mati" kata Arya lagi.
__ADS_1
"Ya ampun, kenapa Reynand masih saja keras kepala sih. Padahal taman itu sudah mau jadi" gerutu Nara.
"Sudah lah, ayo cepat pergi. Sebelum semua nya terlambat. Cuma kamu yang bisa menghentikan kegilaan nya Nara" ujar Arya lagi.
Nara mengangguk dengan cepat, dan segera mengunci pintu rumahnya. Dan tanpa berganti pakaian lagi, Nara langsung pergi bersama Arya menuju danau hijau tempat mereka memutuskan untuk menikah dulu nya. Dan sekarang danau itu sedang dalam proses perenovasian untuk dijadikan taman dan juga tempat pariwisata.
Padahal hanya tinggal beberapa persen lagi selesai, tapi kenapa Reynand malah sudah tidak sabar. Lelaki itu selalu saja bertindak semau nya. Memang julukan tuan angkuh sudah cocok disematkan pada dirinya.
Mobil berhenti ditepi jalan, dan Nara langsung berlari kearah tepi danau hijau bersama Arya yang menyusulnya dibelakang.
Dapat Nara lihat jika Reynand berdiri dan memandangi puluhan orang orang yang nampak berlutut dan membungkukkan tubuh mereka.
Tapi kenapa ada yang aneh.....
Orang orang itu berlutut bukan menghadap kearah Reynand, melainkan kearah kedatangan nya.
Ada banyak sekali orang orang disana, mungkin sekitar dua puluhan orang yang berlutut dan...... berbaris dengan rapi.
Dan tiba tiba....
tup tup tup
Satu persatu lampu taman mulai hidup, bahkan diatas danau juga ada beberapa lampu yang membentuk seperti bunga tertawai bewarna merah muda.
Nara terperangah melihat ini. Sangat cantik dan begitu indah.
Dia kembali menoleh pada Reynand, lelaki itu nampak tersenyum begitu lembut. Terlihat sangat tampan dibawah nauangan lampu taman yang bercahaya dengan terang namun dengan warna yang sangat estetik.
Apa Arya sudah membohonginya????
"Rey....." Nara bergumam memanggil nama Reynand.
Ya, mereka orang orang Adidaksa, dan bukan pekerja ditaman ini. Kenapa Nara baru sadar???
Dan yang lebih membuat Nara bingung adalah mereka semua memegang setangkai bunga mawar merah ditangan masing masing.
Mulai berdiri satu persatu dan berjalan mendekat kearah Nara.
Dan tanpa berkata apapun, satu persatu dari mereka menyerahkan bunga mawar itu pada Nara.
Nara terperangah, dia bahkan seperti orang linglung menerima bunga bunga ini. Namun ketika memandang kearah Reynand, senyum langsung terbit diwajah cantiknya. Apalagi saat melihat lelaki itu juga memutar tangan nya yang sejak tadi dia letakkan dibelakang. Sebuah buket bunga mawar yang terlihat cantik dia pegang dengan senyum yang manis. Ternyata Arya dan Reynand memang sudah merencanakan untuk mengerjai nya.
Nara kembali menoleh pada orang terakhir yang menyerahkan bunga nya.
"Happy for you nona" ucap pria itu.
Nara mendengus senyum dan mengangguk. Ditangan nya sudah penuh dengan bunga mawar segar yang aroma nya benar benar membuai.
Nara memandang Reynand yang mulai berjalan perlahan kearahnya. Wajah nya yang terkesan angkuh dan dingin, namun selalu bisa membuat Nara merindu. Apalagi kini dia tersenyum dengan begitu indah.
Reynand menarik tangan Nara, hingga membuat bunga bunga yang ada ditangan Nara jatuh berguguran keatas tanah.
"Biar yang terjatuh bersemai kembali pada tempatnya. Dan sekarang izinkan aku memberikan yang lebih layak dan lebih indah untukmu, nona Nara...." ucap Reynand seraya menyerahkan buket bunga itu.
"Kamu merencanakan semua ini Rey" tanya Nara.
Reynand tersenyum dan mengangguk.
Dan Nara kembali terkesiap saat tiba tiba Reynand malah berlutut dihadapan nya, seiring dengan lampu taman yang semakin banyak menyala dengan indah. Tidak terlalu terang, namun terlihat begitu estetik, menambah kesan romantis dimalam ini.
__ADS_1
"Rey..." panggil Nara tidak percaya saat Reynand mengeluarkan kotak yang berisi cincin berlian yang sangat manis.
"Nara.... setelah semua yang terlewati. Malam ini, dan ditempat ini lagi. Aku ingin mengucapkan jika aku..... mencintaimu Nara. Sangat mencintaimu. Kisah kelam kita dimulai ditempat ini, dan ditempat ini pula aku ingin mengulang kembali semuanya. Mengulang cerita kita dengan kenangan yang lebih indah" ungkap Reynand dengan begitu dalam dan penuh perasaan.
Mata Nara menjadi berkaca kaca karena begitu terharunya. Masih terbayang dengan jelas dalam kepala nya saat dia meminta Reynand untuk menikahi nya ditempat ini. Masih dia ingat dengan jelas bagaimana pandangan benci Reynand kala itu. Menyakitkan... tentu saja.
Tapi sekarang.... keadaan nya sudah berbalik.
"Nara..... maukah kau menikah dengan ku. Mengulang cerita pahit menjadi cerita manis. Menutup kenangan sakit menjadi kenangan yang lebih indah lagi bersama ku??" pinta Reynand memandang Nara dengan begitu lekat dan penuh cinta.
Setitik air mata Nara langsung terjun diwajah cantiknya
"Nara...." panggil Reynand lagi.
Nara kembali menangis namun dia mengangguk dengan senyum bahagia diwajahnya.
Tidak mungkin dia tolak bukan, ini adalah impian nya sejak dulu. Dan sekarang semua nya telah terwujud.
Reynand tersenyum dan langsung berdiri tegak dihadapan Nara.
Meraih tangan Nara dan menyisipkan cincin berlian itu dijari manis nya dengan lembut.
"Terimakasih Nara, aku berjanji, jika tidak akan ada lagi luka yang aku torehkan dihatimu. Biarkan aku menebus kesalahan ku dengan menyerahkan cinta dan hidupku untukmu" ucap Reynand.
"Aku mencintaimu" ucap nya lagi seraya mencium punggung tangan Nara dengan lembut.
"Aku juga mencintaimu Rey" balas Nara.
Sungguh demi apapun, Reynand benar benar bahagia mendengar balasan kata cinta dari Nara. Yang baru ini pertama kali dia dengar, dan ini adalah kata kata cinta yang paling dia harapkan sejak dulu.
Reynand langsung meraih tubuh Nara dan memeluk nya dengan erat. Begitu pula dengan Nara.
Mereka berpelukan dengan erat, seolah lewat pelukan itulah mereka mengungkapkan perasaan mereka yang sudah terukir begitu dalam sejak dua belas tahun yang lalu.
Duarrr duaarrr duaarrr
Letusan kembang api diatas langit malam itu semakin menambah rasa bahagia Nara dan Reynand. Seolah perasaan mereka juga sudah meledak dan bersinar dengan indah layak nya kembang api diatas sana.
Suasana malam itu benar benar indah dan romantis.
Nara memeluk tubuh Reynand dengan erat, berharap semua kebahagiaan yang dijanjikan oleh Reynand adalah benar. Berharap dia merasakan kebahagiaan hingga kealam keabadian bersama Reynand. Lelaki yang sejak dulu dia cintai, lelaki yang sejak dulu sudah ada didalam hatinya.
"Aku mencintaimu Nara ... sangat mencintaimu... terimakasih sudah menerima ku kembali" ucap Reynand seraya menangkup wajah Nara.
"Berjanjilah untuk tidak pergi lagi" pinta Nara
"Aku berjanji" jawab Reynand
Reynand mendekatkan wajahnya pada Nara, membuat Nara langsung memejamkan matanya saat sensasi lembut itu terasa menyentuh bibir nya dengan manis.
Ledakan kembang api yang masih saling bersahutan diatas sana tidak membuat mereka terganggu. Itu hanya lah background untuk menjadi saksi bisu cinta mereka malam itu.
Ditepi danau hijau, dibawah langit malam yang cerah, dan dihiasi oleh gemerlap lampu taman dan juga kembang api yang benar benar indah. Nara dan Reynand saling melepaskan perasaan mereka selama ini. Saling berciuman dengan rasa nikmat dan kerinduan yang begitu mendalam.
...
"Anak kecil gak boleh lihat" ucap Arya seraya menutup mata Zelina. Yang sejak tadi ada disana memperhatikan pasangan itu yang bahkan tidak menyadari kehadiran mereka sama sekali.
...
__ADS_1